<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPRD Heran Harga Daging Sapi di Jabar Sebulan Naik 3x</title><description>Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Andriany Gantina merasa heran dengan kenaikan harga daging sapi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750302/dprd-heran-harga-daging-sapi-di-jabar-sebulan-naik-3x</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750302/dprd-heran-harga-daging-sapi-di-jabar-sebulan-naik-3x"/><item><title>DPRD Heran Harga Daging Sapi di Jabar Sebulan Naik 3x</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750302/dprd-heran-harga-daging-sapi-di-jabar-sebulan-naik-3x</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/22/320/750302/dprd-heran-harga-daging-sapi-di-jabar-sebulan-naik-3x</guid><pubDate>Selasa 22 Januari 2013 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Ispranoto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/22/320/750302/TNSh8TR5CH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/22/320/750302/TNSh8TR5CH.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Andriany Gantina merasa heran dengan kenaikan harga daging sapi. Pasalnya selama ini, harga daging naik hanya satu sampai dua kali dalam setahun.&quot;Tapi kali ini kenaikan harga dalam satu bulan bisa sampai tiga kali. Hal itu bukan hanya berdampak pada harga daging dipasaran tapi juga produk turunan lain seperti sosis dan baso,&quot; ujar Selly, usai beraudiensi dengan para pedangang sapi, di Gedung DPRD Jabar, Selasa (22/1/2013).Untuk itu, pihaknya bersama Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Pusat dan Departemen Pertanian dalam hal impor daging sapi khusus wilayah Jawa barat.Menurutnya, saat ini perusahaan ritel seperti supermarket dan hypermarket mulai kebanjiran daging impor. Padahal kebijakan untuk daging impor hanya dikhususkan kepada restauran, hotel, dan katering.&quot;Ini yang harus dilakukan pengawasan terpadu antara Pemprov dengan Polda Jabar untuk membantu dari sisi keamanananya,&quot; tegasnya.Selly juga menyayangkan saat ini Pemprov Jabar baru bisa memenuhi 30 persen dari kebutuhan sapi yang mencapai 30-40 ribu ekor sapi per bulan.&quot;Sisanya dipenuhi oleh Jateng, Jatim atau luar negeri seperti Australia dan New Zeland. Saya pikir Pemprov harus segera berkomunikasi dengan Departemen Pertanian dan DPR RI berkaitan dengan kuota import daging sapi di Jabar,&quot; tuturnya.Dia juga menyarankan Pemprov Jabar agar memiliki politik anggaran yang jelas terhadap komunitas pangan yang menyangkut kebutuhan masyarakat Jabar.</description><content:encoded>BANDUNG - Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Andriany Gantina merasa heran dengan kenaikan harga daging sapi. Pasalnya selama ini, harga daging naik hanya satu sampai dua kali dalam setahun.&quot;Tapi kali ini kenaikan harga dalam satu bulan bisa sampai tiga kali. Hal itu bukan hanya berdampak pada harga daging dipasaran tapi juga produk turunan lain seperti sosis dan baso,&quot; ujar Selly, usai beraudiensi dengan para pedangang sapi, di Gedung DPRD Jabar, Selasa (22/1/2013).Untuk itu, pihaknya bersama Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Pusat dan Departemen Pertanian dalam hal impor daging sapi khusus wilayah Jawa barat.Menurutnya, saat ini perusahaan ritel seperti supermarket dan hypermarket mulai kebanjiran daging impor. Padahal kebijakan untuk daging impor hanya dikhususkan kepada restauran, hotel, dan katering.&quot;Ini yang harus dilakukan pengawasan terpadu antara Pemprov dengan Polda Jabar untuk membantu dari sisi keamanananya,&quot; tegasnya.Selly juga menyayangkan saat ini Pemprov Jabar baru bisa memenuhi 30 persen dari kebutuhan sapi yang mencapai 30-40 ribu ekor sapi per bulan.&quot;Sisanya dipenuhi oleh Jateng, Jatim atau luar negeri seperti Australia dan New Zeland. Saya pikir Pemprov harus segera berkomunikasi dengan Departemen Pertanian dan DPR RI berkaitan dengan kuota import daging sapi di Jabar,&quot; tuturnya.Dia juga menyarankan Pemprov Jabar agar memiliki politik anggaran yang jelas terhadap komunitas pangan yang menyangkut kebutuhan masyarakat Jabar.</content:encoded></item></channel></rss>
