<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Matahari Baru&quot; dari Jeneponto</title><description>Sulsel sekarang ini menjadi provinsi yang memiliki kehandalan listrik  terbaik di luar Pulau Jawa dan itu menarik investasi baik yang berskala  ringan maupun berat untuk datang ke Sulsel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/19/19/734542/matahari-baru-dari-jeneponto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/12/19/19/734542/matahari-baru-dari-jeneponto"/><item><title>&quot;Matahari Baru&quot; dari Jeneponto</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/12/19/19/734542/matahari-baru-dari-jeneponto</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/12/19/19/734542/matahari-baru-dari-jeneponto</guid><pubDate>Rabu 19 Desember 2012 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/19/19/734542/XFW8rdbtaM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLTU Jeneponto Unit 1 Bosowa Energy. (Foto: Andi Aisyah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/19/19/734542/XFW8rdbtaM.jpg</image><title>PLTU Jeneponto Unit 1 Bosowa Energy. (Foto: Andi Aisyah/Okezone)</title></images><description>JENEPONTO - Menempuh jarak 95 kilometer (km) dalam dua jam perjalanan darat berkendara dari Makassar ke arah selatan, melewati dua kabupaten Gowa dan Takalar, Okezone sampai di Kabupaten Jeneponto. Inilah satu dari 24 kabupaten-kota di Sulawesi Selatan.Cakupan luas wilayahnya 749,79 km2 dan berpenduduk sebanyak 330.735 jiwa. Kabupaten dengan ibu kota Bontosunggu yang dipimpin Bupati Rajamilo ini memiliki kontur tanah bervariasi antara 150-1.400 meter dari permukaan laut. Lantaran diberkahi kekayaan di muara laut sampai ke dataran rendahnya, kawasan ini terkenal sebagai sentra budidaya rumput laut dan penghasil garam.Sejauh mata mengawasi, tampak di tepi garis pantai, hamparan petak-petak tambak garam. Tak jauh dari tambak, berdiri gudang-gudang garam berupa bangunan berbentuk rumah kayu dengan atap sirap.&amp;nbsp;Saat melintasi Jalan Poros Takalar-Jeneponto, penduduk yang berdomisili di pematang kiri-kanan ruas jalan ramai menjual garam. Mereka memajang jualannya dalam bungkusan plastik kecil hingga kantong besar seberat 20 kilogram (kg) yang ditumpuk di muka rumah.&quot;Dengan garis pantai 114 km, Jeneponto berpotensi dari kabupaten yang semula dikenal sebagai penghasil garam dan rumput laut, nanti menjadi daerah pertumbuhan industri di Sulsel,&quot; ungkap Bupati Rajamilo.Dia mengaku senang karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto unit 1 yang dibangun Bosowa Energy diinstal dalam wilayahnya, Rajamilo membeberkan kiat birokrasi yang dijalankannya tidak rumit-rumit amat untuk urusan izin pembangunan kepada investor.&quot;Beberapa izin yang telah saya tandatangani selesai diurus hanya dalam waktu satu hari saja,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;Kemudahan birokratis tersebut diapresiasi Erwin Aksa, CEO Bosowa Energy, dalam peresmian operasi PLTU Jeneponto berkapasitas 2x125 megawatt di Desa Punagayya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Rabu (19/12/2012).&quot;Yang paling penting, wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memiliki pembangkit besar yang mampu menjaga kehandalan jaringan kelistrikan, sehingga kebutuhan listrik masyarakat dan industri bisa terpenuhi,&quot; tanggap Erwin.&amp;nbsp;Menurut dia, Sulsel sekarang ini menjadi provinsi yang memiliki kehandalan listrik terbaik di luar Pulau Jawa dan itu menarik investasi baik yang berskala ringan maupun berat untuk datang ke Sulsel.&amp;nbsp;&quot;Semoga PLTU ini menjadi &amp;lsquo;matahari&amp;rsquo; yang akan menyinari seluruh wilayah Sulselbar. Sebagai sumber energi baru bagi industri dan masyarakat,&amp;rdquo; tuntas Erwin seraya menyebut investasi yang ditanamkannya sebesar Rp2,5 triliun di PLTU Jeneponto Unit 1.</description><content:encoded>JENEPONTO - Menempuh jarak 95 kilometer (km) dalam dua jam perjalanan darat berkendara dari Makassar ke arah selatan, melewati dua kabupaten Gowa dan Takalar, Okezone sampai di Kabupaten Jeneponto. Inilah satu dari 24 kabupaten-kota di Sulawesi Selatan.Cakupan luas wilayahnya 749,79 km2 dan berpenduduk sebanyak 330.735 jiwa. Kabupaten dengan ibu kota Bontosunggu yang dipimpin Bupati Rajamilo ini memiliki kontur tanah bervariasi antara 150-1.400 meter dari permukaan laut. Lantaran diberkahi kekayaan di muara laut sampai ke dataran rendahnya, kawasan ini terkenal sebagai sentra budidaya rumput laut dan penghasil garam.Sejauh mata mengawasi, tampak di tepi garis pantai, hamparan petak-petak tambak garam. Tak jauh dari tambak, berdiri gudang-gudang garam berupa bangunan berbentuk rumah kayu dengan atap sirap.&amp;nbsp;Saat melintasi Jalan Poros Takalar-Jeneponto, penduduk yang berdomisili di pematang kiri-kanan ruas jalan ramai menjual garam. Mereka memajang jualannya dalam bungkusan plastik kecil hingga kantong besar seberat 20 kilogram (kg) yang ditumpuk di muka rumah.&quot;Dengan garis pantai 114 km, Jeneponto berpotensi dari kabupaten yang semula dikenal sebagai penghasil garam dan rumput laut, nanti menjadi daerah pertumbuhan industri di Sulsel,&quot; ungkap Bupati Rajamilo.Dia mengaku senang karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto unit 1 yang dibangun Bosowa Energy diinstal dalam wilayahnya, Rajamilo membeberkan kiat birokrasi yang dijalankannya tidak rumit-rumit amat untuk urusan izin pembangunan kepada investor.&quot;Beberapa izin yang telah saya tandatangani selesai diurus hanya dalam waktu satu hari saja,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;Kemudahan birokratis tersebut diapresiasi Erwin Aksa, CEO Bosowa Energy, dalam peresmian operasi PLTU Jeneponto berkapasitas 2x125 megawatt di Desa Punagayya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Rabu (19/12/2012).&quot;Yang paling penting, wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memiliki pembangkit besar yang mampu menjaga kehandalan jaringan kelistrikan, sehingga kebutuhan listrik masyarakat dan industri bisa terpenuhi,&quot; tanggap Erwin.&amp;nbsp;Menurut dia, Sulsel sekarang ini menjadi provinsi yang memiliki kehandalan listrik terbaik di luar Pulau Jawa dan itu menarik investasi baik yang berskala ringan maupun berat untuk datang ke Sulsel.&amp;nbsp;&quot;Semoga PLTU ini menjadi &amp;lsquo;matahari&amp;rsquo; yang akan menyinari seluruh wilayah Sulselbar. Sebagai sumber energi baru bagi industri dan masyarakat,&amp;rdquo; tuntas Erwin seraya menyebut investasi yang ditanamkannya sebesar Rp2,5 triliun di PLTU Jeneponto Unit 1.</content:encoded></item></channel></rss>
