<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jeritan Hati si Pedagang Daging</title><description>Harga daging sapi yang terus melambung tinggi, membuat para pedagang  daging di Karanganyar, Jawa Tengah menjerit. Pasalnya, para pembeli  enggan berbelanja sejak kenaikan harga tak terkendali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/14/320/761727/jeritan-hati-si-pedagang-daging</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/14/320/761727/jeritan-hati-si-pedagang-daging"/><item><title>Jeritan Hati si Pedagang Daging</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/14/320/761727/jeritan-hati-si-pedagang-daging</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/14/320/761727/jeritan-hati-si-pedagang-daging</guid><pubDate>Kamis 14 Februari 2013 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/14/320/761727/vJ5VjgcNzb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Rezkiana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/14/320/761727/vJ5VjgcNzb.jpg</image><title>(Foto: Rezkiana/Okezone)</title></images><description>KARANGANYAR - Harga daging sapi yang terus melambung tinggi, membuat para pedagang daging di Karanganyar, Jawa Tengah menjerit. Pasalnya, para pembeli enggan berbelanja sejak kenaikan harga tak terkendali.Para pedagang menilai, ada permainan politik dalam kenaikan harga daging ini. Suasana los daging di Pasar Palu, Karanganyar, Kamis (14/2/2013), yang biasanya ramai kini sepi tanpa ada pembeli yang mengantre.sementara di meja pedagang, tumpukan daging sapi masih terbilang banyak. Para pedagang pun hanya duduk melamun, menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Kalaupun ada pembeli, mereka hanya membeli sedikit saja. Di Karanganyar, harga daging sapi mencapai Rp90 ribu per kilogram (kg).&quot;Harganya naik drastis, semula hanya Rp65 ribu-Rp70 ribu per kg. Ada permainan politik terkait impor sapi, sementara pasokan daging sapi lokal, terus terlambat dan menurun jumlahnya. Kami menunggu janji pemerintah terkait sensus sapi yang diklaim akan membuat pasokan daging melimpah,&quot; tegas Udin, pedagang daging sapi di pasar Palu, Karanganyar.Adapun pembeli yang masih setia datang, kebanyakan adalah para pedagang makanan. Mereka membeli daging untuk diolah dan dijual kembali. Seperti para pedagang daging, mereka pun kelimpungan dengan kenaikan harga daging ini.&quot;Saya mengaku bingung dengan kondisi ini. Saya menjual rawon, terpaksa mengurangi porsi daging untuk menghindari rugi,&quot; tukas salah satu pembeli daging, Mulyadi.Kenaikan harga yang terjadi setiap hari ini, mulai dirasakan semenjak tiga bulan terakhir. Bahkan setelah Lebaran lalu, jumlah pembeli semakin berkurang. Kebanyakan para pelanggan daging sapi kini beralih ke daging ayam yang lebih terjangkau.Para pedagang pun berharap agar politisasi sapi ini dihentikan. Pasalnya para pedagang adalah pihak yang paling dirugikan akibat kenaikan tersebut. Mereka berharap agar harga daging secepatnya turun dan stabil.</description><content:encoded>KARANGANYAR - Harga daging sapi yang terus melambung tinggi, membuat para pedagang daging di Karanganyar, Jawa Tengah menjerit. Pasalnya, para pembeli enggan berbelanja sejak kenaikan harga tak terkendali.Para pedagang menilai, ada permainan politik dalam kenaikan harga daging ini. Suasana los daging di Pasar Palu, Karanganyar, Kamis (14/2/2013), yang biasanya ramai kini sepi tanpa ada pembeli yang mengantre.sementara di meja pedagang, tumpukan daging sapi masih terbilang banyak. Para pedagang pun hanya duduk melamun, menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Kalaupun ada pembeli, mereka hanya membeli sedikit saja. Di Karanganyar, harga daging sapi mencapai Rp90 ribu per kilogram (kg).&quot;Harganya naik drastis, semula hanya Rp65 ribu-Rp70 ribu per kg. Ada permainan politik terkait impor sapi, sementara pasokan daging sapi lokal, terus terlambat dan menurun jumlahnya. Kami menunggu janji pemerintah terkait sensus sapi yang diklaim akan membuat pasokan daging melimpah,&quot; tegas Udin, pedagang daging sapi di pasar Palu, Karanganyar.Adapun pembeli yang masih setia datang, kebanyakan adalah para pedagang makanan. Mereka membeli daging untuk diolah dan dijual kembali. Seperti para pedagang daging, mereka pun kelimpungan dengan kenaikan harga daging ini.&quot;Saya mengaku bingung dengan kondisi ini. Saya menjual rawon, terpaksa mengurangi porsi daging untuk menghindari rugi,&quot; tukas salah satu pembeli daging, Mulyadi.Kenaikan harga yang terjadi setiap hari ini, mulai dirasakan semenjak tiga bulan terakhir. Bahkan setelah Lebaran lalu, jumlah pembeli semakin berkurang. Kebanyakan para pelanggan daging sapi kini beralih ke daging ayam yang lebih terjangkau.Para pedagang pun berharap agar politisasi sapi ini dihentikan. Pasalnya para pedagang adalah pihak yang paling dirugikan akibat kenaikan tersebut. Mereka berharap agar harga daging secepatnya turun dan stabil.</content:encoded></item></channel></rss>
