<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pengembangan 47 Lapangan Migas, Negara Dapat USD18,9 M </title><description>Dari 47 POD tersebut, diprediksi penerimaan negara mencapai USD18  miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/02/19/740052/pengembangan-47-lapangan-migas-negara-dapat-usd18-9-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/02/19/740052/pengembangan-47-lapangan-migas-negara-dapat-usd18-9-m"/><item><title> Pengembangan 47 Lapangan Migas, Negara Dapat USD18,9 M </title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/02/19/740052/pengembangan-47-lapangan-migas-negara-dapat-usd18-9-m</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/02/19/740052/pengembangan-47-lapangan-migas-negara-dapat-usd18-9-m</guid><pubDate>Rabu 02 Januari 2013 08:19 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/02/19/740052/hjAdtaZ5Db.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/02/19/740052/hjAdtaZ5Db.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA- Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) telah mengeluarkan persetujuan terhadap rencana pengembangan 47 lapangan (plan of development/POD) sepanjang 2013. Dari 47 POD tersebut, diprediksi penerimaan negara mencapai USD18 miliar.Deputi Perencanaan SK Migas, Widhyawan Prawiraatmadja, mengatakan total kumulatif produksi dari 47 POD tersebut diperkirakan sebesar 956 juta barel ekuivalen minyak. Rinciannya, sebanyak 216 juta barel minyak bumi, 4,1 triliun kaki kubik gas bumi, dan 7,6 juta barel elpiji (liquified petroleum gas/LPG).&amp;ldquo;Dari persetujuan POD tersebut, perkiraan penerimaan bersih yang diterima Negara sebesar USD 18,9 miliar,&amp;rdquo; kata Widyawan, di Jakarta, Rabu (2/1/2013).Widyawan menjelaskan dana yang dikeluarkan untuk memproduksikan cadangan tersebut mencapai USD 21,3 miliar. Biaya investasi memiliki porsi terbesar pengeluaran dengan 67 persen atau USD 14,32 miliar, biaya operasi sebesar 31 persen atau USD 6,5 miliar.Sementara biaya untuk pemulihan kondisi lapangan setelah operasi (dana abandonment and siterestoration/ASR) sebesar dua persen atau USD447 juta.&amp;ldquo;SK Migas mendorong peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam realisasi dana tersebut agar tercipta efek berganda untuk perekonomian nasional,&amp;rdquo; ungkap Widhyawan.Menurut Widhyawan,&amp;nbsp;pada 2012 sebanyak 53 POD diusulkan, namun enam diantaranya dikembalikan karena beberapa hal teknis dan administrasi yang tidak terpenuhi. &amp;ldquo;Tahun ini memecahkan rekor terbanyak persetujuan POD,&amp;rdquo; tutup Widyawan.</description><content:encoded>JAKARTA- Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) telah mengeluarkan persetujuan terhadap rencana pengembangan 47 lapangan (plan of development/POD) sepanjang 2013. Dari 47 POD tersebut, diprediksi penerimaan negara mencapai USD18 miliar.Deputi Perencanaan SK Migas, Widhyawan Prawiraatmadja, mengatakan total kumulatif produksi dari 47 POD tersebut diperkirakan sebesar 956 juta barel ekuivalen minyak. Rinciannya, sebanyak 216 juta barel minyak bumi, 4,1 triliun kaki kubik gas bumi, dan 7,6 juta barel elpiji (liquified petroleum gas/LPG).&amp;ldquo;Dari persetujuan POD tersebut, perkiraan penerimaan bersih yang diterima Negara sebesar USD 18,9 miliar,&amp;rdquo; kata Widyawan, di Jakarta, Rabu (2/1/2013).Widyawan menjelaskan dana yang dikeluarkan untuk memproduksikan cadangan tersebut mencapai USD 21,3 miliar. Biaya investasi memiliki porsi terbesar pengeluaran dengan 67 persen atau USD 14,32 miliar, biaya operasi sebesar 31 persen atau USD 6,5 miliar.Sementara biaya untuk pemulihan kondisi lapangan setelah operasi (dana abandonment and siterestoration/ASR) sebesar dua persen atau USD447 juta.&amp;ldquo;SK Migas mendorong peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam realisasi dana tersebut agar tercipta efek berganda untuk perekonomian nasional,&amp;rdquo; ungkap Widhyawan.Menurut Widhyawan,&amp;nbsp;pada 2012 sebanyak 53 POD diusulkan, namun enam diantaranya dikembalikan karena beberapa hal teknis dan administrasi yang tidak terpenuhi. &amp;ldquo;Tahun ini memecahkan rekor terbanyak persetujuan POD,&amp;rdquo; tutup Widyawan.</content:encoded></item></channel></rss>
