<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Faktor Penentu Integrasi Bursa ASEAN</title><description>Fokus tersebut diperlukan agar bisa mengukur seberapa besar keuntungan  ataupun kerugian untuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/13/278/731732/3-faktor-penentu-integrasi-bursa-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/12/13/278/731732/3-faktor-penentu-integrasi-bursa-asean"/><item><title>3 Faktor Penentu Integrasi Bursa ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/13/278/731732/3-faktor-penentu-integrasi-bursa-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/12/13/278/731732/3-faktor-penentu-integrasi-bursa-asean</guid><pubDate>Kamis 13 Desember 2012 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/13/278/731732/NCcgxCP0KF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/13/278/731732/NCcgxCP0KF.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Guna mengintegrasikan bursa-bursa di ASEAN, diperlukan tiga fokus utama. Fokus tersebut diperlukan agar bisa mengukur seberapa besar keuntungan ataupun kerugian untuk Indonesia.&quot;Pertama, harus dibangun capasity building, itu adalah suatu agenda besar cangkupannya luas, masalah Sumber Daya Manusia (SDM), kekurangan tenaga ahli dan capasity building,&quot; kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (13/12/2012).Muliaman menambahkan, dengan pertimbangan ini, maka dapat membuat orang-orang mempunyai kapasitas. Sehingga, nantinya dapat dinikmati di kemudian hari karena meningkatkan nilai tambah dari capacity building.Sementara masalah kedua, yakni pembangunan pilar-pilar penopang. &quot;Kedua, perlu dibangun infrastruktur finansialnya, yaitu pengembangan-pengembangan kelembagaan, lembaga-lembaga pendukung pasar modal,&quot; jelas dia.Muliaman menambahkan, bila terjadi integrasi di antara ASEAN terutama di Pasar modal, maka finansial Indonesia harus bisa berkompetisi. &quot;Agar ada lembaga-lembaga pendukung pasar modal, perlu mendapatkan perhatian ke depannya,&quot; katanya.Dia melanjutkan, pemerintah juga harus bisa mendorong masyarakat agar lebih aktif di pasar modal. &quot;Jadi membangun infrastruktur finansial di pasar modal, Sampai saatnya finansial infrastruktur di pendesaan. Dan terakhir, harmonisasi peraturan yang ada,&quot; ungkap Muliaman.Menurutnya, peraturan di suatu negara di ASEAN berbeda-beda tingkatannya. &quot;Kalau diambil one fit for all, kalau semua cocok untuk semua negara, ini bsa diperbaiki,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Guna mengintegrasikan bursa-bursa di ASEAN, diperlukan tiga fokus utama. Fokus tersebut diperlukan agar bisa mengukur seberapa besar keuntungan ataupun kerugian untuk Indonesia.&quot;Pertama, harus dibangun capasity building, itu adalah suatu agenda besar cangkupannya luas, masalah Sumber Daya Manusia (SDM), kekurangan tenaga ahli dan capasity building,&quot; kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (13/12/2012).Muliaman menambahkan, dengan pertimbangan ini, maka dapat membuat orang-orang mempunyai kapasitas. Sehingga, nantinya dapat dinikmati di kemudian hari karena meningkatkan nilai tambah dari capacity building.Sementara masalah kedua, yakni pembangunan pilar-pilar penopang. &quot;Kedua, perlu dibangun infrastruktur finansialnya, yaitu pengembangan-pengembangan kelembagaan, lembaga-lembaga pendukung pasar modal,&quot; jelas dia.Muliaman menambahkan, bila terjadi integrasi di antara ASEAN terutama di Pasar modal, maka finansial Indonesia harus bisa berkompetisi. &quot;Agar ada lembaga-lembaga pendukung pasar modal, perlu mendapatkan perhatian ke depannya,&quot; katanya.Dia melanjutkan, pemerintah juga harus bisa mendorong masyarakat agar lebih aktif di pasar modal. &quot;Jadi membangun infrastruktur finansial di pasar modal, Sampai saatnya finansial infrastruktur di pendesaan. Dan terakhir, harmonisasi peraturan yang ada,&quot; ungkap Muliaman.Menurutnya, peraturan di suatu negara di ASEAN berbeda-beda tingkatannya. &quot;Kalau diambil one fit for all, kalau semua cocok untuk semua negara, ini bsa diperbaiki,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
