<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KEN: Hanya 75% Masyarakat Miskin yang Nikmati Raskin</title><description>Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyebut, hanya sekira 75 persen dari  masyarakat miskin Indonesia yang menikmati beras miskin (raskin).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750220/ken-hanya-75-masyarakat-miskin-yang-nikmati-raskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750220/ken-hanya-75-masyarakat-miskin-yang-nikmati-raskin"/><item><title>KEN: Hanya 75% Masyarakat Miskin yang Nikmati Raskin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750220/ken-hanya-75-masyarakat-miskin-yang-nikmati-raskin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750220/ken-hanya-75-masyarakat-miskin-yang-nikmati-raskin</guid><pubDate>Selasa 22 Januari 2013 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/22/320/750220/PE5N3yezBU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Bramantyo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/22/320/750220/PE5N3yezBU.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Bramantyo/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyebut, hanya sekira 75 persen dari masyarakat miskin Indonesia yang menikmati beras miskin (raskin). Karena itu, pemerintah disarankan melakukan pendampingan dalam mencegah kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin.&quot;Orang miskin yang nikmati raskin itu hanya 75 persen, yang 25 persen itu tidak menikmat. Lalu, raskin itu biasanya pemerataan bukan yang miskin yang dapat,&quot; ungkap Sekretaris KEN Aviliani, di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/1/2013).Menurut Aviliani, KEN juga menyebut bahwa orang miskin ini tidak memiliki akses untuk informasi sehingga tidak tahu haknya. Karena itu, Aviliani menyarankan agar pemerintah melakukan pendampingan.&quot;Kita harapkan di sini ada pendampingan, ini bisa dari pekerja sosial untuk memberikan informasi dan hak-hak&amp;nbsp; terhadap orang miskin,&quot; tambahnya.Sebelumnya, KEN menyarankan pemerintah agar fokus pada penanganan 70 juta masyarakat Indonesia yang hampir miskin dalam mencegah kesenjangan di masyarakat. Pasalnya, golongan inilah yang paling rentan terhadap kenaikan harga.Sekretaris KEN Aviliani menyebut, masyarakat miskin Indonesia terbagi dalam kategori miskin dan hampir miskin. Masyarakat miskin, jumlahnya 29 juta orang dan hampir miskin 70 juta orang. Masyarakat hampir miskin inilah yang diharapkan bisa naik kelas ke kelas menengah. Meski begitu, masyarakat kelas ini sangat rentan dengan segala macam kenaikan harga.&quot;Nah, 70 juta orang yang rentan ini harus dibereskan karena ternyata dari pendapatan perkapitanya orang-orang ini hanya dua persen kenaikannya, jadi relatif kecil. Padahal, kalau dilihat inflasi saja empat sampai lima persen, jadi dia tergerus terus karena itu dia tidak naik kelas,&quot; tambah Aviliani.</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyebut, hanya sekira 75 persen dari masyarakat miskin Indonesia yang menikmati beras miskin (raskin). Karena itu, pemerintah disarankan melakukan pendampingan dalam mencegah kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin.&quot;Orang miskin yang nikmati raskin itu hanya 75 persen, yang 25 persen itu tidak menikmat. Lalu, raskin itu biasanya pemerataan bukan yang miskin yang dapat,&quot; ungkap Sekretaris KEN Aviliani, di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/1/2013).Menurut Aviliani, KEN juga menyebut bahwa orang miskin ini tidak memiliki akses untuk informasi sehingga tidak tahu haknya. Karena itu, Aviliani menyarankan agar pemerintah melakukan pendampingan.&quot;Kita harapkan di sini ada pendampingan, ini bisa dari pekerja sosial untuk memberikan informasi dan hak-hak&amp;nbsp; terhadap orang miskin,&quot; tambahnya.Sebelumnya, KEN menyarankan pemerintah agar fokus pada penanganan 70 juta masyarakat Indonesia yang hampir miskin dalam mencegah kesenjangan di masyarakat. Pasalnya, golongan inilah yang paling rentan terhadap kenaikan harga.Sekretaris KEN Aviliani menyebut, masyarakat miskin Indonesia terbagi dalam kategori miskin dan hampir miskin. Masyarakat miskin, jumlahnya 29 juta orang dan hampir miskin 70 juta orang. Masyarakat hampir miskin inilah yang diharapkan bisa naik kelas ke kelas menengah. Meski begitu, masyarakat kelas ini sangat rentan dengan segala macam kenaikan harga.&quot;Nah, 70 juta orang yang rentan ini harus dibereskan karena ternyata dari pendapatan perkapitanya orang-orang ini hanya dua persen kenaikannya, jadi relatif kecil. Padahal, kalau dilihat inflasi saja empat sampai lima persen, jadi dia tergerus terus karena itu dia tidak naik kelas,&quot; tambah Aviliani.</content:encoded></item></channel></rss>
