<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Banjir Bikin Menkeu Telat Lantik Pejabat</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Marto merupakan salah satu pejabat yang  harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan Jakarta untuk bisa sampai  di kantornya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/17/20/747610/banjir-bikin-menkeu-telat-lantik-pejabat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/17/20/747610/banjir-bikin-menkeu-telat-lantik-pejabat"/><item><title> Banjir Bikin Menkeu Telat Lantik Pejabat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/17/20/747610/banjir-bikin-menkeu-telat-lantik-pejabat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/17/20/747610/banjir-bikin-menkeu-telat-lantik-pejabat</guid><pubDate>Kamis 17 Januari 2013 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Maesaroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/17/20/747610/zGDEahg1aQ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Agus DW Martowardojo (Foto: Situs Depkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/17/20/747610/zGDEahg1aQ.JPG</image><title>Menkeu Agus DW Martowardojo (Foto: Situs Depkeu)</title></images><description>JAKARTA - Korban banjir Jakarta tidak mengenal jabatan. Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Marto merupakan salah satu pejabat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan Jakarta untuk bisa sampai di kantornya.Sesuai jadwal hari ini, Agus Marto sedianya akan melantik pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pukul 08.00 WIB. Namun, pelantikan tersebut harus diundur selama tiga jam karena sang menteri terjebak macet dan banjir.&quot;Saya mohon maaf karena kita mengadakan acara terlambat tiga jam. Semua sudah berangkat sedini mungkin tapi karena hujan dan banjir banyak yang terlambat termasuk kami,&quot; papar Agus Marto, sebelum melantik pejabat eselon II, di kantornya, di Jalan Wahidin, Jakarta, Kamis (17/1/2013).Menurut ajudan Agus Marto, Menkeu sebenarnya sudah berangkat dari kediamannya sejak pukul 07.15 WIB tetapi mobilnya terhambat banjir sehingga harus mencari jalur alternatif. Untuk menghindari banjir, Menkeu hari ini juga tidak memakai mobil dinasnya, Totoya Royal Salone bernomor RI 20 tetapi memakai mobil pribadinya Alphard.Dalam pelantikan, kemarin, secara khusus, berharap agar DKI Jakarta bisa mencari solusi dari kemacetan dan banjir sehingga produktivitas pegawai tidak terganggu. &quot;Ini kondisi yang harus bisa diatasi dan mencari solusi yang sifatnya baik dan produktif,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Korban banjir Jakarta tidak mengenal jabatan. Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Marto merupakan salah satu pejabat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan Jakarta untuk bisa sampai di kantornya.Sesuai jadwal hari ini, Agus Marto sedianya akan melantik pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pukul 08.00 WIB. Namun, pelantikan tersebut harus diundur selama tiga jam karena sang menteri terjebak macet dan banjir.&quot;Saya mohon maaf karena kita mengadakan acara terlambat tiga jam. Semua sudah berangkat sedini mungkin tapi karena hujan dan banjir banyak yang terlambat termasuk kami,&quot; papar Agus Marto, sebelum melantik pejabat eselon II, di kantornya, di Jalan Wahidin, Jakarta, Kamis (17/1/2013).Menurut ajudan Agus Marto, Menkeu sebenarnya sudah berangkat dari kediamannya sejak pukul 07.15 WIB tetapi mobilnya terhambat banjir sehingga harus mencari jalur alternatif. Untuk menghindari banjir, Menkeu hari ini juga tidak memakai mobil dinasnya, Totoya Royal Salone bernomor RI 20 tetapi memakai mobil pribadinya Alphard.Dalam pelantikan, kemarin, secara khusus, berharap agar DKI Jakarta bisa mencari solusi dari kemacetan dan banjir sehingga produktivitas pegawai tidak terganggu. &quot;Ini kondisi yang harus bisa diatasi dan mencari solusi yang sifatnya baik dan produktif,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
