<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Rothshild Bikin Bingung Investor!&quot;</title><description>PT Borneo Lumbung Energi &amp;amp; Metal Tbk (BORN) menyatakan bila Nat  Rothshild telah membuat investor menjadi bingung dan terganggu dengan  pernyataan-pernyataan yang selama ini dilontarkannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/13/278/760852/rothshild-bikin-bingung-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/13/278/760852/rothshild-bikin-bingung-investor"/><item><title>&quot;Rothshild Bikin Bingung Investor!&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/13/278/760852/rothshild-bikin-bingung-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/13/278/760852/rothshild-bikin-bingung-investor</guid><pubDate>Rabu 13 Februari 2013 07:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/12/278/760852/DleDqwBHko.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nat Rothschild. (Foto: Telegraph.co.uk)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/12/278/760852/DleDqwBHko.jpg</image><title>Nat Rothschild. (Foto: Telegraph.co.uk)</title></images><description>JAKARTA - PT Borneo Lumbung Energi &amp;amp; Metal Tbk (BORN) menyatakan bila Nat Rothshild telah membuat investor menjadi bingung dan terganggu dengan pernyataan-pernyataan yang selama ini dilontarkannya.&quot;Pendapat kami bahwa kebingungan di kalangan investor, ketidakpastian dan gangguan dari pernyataanâ€?pernyataan dan tindakanâ€?tindakan yang dilakukan Nat telah menyebabkan kerusakan dengan nilai yang cukup besar,&quot; ujar Dirut BORN Alexander Ramlie, dalam siaran persnya, seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/2/2013).Menurut dia, semua hal tersebut dilakukan untuk merugikan kepentingan seluruh pemegang saham, yang sebagian besar memiliki ongkos investasi di Bumi PLC yang jauh lebih tinggi dibandingkan Nat. Pihaknya mempercayai dengan bermodal sekira 3,50 poundsterling per saham.&quot;Kami percaya bahwa pernyataannya yang secara konsisten tak terduga serta memecah belah mitra sesama pemodal telah menyebabkan kerusakan berat atas hubungan yang sudah kritis, dan menghambat kemampuan manajemen Bumi PLC untuk fokus pada bisnis saat ini serta untuk memulihkan dan membangun nilai pemegang saham,&quot; bebernya.Oleh karena itu, tambahnya, perseroan mempercayai bahwa investor Bumi Plc harus meminta agar Nat menjelaskan apa yang diketahuinya sejak awal dan juga meminta agar ia mengungkapkan apa yang ia ketahui tentang keberadaan pihak terkait antara Grup Bakrie dan Bukit Mutiara.&quot;Dan jika ia memiliki pengetahuan akan hal tersebut, mengapa ia tidak mengungkapkan hal tersebut kepada Panel Pengambilalihan (Takeover Panel), Direksi Bumi Plc, atau investor pendiri Vallar,&quot; tuturnya.Seperti diketahui, dalam sebuah email kepada ketua Bumi Plc, Samin Tan, yakni April 2012, Nat Rothschild mengatakan ia 'menyaksikan ratusan juta dolar yang dilucuti keluar dari perusahaan ini'. Nat juga menuliskan: 'Ya, kami mengetahui tentang hal ini ketika kita dengan naif menandatangani kesepakatan ini, tetapi kami diberitahukan bahwa hal itu akan berhenti dan perusahaan telah berbalik arah.'Kala itu, Nat adalah wakil ketua Bumi Plc sejak dari pembentukan perusahaan dan memiliki kewajiban kepada Dewan dan pemodal, baik di Vallar dan Bumi Plc, untuk mengungkapkan apa yang diketahuinya ketika ia memimpin transaksi untuk bergabung dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Borneo Lumbung Energi &amp;amp; Metal Tbk (BORN) menyatakan bila Nat Rothshild telah membuat investor menjadi bingung dan terganggu dengan pernyataan-pernyataan yang selama ini dilontarkannya.&quot;Pendapat kami bahwa kebingungan di kalangan investor, ketidakpastian dan gangguan dari pernyataanâ€?pernyataan dan tindakanâ€?tindakan yang dilakukan Nat telah menyebabkan kerusakan dengan nilai yang cukup besar,&quot; ujar Dirut BORN Alexander Ramlie, dalam siaran persnya, seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/2/2013).Menurut dia, semua hal tersebut dilakukan untuk merugikan kepentingan seluruh pemegang saham, yang sebagian besar memiliki ongkos investasi di Bumi PLC yang jauh lebih tinggi dibandingkan Nat. Pihaknya mempercayai dengan bermodal sekira 3,50 poundsterling per saham.&quot;Kami percaya bahwa pernyataannya yang secara konsisten tak terduga serta memecah belah mitra sesama pemodal telah menyebabkan kerusakan berat atas hubungan yang sudah kritis, dan menghambat kemampuan manajemen Bumi PLC untuk fokus pada bisnis saat ini serta untuk memulihkan dan membangun nilai pemegang saham,&quot; bebernya.Oleh karena itu, tambahnya, perseroan mempercayai bahwa investor Bumi Plc harus meminta agar Nat menjelaskan apa yang diketahuinya sejak awal dan juga meminta agar ia mengungkapkan apa yang ia ketahui tentang keberadaan pihak terkait antara Grup Bakrie dan Bukit Mutiara.&quot;Dan jika ia memiliki pengetahuan akan hal tersebut, mengapa ia tidak mengungkapkan hal tersebut kepada Panel Pengambilalihan (Takeover Panel), Direksi Bumi Plc, atau investor pendiri Vallar,&quot; tuturnya.Seperti diketahui, dalam sebuah email kepada ketua Bumi Plc, Samin Tan, yakni April 2012, Nat Rothschild mengatakan ia 'menyaksikan ratusan juta dolar yang dilucuti keluar dari perusahaan ini'. Nat juga menuliskan: 'Ya, kami mengetahui tentang hal ini ketika kita dengan naif menandatangani kesepakatan ini, tetapi kami diberitahukan bahwa hal itu akan berhenti dan perusahaan telah berbalik arah.'Kala itu, Nat adalah wakil ketua Bumi Plc sejak dari pembentukan perusahaan dan memiliki kewajiban kepada Dewan dan pemodal, baik di Vallar dan Bumi Plc, untuk mengungkapkan apa yang diketahuinya ketika ia memimpin transaksi untuk bergabung dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).</content:encoded></item></channel></rss>
