<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kemendag: Ekspor Migas RI Turun 10,9%</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan ekspor periode  Januari-Desember 2012 mencapai USD190 miliar atau turun 6,6 persen Year  to Year (YoY).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/04/320/756397/kemendag-ekspor-migas-ri-turun-10-9</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/04/320/756397/kemendag-ekspor-migas-ri-turun-10-9"/><item><title> Kemendag: Ekspor Migas RI Turun 10,9%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/04/320/756397/kemendag-ekspor-migas-ri-turun-10-9</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/04/320/756397/kemendag-ekspor-migas-ri-turun-10-9</guid><pubDate>Senin 04 Februari 2013 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rezkiana Nisaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/04/320/756397/BY7XygJqgI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/04/320/756397/BY7XygJqgI.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan ekspor periode Januari-Desember 2012 mencapai USD190 miliar atau turun 6,6 persen Year to Year (YoY). Ekspor tediri dari ekspor migas USD37 miliar, turun 10,9 peren, dan nonmigas sebesar USD153,1 miliar, atau turun 5,5 persen.Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krishnamurti mengatakan, melambatnya kinerja ekspor Indonesia disebabkan menurunnya permintaan dari beberapa mitra dagang Indonesia. Selain itu, harga beberapa komoditas utama ekspor Indonesia mengalami peningkatan 3,1 persen, dan nilainya mengalami penurunan hingga 6,6 persen.&quot;Permintaan berkurang dari beberapa mitra dagang kita, komoditas utama ekspor mengalami penurunan harga dan ini terlihat dari volume ekspor dan nilainya&quot;, ujar Bayu, saat konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/1/2013).Di samping itu, kebijakan bea keluar CPO dan bijih kakao juga berdampak pada meningkatnya ekspor yang lebih bernilai tambah dari dua produk tersebut. &quot;Dua produk tersebut CPO dan bijih kakao sangat berdampak pada peningkatan ekspor lebih bernilai tambah,&quot; tukasnya.Selama periode Januari sampai November 2012, pangsa nilai dan volume ekspor produk olahan dari CPO dan kakao menjadi lebih besar daripada produk mentahnya. Pangsa volume ekspor CPO 34,1 persen dan produk turunan CPO sebesar 65,9 persen dan pangsa nilai ekspor CPO 33,4 persen dan produk turunan CPO 66,6 persen.Sementara itu, pangsa volume bijih kakao sebesar 45 persen dan kakao olahan sebesar 55 persen dan pangsa nilai ekspor bijih kakao sebesar 39 persen dan kakao olahan sebesar 61 persen.Hal ini serupa juga terjadi pada kinerja ekspor rotan. Pasca kebijakan pelarangan eskpor rotan, produktivitas industri olahan rotan di dalam negeri mengalami peningkatan. &quot;Kinerjanya serupa dengan ekpor rutan,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan ekspor periode Januari-Desember 2012 mencapai USD190 miliar atau turun 6,6 persen Year to Year (YoY). Ekspor tediri dari ekspor migas USD37 miliar, turun 10,9 peren, dan nonmigas sebesar USD153,1 miliar, atau turun 5,5 persen.Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krishnamurti mengatakan, melambatnya kinerja ekspor Indonesia disebabkan menurunnya permintaan dari beberapa mitra dagang Indonesia. Selain itu, harga beberapa komoditas utama ekspor Indonesia mengalami peningkatan 3,1 persen, dan nilainya mengalami penurunan hingga 6,6 persen.&quot;Permintaan berkurang dari beberapa mitra dagang kita, komoditas utama ekspor mengalami penurunan harga dan ini terlihat dari volume ekspor dan nilainya&quot;, ujar Bayu, saat konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/1/2013).Di samping itu, kebijakan bea keluar CPO dan bijih kakao juga berdampak pada meningkatnya ekspor yang lebih bernilai tambah dari dua produk tersebut. &quot;Dua produk tersebut CPO dan bijih kakao sangat berdampak pada peningkatan ekspor lebih bernilai tambah,&quot; tukasnya.Selama periode Januari sampai November 2012, pangsa nilai dan volume ekspor produk olahan dari CPO dan kakao menjadi lebih besar daripada produk mentahnya. Pangsa volume ekspor CPO 34,1 persen dan produk turunan CPO sebesar 65,9 persen dan pangsa nilai ekspor CPO 33,4 persen dan produk turunan CPO 66,6 persen.Sementara itu, pangsa volume bijih kakao sebesar 45 persen dan kakao olahan sebesar 55 persen dan pangsa nilai ekspor bijih kakao sebesar 39 persen dan kakao olahan sebesar 61 persen.Hal ini serupa juga terjadi pada kinerja ekspor rotan. Pasca kebijakan pelarangan eskpor rotan, produktivitas industri olahan rotan di dalam negeri mengalami peningkatan. &quot;Kinerjanya serupa dengan ekpor rutan,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
