<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> KEN: 70% Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran</title><description>Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyebut subsidi BBM yang diberikan  pemerintah ke pemerintah salah sasaran. Karena itu, KEN menyarankan  pemerintah mengurangi jumlah subsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/23/20/750479/ken-70-subsidi-bbm-tidak-tepat-sasaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/23/20/750479/ken-70-subsidi-bbm-tidak-tepat-sasaran"/><item><title> KEN: 70% Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/23/20/750479/ken-70-subsidi-bbm-tidak-tepat-sasaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/23/20/750479/ken-70-subsidi-bbm-tidak-tepat-sasaran</guid><pubDate>Rabu 23 Januari 2013 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/23/20/750479/n2E2QchPD9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chairul Tanjung</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/23/20/750479/n2E2QchPD9.jpg</image><title>Chairul Tanjung</title></images><description>JAKARTA - Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyebut subsidi BBM yang diberikan pemerintah ke pemerintah salah sasaran. Karena itu, KEN menyarankan pemerintah mengurangi jumlah subsidi.&quot;Subsidi BBM banyak yang tidak sasaran karena subsidi bukan diberikan ke orang miskin. Kenyataannya, subsidi BBM digunakan untuk kendaraan pribadi jadi jatuhnya diberikan ke orang kaya,&quot; ungkap Ketua KEN Chairul Tanjung, di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/1/2013) malam.KEN menyebut, 70 persen subsidi BBM ternyata dinikmati oleh orang kaya. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah mengurangi besaran BBM subsidi.&quot;(Tanggapannya) Presiden setuju, wapres setuju, pemerintah akan membuat action plan tentang saran KEN ini, jadi nanti Februari mereka laporan lagi ke Presiden,&quot; tambah CT.Meskipun begitu, KEN tidak memberikan saran apakah pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi atau melakukan pembatasan.&quot;Itu langkahnya ada di pemerintah, kita memberikan masukan,&quot; pungkasnya.Selain menyarankan terkait subsidi BBM, KEN juga menyarankan postur APBN di 2013 dan 2014 mendatang agar pengeluaran dan pemasukan dapat berjalan dengan seimbang.</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyebut subsidi BBM yang diberikan pemerintah ke pemerintah salah sasaran. Karena itu, KEN menyarankan pemerintah mengurangi jumlah subsidi.&quot;Subsidi BBM banyak yang tidak sasaran karena subsidi bukan diberikan ke orang miskin. Kenyataannya, subsidi BBM digunakan untuk kendaraan pribadi jadi jatuhnya diberikan ke orang kaya,&quot; ungkap Ketua KEN Chairul Tanjung, di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/1/2013) malam.KEN menyebut, 70 persen subsidi BBM ternyata dinikmati oleh orang kaya. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah mengurangi besaran BBM subsidi.&quot;(Tanggapannya) Presiden setuju, wapres setuju, pemerintah akan membuat action plan tentang saran KEN ini, jadi nanti Februari mereka laporan lagi ke Presiden,&quot; tambah CT.Meskipun begitu, KEN tidak memberikan saran apakah pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi atau melakukan pembatasan.&quot;Itu langkahnya ada di pemerintah, kita memberikan masukan,&quot; pungkasnya.Selain menyarankan terkait subsidi BBM, KEN juga menyarankan postur APBN di 2013 dan 2014 mendatang agar pengeluaran dan pemasukan dapat berjalan dengan seimbang.</content:encoded></item></channel></rss>
