<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jakarta Banjir, Omzet Pedagang Pasar Klewer Turun</title><description>Para pedagang mengaku, sejak banjir melanda Ibu Kota, omzet penjualan mereka ke Jakarta mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/18/320/748203/jakarta-banjir-omzet-pedagang-pasar-klewer-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/18/320/748203/jakarta-banjir-omzet-pedagang-pasar-klewer-turun"/><item><title>Jakarta Banjir, Omzet Pedagang Pasar Klewer Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/18/320/748203/jakarta-banjir-omzet-pedagang-pasar-klewer-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/18/320/748203/jakarta-banjir-omzet-pedagang-pasar-klewer-turun</guid><pubDate>Jum'at 18 Januari 2013 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/18/320/748203/mKmZSYl0Cw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/18/320/748203/mKmZSYl0Cw.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>SOLO - Banjir yang melanda Jakarta, ternyata berimbas terhadap penjualan kain di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Para pedagang mengaku, sejak banjir melanda Ibu Kota, omzet penjualan mereka ke Jakarta mengalami penurunan.Saat ini para pedagang hanya mengandalkan para pembeli yang datang dari Kota-kota lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk penjualan tingkat eceran. &quot;Pelanggan dari luar kota, terutama Jakarta kini sangat jarang muncul,&quot; kata pemilik kios Kurnia di Pasar Klewer, Ignatius Sugimin, kepada Okezone di Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/1/2013).Menurut Sugimin, Jumlah pelanggan dari Jakarta cukup banyak, mencapai 30 persen dari total pelanggan. Padahal, pelanggan dari Jakarta biasanya justru melakukan transaksi cukup besar. &quot;Mencapai Rp15 juta sekali transaksi,&quot; jelasnya.Dirinya memperkirakan, banjir besar yang melanda Jakarta memicu tersendatnya transaksi penjualan akibat lumpuhnya perdagangan di pasar kain di Jakarta. &quot;Biasanya sebelum banjir melanda Jakarta, sekali kirim sampai 10 bal kain ke Jakarta. Sekarang, adanya banjir pedagang di Pasar Klewer ikut terkena imbasnya,&quot; katanya.Tak hanya banjir di Jakarta yang memicu penurunan omzet, faktor cuaca buruk yang berimbas terhadap kondisi air laut, juga ikut mempengaruhi penjualan. Sehingga para pedagang pakaian yang biasannya datang dari luar Jawa saat ini juga sangat jarang berbelanja di Pasar Klewer. &quot;Semenjak pelayaran terganggu akibat gelombang tinggi,&quot; katanya.Kini para pedagang di Pasar Klewer hanya mengandalkan penjualan eceran, dari para pedagang dari sekira Surakarta. &quot;Omzet kita turun hingga 60 persen,&quot; katanya.Salah satu pedagang lain, Agus Santoso pemilik kios Sopo Nyono juga mengatakan bahwa omzetnya menurun drastis sebagai akibat cuaca buruk yang terjadi di beberapa tempat. &quot;Sekarang dapat omzet Rp5 juta per hari sangat sulit,&quot; katanya.Padahal sebelumnya, dirinya mampu meraih omzet hingga Rp35 juta tiap harinya. Sebagian besar dagangan didominasi oleh batik dan seragam sekolah.Para pedagang hingga saat ini belum mempunyai solusi, selain berharap bencana banjir maupun gelombang tinggi segera berhenti.&quot;Kalau sekarang kita hanya bisa mengandalkan penjualan ritel dari pedagang di sekitar Surakarta,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SOLO - Banjir yang melanda Jakarta, ternyata berimbas terhadap penjualan kain di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Para pedagang mengaku, sejak banjir melanda Ibu Kota, omzet penjualan mereka ke Jakarta mengalami penurunan.Saat ini para pedagang hanya mengandalkan para pembeli yang datang dari Kota-kota lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk penjualan tingkat eceran. &quot;Pelanggan dari luar kota, terutama Jakarta kini sangat jarang muncul,&quot; kata pemilik kios Kurnia di Pasar Klewer, Ignatius Sugimin, kepada Okezone di Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/1/2013).Menurut Sugimin, Jumlah pelanggan dari Jakarta cukup banyak, mencapai 30 persen dari total pelanggan. Padahal, pelanggan dari Jakarta biasanya justru melakukan transaksi cukup besar. &quot;Mencapai Rp15 juta sekali transaksi,&quot; jelasnya.Dirinya memperkirakan, banjir besar yang melanda Jakarta memicu tersendatnya transaksi penjualan akibat lumpuhnya perdagangan di pasar kain di Jakarta. &quot;Biasanya sebelum banjir melanda Jakarta, sekali kirim sampai 10 bal kain ke Jakarta. Sekarang, adanya banjir pedagang di Pasar Klewer ikut terkena imbasnya,&quot; katanya.Tak hanya banjir di Jakarta yang memicu penurunan omzet, faktor cuaca buruk yang berimbas terhadap kondisi air laut, juga ikut mempengaruhi penjualan. Sehingga para pedagang pakaian yang biasannya datang dari luar Jawa saat ini juga sangat jarang berbelanja di Pasar Klewer. &quot;Semenjak pelayaran terganggu akibat gelombang tinggi,&quot; katanya.Kini para pedagang di Pasar Klewer hanya mengandalkan penjualan eceran, dari para pedagang dari sekira Surakarta. &quot;Omzet kita turun hingga 60 persen,&quot; katanya.Salah satu pedagang lain, Agus Santoso pemilik kios Sopo Nyono juga mengatakan bahwa omzetnya menurun drastis sebagai akibat cuaca buruk yang terjadi di beberapa tempat. &quot;Sekarang dapat omzet Rp5 juta per hari sangat sulit,&quot; katanya.Padahal sebelumnya, dirinya mampu meraih omzet hingga Rp35 juta tiap harinya. Sebagian besar dagangan didominasi oleh batik dan seragam sekolah.Para pedagang hingga saat ini belum mempunyai solusi, selain berharap bencana banjir maupun gelombang tinggi segera berhenti.&quot;Kalau sekarang kita hanya bisa mengandalkan penjualan ritel dari pedagang di sekitar Surakarta,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
