<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PU Siap Perbaiki Infrastuktur yang Rusak Akibat Banjir</title><description>Hujan yang mengguyur Jakarta telah menyebabkan banjir di sejumlah  daerah. Banjir ini, telah merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan  dan tanggul yang jebol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750002/pu-siap-perbaiki-infrastuktur-yang-rusak-akibat-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750002/pu-siap-perbaiki-infrastuktur-yang-rusak-akibat-banjir"/><item><title>PU Siap Perbaiki Infrastuktur yang Rusak Akibat Banjir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750002/pu-siap-perbaiki-infrastuktur-yang-rusak-akibat-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750002/pu-siap-perbaiki-infrastuktur-yang-rusak-akibat-banjir</guid><pubDate>Selasa 22 Januari 2013 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Maesaroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/22/320/750002/tpnAbHj2Qn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/22/320/750002/tpnAbHj2Qn.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hujan yang mengguyur Jakarta telah menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Banjir ini, telah merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan tanggul yang jebol.Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto mengungkapkan, perbaikan jalan dan tanggul tersebut nantinya ada dalam belanja modal PU. Menurutnya, sebagian besar anggaran PU digunakan untuk belanja modal.Dia menjelaskan, berdasarkan penyerapan, Kementerian PU telah menyerap anggaran mencapai 90 persen yang digunakan untuk pembangunan di Indonesia. Sementara sekira sembilan persen masih belum terserap. &quot;Dan semua yang masuk ke PU hampir semua belanja modal, kita untuk gaji paling berapa. Banyak untuk bikin jalan, irigasi semuanya masuk belanja modal,&quot; jelas dia di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2013).Joko melanjutkan, anggaran yang tidak terserap berasal dari tender-tender yang belum rampung, sehingga masih terdapat tanda bintang pada buku laporan anggaran.&quot;Ada yang karena pembebasan tanah terlambat makanya tidak bisa dikerjakan walau sudah masuk ke kontrak, termasuk antara lain normalisasi kali Pesanggrahan, Angke dan Sunter. Itu kontraknya sudah ada, tapi kemarin tertatih-tatih di 2012, karena tanahnya belum dibebaskan dan pembebasan itu tugasnya kepala daerah,&quot; jelas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan yang mengguyur Jakarta telah menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Banjir ini, telah merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan tanggul yang jebol.Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto mengungkapkan, perbaikan jalan dan tanggul tersebut nantinya ada dalam belanja modal PU. Menurutnya, sebagian besar anggaran PU digunakan untuk belanja modal.Dia menjelaskan, berdasarkan penyerapan, Kementerian PU telah menyerap anggaran mencapai 90 persen yang digunakan untuk pembangunan di Indonesia. Sementara sekira sembilan persen masih belum terserap. &quot;Dan semua yang masuk ke PU hampir semua belanja modal, kita untuk gaji paling berapa. Banyak untuk bikin jalan, irigasi semuanya masuk belanja modal,&quot; jelas dia di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2013).Joko melanjutkan, anggaran yang tidak terserap berasal dari tender-tender yang belum rampung, sehingga masih terdapat tanda bintang pada buku laporan anggaran.&quot;Ada yang karena pembebasan tanah terlambat makanya tidak bisa dikerjakan walau sudah masuk ke kontrak, termasuk antara lain normalisasi kali Pesanggrahan, Angke dan Sunter. Itu kontraknya sudah ada, tapi kemarin tertatih-tatih di 2012, karena tanahnya belum dibebaskan dan pembebasan itu tugasnya kepala daerah,&quot; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
