<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Inflasi Belum Bisa Paksa BI Naikkan BI Rate</title><description>Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok membawa inflasi melonjak ke kisaran  1,03 persen. Karenanya, inflasi inti Januari berada dalam kisaran 4,57  persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/02/20/755744/inflasi-belum-bisa-paksa-bi-naikkan-bi-rate</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/02/20/755744/inflasi-belum-bisa-paksa-bi-naikkan-bi-rate"/><item><title> Inflasi Belum Bisa Paksa BI Naikkan BI Rate</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/02/20/755744/inflasi-belum-bisa-paksa-bi-naikkan-bi-rate</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/02/20/755744/inflasi-belum-bisa-paksa-bi-naikkan-bi-rate</guid><pubDate>Sabtu 02 Februari 2013 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/02/20/755744/7dKsvPgLQ0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/02/20/755744/7dKsvPgLQ0.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok membawa inflasi melonjak ke kisaran 1,03 persen. Karenanya, inflasi inti Januari berada dalam kisaran 4,57 persen.Meski naik, namun angka inflasi inti ini belum akan menjadi alasan bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI rate. Apalagi, pergerakan rupiah belum bisa dibilang aman.&quot;Dengan inflasi yoy 4,57persen, belum ada alasan bagi BI untuk mengubah BI rate,&quot; kata Pengamat ekonomi, Tony Prasetiantono, dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Jakarta, Sabtu, (2/1/2013).Tony menjelaskan, bila BI Rate diturunkan akan membahayakan Rupiah yang kini berada di level lemah Rp9.700 per USD. Akan tetapi, lanjut dia, bila inflasi berada pada kisaran lima persen sampai akhir tahun, maka pilihan BI hanya di tetap dan menaikan BI Rate.Tony mengatakan, meski nantinya suku bunga dinaikan, masih diyakini ekspansi kredit bank masih mencapai 20 persen. &quot;Dengan level inflasi ini, maka pilihan bagi BI rate adalah tetap 5,75 persen atau naik 6 persen,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok membawa inflasi melonjak ke kisaran 1,03 persen. Karenanya, inflasi inti Januari berada dalam kisaran 4,57 persen.Meski naik, namun angka inflasi inti ini belum akan menjadi alasan bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI rate. Apalagi, pergerakan rupiah belum bisa dibilang aman.&quot;Dengan inflasi yoy 4,57persen, belum ada alasan bagi BI untuk mengubah BI rate,&quot; kata Pengamat ekonomi, Tony Prasetiantono, dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Jakarta, Sabtu, (2/1/2013).Tony menjelaskan, bila BI Rate diturunkan akan membahayakan Rupiah yang kini berada di level lemah Rp9.700 per USD. Akan tetapi, lanjut dia, bila inflasi berada pada kisaran lima persen sampai akhir tahun, maka pilihan BI hanya di tetap dan menaikan BI Rate.Tony mengatakan, meski nantinya suku bunga dinaikan, masih diyakini ekspansi kredit bank masih mencapai 20 persen. &quot;Dengan level inflasi ini, maka pilihan bagi BI rate adalah tetap 5,75 persen atau naik 6 persen,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
