<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan Iskan Yakin Pertamina Akan Buat Rekind 'Besar'</title><description>PT Rekayasa Industri (Rekin) diperkirakan bisa menjadi lebih besar berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/09/320/729560/dahlan-iskan-yakin-pertamina-akan-buat-rekind-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/12/09/320/729560/dahlan-iskan-yakin-pertamina-akan-buat-rekind-besar"/><item><title>Dahlan Iskan Yakin Pertamina Akan Buat Rekind 'Besar'</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/09/320/729560/dahlan-iskan-yakin-pertamina-akan-buat-rekind-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/12/09/320/729560/dahlan-iskan-yakin-pertamina-akan-buat-rekind-besar</guid><pubDate>Minggu 09 Desember 2012 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/09/320/729560/X9AiACDSRv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/09/320/729560/X9AiACDSRv.jpg</image><title>Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)</title></images><description>BOGOR - PT Rekayasa Industri (Rekin) diperkirakan bisa menjadi lebih besar berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Menteri BUMN Dahlan Iskan meyakini, Rekin akan menjadi sebuah entitas bisnis yang besar.&quot;Rekin jika masuk Pertamina akan mendapatkan bisnis yang lebih luas, nantinya akan bertambah besar. Dengan mendapatkan lapangan yang lebih besar,&quot; ujar Dahlan di Cisarua, Bogor, Minggu (9/12/2012).Menurut Dahlan, Rekin yang saat ini masih berada dibawah naungan PT Pupuk Indonesia (Holding Company) tidak bisa maksimal dan diharapkan mau melepasnya agar masing-masing perusahaan fokus di koor bisnisnya masing-masing.&quot;Pertamina punya proyek-proyek besar yang memerlukan enginering. Sehingga harus fokus dengan koor bisnisnya. Misalnya untuk oliochemical untuk sejenis sekelas itu belum ada yang mampu,&quot; tuturnya.Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Dwijanti Tjahjaningsih&amp;nbsp; mengungkapkan, Pertamina dalam mengakusisi Rekin,&amp;nbsp;tidak akan mengambil saham negera yang ada di Rekin sebesar 4,5 persen.&quot;Rekin itukan pemegang sahamnya Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, dan negara. Nah, punya negara tidak akan diambil, kalau saham negara juga diambil nantinya privatisasi lagi,&quot; tutur Dwijanti Tjahjaningsih di gedung Kementerian BUMN beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>BOGOR - PT Rekayasa Industri (Rekin) diperkirakan bisa menjadi lebih besar berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Menteri BUMN Dahlan Iskan meyakini, Rekin akan menjadi sebuah entitas bisnis yang besar.&quot;Rekin jika masuk Pertamina akan mendapatkan bisnis yang lebih luas, nantinya akan bertambah besar. Dengan mendapatkan lapangan yang lebih besar,&quot; ujar Dahlan di Cisarua, Bogor, Minggu (9/12/2012).Menurut Dahlan, Rekin yang saat ini masih berada dibawah naungan PT Pupuk Indonesia (Holding Company) tidak bisa maksimal dan diharapkan mau melepasnya agar masing-masing perusahaan fokus di koor bisnisnya masing-masing.&quot;Pertamina punya proyek-proyek besar yang memerlukan enginering. Sehingga harus fokus dengan koor bisnisnya. Misalnya untuk oliochemical untuk sejenis sekelas itu belum ada yang mampu,&quot; tuturnya.Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Dwijanti Tjahjaningsih&amp;nbsp; mengungkapkan, Pertamina dalam mengakusisi Rekin,&amp;nbsp;tidak akan mengambil saham negera yang ada di Rekin sebesar 4,5 persen.&quot;Rekin itukan pemegang sahamnya Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, dan negara. Nah, punya negara tidak akan diambil, kalau saham negara juga diambil nantinya privatisasi lagi,&quot; tutur Dwijanti Tjahjaningsih di gedung Kementerian BUMN beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
