<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Si Bara Hitam, Energi yang Dianggap Tak Ramah Lingkungan</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memaksimalkan  penggunaan energi salah satunya energi batu bara. Pasalnya, batu bara  dianggap tidak ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/29/19/753402/si-bara-hitam-energi-yang-dianggap-tak-ramah-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/01/29/19/753402/si-bara-hitam-energi-yang-dianggap-tak-ramah-lingkungan"/><item><title>Si Bara Hitam, Energi yang Dianggap Tak Ramah Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/01/29/19/753402/si-bara-hitam-energi-yang-dianggap-tak-ramah-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/01/29/19/753402/si-bara-hitam-energi-yang-dianggap-tak-ramah-lingkungan</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2013 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/29/19/753402/yPb76xMhez.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/29/19/753402/yPb76xMhez.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memaksimalkan penggunaan energi salah satunya energi batu bara. Pasalnya, batu bara dianggap tidak ramah lingkungan.&quot;Kita tahu bahwa batu bara ini dikenal sebagai energi yang agak tidak ramah lingkungan. Namun sudah ada teknologi carbon capture sehingga ramah lingkungan,&quot; ujar Menteri ESDM Jero Wacik di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/1/2013)Jero menambahkan, penggunaan batu bara saat ini hanya sekira 24,5 persen dalam bauran energi nasional. Namun, dalam Peraturan Presiden (Perpres) pengunaanya akan dinaikan menjadi 33 persen. Sedangkan dalam skema Dewan Energi Nasional (DEN), penggunaan energi batubara menjadi 30,7 persen di tahun 2025. &quot;Peran batu bara ke depan akan tetap banyak. Kebutuhan listrik akan sumber energi itu tetap mengalami pertumbuhan,&quot; tuturnya.Karena itu, Jero terus mendesak DEN agar berupaya menyusun kebijakan di sektor energi menyusul tumbuhnya ekonomi nasional serta meningkatnya konsumsi di sektor tersebut.Diperkirakan pertumbuhan ekonomi negara tumbuh dengan pesat di atas 6 persen dan diperkirakan 2013 dan seterusnya di atas 6 persen.&quot;Kalau ekonomi tumbuh enam hingga tujuh persen, konsekuensinya adalah di industri, listrik, dan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu akan kurang. Kecepatan kita menyiapkan listrik dan bahan bakar itu yang perlu dibenahi. Jangan sampai ekonomi tumbuh tapi sektor energinya tidak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memaksimalkan penggunaan energi salah satunya energi batu bara. Pasalnya, batu bara dianggap tidak ramah lingkungan.&quot;Kita tahu bahwa batu bara ini dikenal sebagai energi yang agak tidak ramah lingkungan. Namun sudah ada teknologi carbon capture sehingga ramah lingkungan,&quot; ujar Menteri ESDM Jero Wacik di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/1/2013)Jero menambahkan, penggunaan batu bara saat ini hanya sekira 24,5 persen dalam bauran energi nasional. Namun, dalam Peraturan Presiden (Perpres) pengunaanya akan dinaikan menjadi 33 persen. Sedangkan dalam skema Dewan Energi Nasional (DEN), penggunaan energi batubara menjadi 30,7 persen di tahun 2025. &quot;Peran batu bara ke depan akan tetap banyak. Kebutuhan listrik akan sumber energi itu tetap mengalami pertumbuhan,&quot; tuturnya.Karena itu, Jero terus mendesak DEN agar berupaya menyusun kebijakan di sektor energi menyusul tumbuhnya ekonomi nasional serta meningkatnya konsumsi di sektor tersebut.Diperkirakan pertumbuhan ekonomi negara tumbuh dengan pesat di atas 6 persen dan diperkirakan 2013 dan seterusnya di atas 6 persen.&quot;Kalau ekonomi tumbuh enam hingga tujuh persen, konsekuensinya adalah di industri, listrik, dan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu akan kurang. Kecepatan kita menyiapkan listrik dan bahan bakar itu yang perlu dibenahi. Jangan sampai ekonomi tumbuh tapi sektor energinya tidak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
