<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Hipmi: Pengusaha-Buruh Harus Cari Win-Win Solution</title><description>Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta masalah buruh segera  diselesaikan. Bila tidak, masalah ini bisa menjerumuskan investasi  Indonesia. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/03/320/726402/hipmi-pengusaha-buruh-harus-cari-win-win-solution</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/12/03/320/726402/hipmi-pengusaha-buruh-harus-cari-win-win-solution"/><item><title> Hipmi: Pengusaha-Buruh Harus Cari Win-Win Solution</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/03/320/726402/hipmi-pengusaha-buruh-harus-cari-win-win-solution</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/12/03/320/726402/hipmi-pengusaha-buruh-harus-cari-win-win-solution</guid><pubDate>Senin 03 Desember 2012 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/03/320/726402/xz1aoCcpB9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Hipmi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/03/320/726402/xz1aoCcpB9.jpg</image><title>Logo Hipmi</title></images><description>JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta masalah buruh segera diselesaikan. Bila tidak, masalah ini bisa menjerumuskan investasi Indonesia. &quot;Kalau bisa soal perburuan ini jangan lewat 2012. Masuk tahun depan itu, sebaiknya sudah ada solusi buat perburuan,&quot; ujar Ketua Hipmi Reza Rajasa, dalam siaran pers, Senin (3/12/2012).Reza khawatir, soal perburuan akan merusak reputasi Indonesia sebagai tujuan investasi dunia ke depan.&quot;Saya kira kalau berlarut-larut, masalah buruh ini akan merusak citra kita sebagai salah satu tujuan investasi menjanjikan di dunia,&quot; pungkas Reza.Ada dua faktor yang berpotensi menurunkan daya saing dan iklim investasi di Indonesia. Pertama faktor eksternal karena negara-negara lain sedang melakukan pembenahan dan meningkatkan daya saingnya dengan cepat.&quot;Relokasi industri ke negara-negara ini bisa berlangsung dengan cepat ketika ada masalah dengan industri kita. Kedua, faktor internal. Misalnya, soal buruh, inefisiensi ekonomi dan birokrasi yang lambat,&quot; papar Reza.Dikatakan Reza, dalam dua tahun ke depan, Hipmi memperkirakan industri nasional bakal minim perhatian. Pasalnya, tahun depan sudah memasuki tahun politik.&quot;Ini yang kita khawatirkan lagi. Apalagi 2015, kita masuk Asean Economic Community. Pada 2014 ada Pemilu. Ini tahun politik semua. Jadi soal buruh ini harus segera selesai,&quot; tandas Reza.Karena itu, Hipmi berharap agak pengusaha dan buruh duduk bersama dan mencari win-win solution. </description><content:encoded>JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta masalah buruh segera diselesaikan. Bila tidak, masalah ini bisa menjerumuskan investasi Indonesia. &quot;Kalau bisa soal perburuan ini jangan lewat 2012. Masuk tahun depan itu, sebaiknya sudah ada solusi buat perburuan,&quot; ujar Ketua Hipmi Reza Rajasa, dalam siaran pers, Senin (3/12/2012).Reza khawatir, soal perburuan akan merusak reputasi Indonesia sebagai tujuan investasi dunia ke depan.&quot;Saya kira kalau berlarut-larut, masalah buruh ini akan merusak citra kita sebagai salah satu tujuan investasi menjanjikan di dunia,&quot; pungkas Reza.Ada dua faktor yang berpotensi menurunkan daya saing dan iklim investasi di Indonesia. Pertama faktor eksternal karena negara-negara lain sedang melakukan pembenahan dan meningkatkan daya saingnya dengan cepat.&quot;Relokasi industri ke negara-negara ini bisa berlangsung dengan cepat ketika ada masalah dengan industri kita. Kedua, faktor internal. Misalnya, soal buruh, inefisiensi ekonomi dan birokrasi yang lambat,&quot; papar Reza.Dikatakan Reza, dalam dua tahun ke depan, Hipmi memperkirakan industri nasional bakal minim perhatian. Pasalnya, tahun depan sudah memasuki tahun politik.&quot;Ini yang kita khawatirkan lagi. Apalagi 2015, kita masuk Asean Economic Community. Pada 2014 ada Pemilu. Ini tahun politik semua. Jadi soal buruh ini harus segera selesai,&quot; tandas Reza.Karena itu, Hipmi berharap agak pengusaha dan buruh duduk bersama dan mencari win-win solution. </content:encoded></item></channel></rss>
