<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Eks Dirut: Pertamina Lemah Teknologi &amp; Pengelolaan Lapangan</title><description>Kementrian ESDM masih belum menentukan evaluasi terkait pengelolaan Blok  Mahakam yang akan habis kontraknya di 2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/15/19/762311/eks-dirut-pertamina-lemah-teknologi-pengelolaan-lapangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/15/19/762311/eks-dirut-pertamina-lemah-teknologi-pengelolaan-lapangan"/><item><title> Eks Dirut: Pertamina Lemah Teknologi &amp; Pengelolaan Lapangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/15/19/762311/eks-dirut-pertamina-lemah-teknologi-pengelolaan-lapangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/15/19/762311/eks-dirut-pertamina-lemah-teknologi-pengelolaan-lapangan</guid><pubDate>Jum'at 15 Februari 2013 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/15/19/762311/UhcjGekL3L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/15/19/762311/UhcjGekL3L.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementrian ESDM masih belum menentukan evaluasi terkait pengelolaan Blok Mahakam yang akan habis kontraknya di 2017. Saat ini blok migas tersebut dikerjakan Total E&amp;amp;P Indonesie.Mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero) Ari H Soemarno mengatakan, Pertamina sebenarnya mampu mengelola Blok Mahakam yang terletak di Kalimantan Timur tersebut, jika dilihat dari sisi keuangan. Pasalnya, pendanaan akan dengan mudah diperoleh Pertamina. &quot;Tapi kelemahan Pertamina adalah dalam hal teknologi dan pengelolaan lapangan,&quot; ujar Ari melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (15/2/2013).Menurut Ari, Pertamina masih kurang berpengalaman. Oleh karena itu, jika memang nantinya blok yang akan habis masa kontraknya pada 2017 tersebut diserahkan ke Pertamina. Ari menilai, Pertamina harus mengelola secara bersama terlebih dahulu (joint operation) dengan Perusahaan yang sudah berpengalaman selama lima hingga 10 tahun setelah itu Pertamina ambil alih. &quot;Pengalamannya masih kurang, Sebaiknya blok itu dikelola secara joint operation dulu,&quot; ungkap Ari.Saat ini, Kementerian ESDM masih melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif serta melibatkan berbagai unsur terkait pengelolaan Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas (migas) Mahakam di Kalimantan Timur. Karenanya, masih belum ada keputusan final mengenai pengelolaan WK Mahakam yang akan berakhir masa kontraknya 2017. WK Mahakam saat ini ditangani oleh perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas Total EP dengan produksi minyak bumi sebesar 65.204 barrel/hari dan gas bumi sebesar 1.708,59 MMSCFD. Evaluasi dan kajian dilakukan terhadap cadangan dan potensi yang masih bisa diproduksikan pada WK Mahakam sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kajian maupun evaluasi teknis dan ekonomis masih dilakukan dengan mendasarkan pada pertimbangan tetap menguntungkan negara, pemenuhan dalam negeri dan mempertahankan/meningkatkan produksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementrian ESDM masih belum menentukan evaluasi terkait pengelolaan Blok Mahakam yang akan habis kontraknya di 2017. Saat ini blok migas tersebut dikerjakan Total E&amp;amp;P Indonesie.Mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero) Ari H Soemarno mengatakan, Pertamina sebenarnya mampu mengelola Blok Mahakam yang terletak di Kalimantan Timur tersebut, jika dilihat dari sisi keuangan. Pasalnya, pendanaan akan dengan mudah diperoleh Pertamina. &quot;Tapi kelemahan Pertamina adalah dalam hal teknologi dan pengelolaan lapangan,&quot; ujar Ari melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (15/2/2013).Menurut Ari, Pertamina masih kurang berpengalaman. Oleh karena itu, jika memang nantinya blok yang akan habis masa kontraknya pada 2017 tersebut diserahkan ke Pertamina. Ari menilai, Pertamina harus mengelola secara bersama terlebih dahulu (joint operation) dengan Perusahaan yang sudah berpengalaman selama lima hingga 10 tahun setelah itu Pertamina ambil alih. &quot;Pengalamannya masih kurang, Sebaiknya blok itu dikelola secara joint operation dulu,&quot; ungkap Ari.Saat ini, Kementerian ESDM masih melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif serta melibatkan berbagai unsur terkait pengelolaan Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas (migas) Mahakam di Kalimantan Timur. Karenanya, masih belum ada keputusan final mengenai pengelolaan WK Mahakam yang akan berakhir masa kontraknya 2017. WK Mahakam saat ini ditangani oleh perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas Total EP dengan produksi minyak bumi sebesar 65.204 barrel/hari dan gas bumi sebesar 1.708,59 MMSCFD. Evaluasi dan kajian dilakukan terhadap cadangan dan potensi yang masih bisa diproduksikan pada WK Mahakam sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kajian maupun evaluasi teknis dan ekonomis masih dilakukan dengan mendasarkan pada pertimbangan tetap menguntungkan negara, pemenuhan dalam negeri dan mempertahankan/meningkatkan produksi.</content:encoded></item></channel></rss>
