<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investment Grade, Ekonomi RI Terancam Distorsi</title><description>Masuknya Indonesia ke dalam kategori investment grade akan mendorong  lembaga-lembaga keuangan dunia untuk memberikan credit line yang lebih  besar bagi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/18/20/733781/investment-grade-ekonomi-ri-terancam-distorsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/12/18/20/733781/investment-grade-ekonomi-ri-terancam-distorsi"/><item><title>Investment Grade, Ekonomi RI Terancam Distorsi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/18/20/733781/investment-grade-ekonomi-ri-terancam-distorsi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/12/18/20/733781/investment-grade-ekonomi-ri-terancam-distorsi</guid><pubDate>Selasa 18 Desember 2012 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Sinaga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/18/20/733781/Jk8MsqGNp1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Widi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/18/20/733781/Jk8MsqGNp1.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Widi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Masuknya Indonesia ke dalam kategori investment grade akan mendorong lembaga-lembaga keuangan dunia untuk memberikan credit line yang lebih besar bagi Indonesia.&quot;Di mana bank akan tertarik menyalurkan dananya karena bobot risiko lebih rendah sehingga alokasi modal yang harus disediakan bank lebih sedikit,&quot; Kata Chief Economist BCA David Sumual, saat peluncuran buku 'Dulu Mendengar Sekarang Bicara-kumpulan tulisan ekonom Muda FEUI', di Financial Club-Ballroom Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (18/12/2012).Hadir juga Ketua ILUNI UI Muliaman Hadad yang juga ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepala BKF Kemenkeu Bambang Brodjonegoro, serta pengamat ekonomi M Ihsan.Menurut David, masuknya dana dalam jumlah besar seiring naiknya peringkat Indonesia akan menyebabkan distorsi ekonomi. Dalam jangka pendek tentu akan menguntungkan Indonesia, di mana harga aset cenderung meningkat.Namun dalam jangka menengah-panjang, ekonomi menjadi lebih rentan terhadap kemungkinan krisis baik yang dipicu oleh persoalan eksternal maupun domestik. Sementara ongkos krisis yang timbul cenderung akan lebih besar.David menambahkan, Indonesia harus segera berbenah diri dalam menyongsong era kemasan 2020-2030. Selain kebijakan BBM yang tepat sasaran, persoalan-persoalan yang menimbulkan high cost economy seperti logistik, birokrasi dan infrastruktur harus dibenahi.&quot;Dengan perbaikan di berbagai sektor, RI punya peluang besar tumbuh di kisaran pertumbuhan potensialnya rata-rata delapan persen hingga 2025,&quot; kata David.</description><content:encoded>JAKARTA - Masuknya Indonesia ke dalam kategori investment grade akan mendorong lembaga-lembaga keuangan dunia untuk memberikan credit line yang lebih besar bagi Indonesia.&quot;Di mana bank akan tertarik menyalurkan dananya karena bobot risiko lebih rendah sehingga alokasi modal yang harus disediakan bank lebih sedikit,&quot; Kata Chief Economist BCA David Sumual, saat peluncuran buku 'Dulu Mendengar Sekarang Bicara-kumpulan tulisan ekonom Muda FEUI', di Financial Club-Ballroom Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (18/12/2012).Hadir juga Ketua ILUNI UI Muliaman Hadad yang juga ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepala BKF Kemenkeu Bambang Brodjonegoro, serta pengamat ekonomi M Ihsan.Menurut David, masuknya dana dalam jumlah besar seiring naiknya peringkat Indonesia akan menyebabkan distorsi ekonomi. Dalam jangka pendek tentu akan menguntungkan Indonesia, di mana harga aset cenderung meningkat.Namun dalam jangka menengah-panjang, ekonomi menjadi lebih rentan terhadap kemungkinan krisis baik yang dipicu oleh persoalan eksternal maupun domestik. Sementara ongkos krisis yang timbul cenderung akan lebih besar.David menambahkan, Indonesia harus segera berbenah diri dalam menyongsong era kemasan 2020-2030. Selain kebijakan BBM yang tepat sasaran, persoalan-persoalan yang menimbulkan high cost economy seperti logistik, birokrasi dan infrastruktur harus dibenahi.&quot;Dengan perbaikan di berbagai sektor, RI punya peluang besar tumbuh di kisaran pertumbuhan potensialnya rata-rata delapan persen hingga 2025,&quot; kata David.</content:encoded></item></channel></rss>
