<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atlas Resources Incar Penjualan 4,5 Jt Ton Tahun Depan</title><description>PT Atlas Resources Tbk (ARII) menargetkan penjualan untuk tahun depan sekira 1,5&amp;nbsp; juta ton hingga 4,5 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/11/278/730431/atlas-resources-incar-penjualan-4-5-jt-ton-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/12/11/278/730431/atlas-resources-incar-penjualan-4-5-jt-ton-tahun-depan"/><item><title>Atlas Resources Incar Penjualan 4,5 Jt Ton Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/11/278/730431/atlas-resources-incar-penjualan-4-5-jt-ton-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/12/11/278/730431/atlas-resources-incar-penjualan-4-5-jt-ton-tahun-depan</guid><pubDate>Selasa 11 Desember 2012 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/11/278/730431/jD9Af4S5Ja.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/11/278/730431/jD9Af4S5Ja.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Atlas Resources Tbk (ARII) menargetkan penjualan untuk tahun depan sekira 1,5&amp;nbsp; juta ton hingga 4,5 juta ton. Sebanyak 1,5 juta ton diharapkan dapat&amp;nbsp; terjual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).&quot;Kami mengharapkan target sales kami dapat tercapai sekira 1,5 juta ton hingga 4,5 juta ton atau hampir sama dengan kapasitas produksi kami tahun depan 4,5 juta ton,&quot; kata Direktur ARII Aulia Setiadi usai paparan publik di BEI, Jakarta, Selasa (11/12/2012).Sementara itu, kapasitas produksi kami mengalami peningkatan sebesar 4 juta ton pada tahun ini seiring dengan peningkatan infrastruktur dan proyek haul road sepanjang 137 km dari Hub Muba ke terminal batu bara sungai yang dimiliki Perseroan.&quot;Volume penjualan hingga September 2012 sebanyak&amp;nbsp; 705.775 ton untuk ekspor dan 101.372 ton untuk domestik.&amp;nbsp; Sepanjang tahun ini, porsi penjualan ke Taiwan 48 persen, ke Jepang 15 persen, ke China 13 persen, ke Korea 11 persen dan ke India 1 persen. Sementara itu, penjualan domestik&amp;nbsp; mencapai 12 persen dari total penjualan,&quot; jelasnya.Sepanjang tahun ini, perseroan terkena dampak negatif akibat pasar batu bara&amp;nbsp; yang lesu sehingga menekan kinerja keuangan. Perseroan membukukan rugi bersih USD9,66 juta sepanjang Januari-September 2012.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Atlas Resources Tbk (ARII) menargetkan penjualan untuk tahun depan sekira 1,5&amp;nbsp; juta ton hingga 4,5 juta ton. Sebanyak 1,5 juta ton diharapkan dapat&amp;nbsp; terjual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).&quot;Kami mengharapkan target sales kami dapat tercapai sekira 1,5 juta ton hingga 4,5 juta ton atau hampir sama dengan kapasitas produksi kami tahun depan 4,5 juta ton,&quot; kata Direktur ARII Aulia Setiadi usai paparan publik di BEI, Jakarta, Selasa (11/12/2012).Sementara itu, kapasitas produksi kami mengalami peningkatan sebesar 4 juta ton pada tahun ini seiring dengan peningkatan infrastruktur dan proyek haul road sepanjang 137 km dari Hub Muba ke terminal batu bara sungai yang dimiliki Perseroan.&quot;Volume penjualan hingga September 2012 sebanyak&amp;nbsp; 705.775 ton untuk ekspor dan 101.372 ton untuk domestik.&amp;nbsp; Sepanjang tahun ini, porsi penjualan ke Taiwan 48 persen, ke Jepang 15 persen, ke China 13 persen, ke Korea 11 persen dan ke India 1 persen. Sementara itu, penjualan domestik&amp;nbsp; mencapai 12 persen dari total penjualan,&quot; jelasnya.Sepanjang tahun ini, perseroan terkena dampak negatif akibat pasar batu bara&amp;nbsp; yang lesu sehingga menekan kinerja keuangan. Perseroan membukukan rugi bersih USD9,66 juta sepanjang Januari-September 2012.</content:encoded></item></channel></rss>
