<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Dana Siluman ke IMF, Menkeu Lempar 'Bola' ke BI</title><description>Pemerintah dikabarkan memberikan pinjaman kepada Dana Moneter  Internasional (International Monetary Fund/IMF) sebesar Rp25 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/17/20/733301/dana-siluman-ke-imf-menkeu-lempar-bola-ke-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/12/17/20/733301/dana-siluman-ke-imf-menkeu-lempar-bola-ke-bi"/><item><title>  Dana Siluman ke IMF, Menkeu Lempar 'Bola' ke BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/17/20/733301/dana-siluman-ke-imf-menkeu-lempar-bola-ke-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/12/17/20/733301/dana-siluman-ke-imf-menkeu-lempar-bola-ke-bi</guid><pubDate>Senin 17 Desember 2012 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/17/20/733301/cz3GUd2nvY.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Agus DW Martowardojo (Foto: Situs Depkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/17/20/733301/cz3GUd2nvY.JPG</image><title>Menkeu Agus DW Martowardojo (Foto: Situs Depkeu)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dikabarkan memberikan pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sebesar Rp25 triliun. Padahal, dulu pemerintah menyatakan maksimal pinjaman hanya sebesar USD1 miliar atau Rp9,6 triliun (kurs Rp9.600 per USD).Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan, pemerintah tidak memberikan kucuran dana pada IMF. Menurut dia, jika memang Indonesia memberikan dana tersebut, maka yang berhak memberikan adalah Bank Indonesia (BI).&quot;Dan itu pun tidak diberikan secara tunai ke IMF, tapi sifatnya stand by,&quot; kata dia kala ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (17/12/2012).Oleh karena itu, dia pun enggan untuk mengomentari penggunaan dana tersebut. &quot;Itu ada dalam pengelolaan BI, dan instansi yang lebih tepat menjawab ini adalah BI,&quot; tambah dia.Selain itu, Agus Marto membantah jika dana tersebut digunakan sebagai iuran dana keanggotaan Indonesia dalam G20. Dia menjelaskan, dana tersebut merupakan partisipasi dari negara-negara G20.&quot;Termasuk negara-negara G20, untuk memperkuat kondisi dan potensi keuangan yang ada di IMF, dan itu kesepakatan pertemuan daripada pemimpin-pemimpin G20 pada pada 2008,&quot; katanya.Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencatat dana tersebut ditemukan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) pada semester I-2012. Data tersebut, didapat saat laporan LKPP pada semester II-2012 atau semester I-2013 mendatang. Berikut penyertaan modal pemerintah Indonesia terhadap lembaga asing: 1. International Monetery Fund Rp25.871.090.700.00 (Rp25,8 triliun).2. International Bank for Reconstuction Devepolment Rp39.174.200.000 (Rp39,17 miliar).3. International Development Association Rp5.173.100.000 (Rp5,17 miliar).4. Multilateral Investment Guarantee Agency Rp10.292.300.000 (Rp10,29 miliar).5. Common Fund for commodities Rp2.623.100.000 (Rp2,62 miliar).</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dikabarkan memberikan pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sebesar Rp25 triliun. Padahal, dulu pemerintah menyatakan maksimal pinjaman hanya sebesar USD1 miliar atau Rp9,6 triliun (kurs Rp9.600 per USD).Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan, pemerintah tidak memberikan kucuran dana pada IMF. Menurut dia, jika memang Indonesia memberikan dana tersebut, maka yang berhak memberikan adalah Bank Indonesia (BI).&quot;Dan itu pun tidak diberikan secara tunai ke IMF, tapi sifatnya stand by,&quot; kata dia kala ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (17/12/2012).Oleh karena itu, dia pun enggan untuk mengomentari penggunaan dana tersebut. &quot;Itu ada dalam pengelolaan BI, dan instansi yang lebih tepat menjawab ini adalah BI,&quot; tambah dia.Selain itu, Agus Marto membantah jika dana tersebut digunakan sebagai iuran dana keanggotaan Indonesia dalam G20. Dia menjelaskan, dana tersebut merupakan partisipasi dari negara-negara G20.&quot;Termasuk negara-negara G20, untuk memperkuat kondisi dan potensi keuangan yang ada di IMF, dan itu kesepakatan pertemuan daripada pemimpin-pemimpin G20 pada pada 2008,&quot; katanya.Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencatat dana tersebut ditemukan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) pada semester I-2012. Data tersebut, didapat saat laporan LKPP pada semester II-2012 atau semester I-2013 mendatang. Berikut penyertaan modal pemerintah Indonesia terhadap lembaga asing: 1. International Monetery Fund Rp25.871.090.700.00 (Rp25,8 triliun).2. International Bank for Reconstuction Devepolment Rp39.174.200.000 (Rp39,17 miliar).3. International Development Association Rp5.173.100.000 (Rp5,17 miliar).4. Multilateral Investment Guarantee Agency Rp10.292.300.000 (Rp10,29 miliar).5. Common Fund for commodities Rp2.623.100.000 (Rp2,62 miliar).</content:encoded></item></channel></rss>
