<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Tumbuh Tapi Lapangan Pekerjaan Masih Minim</title><description>Meski mengalami kontraksi dari target sebesar 6,5 persen, namun  pertumbuhan Indonesia ini tergolong tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/20/762789/ekonomi-tumbuh-tapi-lapangan-pekerjaan-masih-minim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/20/762789/ekonomi-tumbuh-tapi-lapangan-pekerjaan-masih-minim"/><item><title>Ekonomi Tumbuh Tapi Lapangan Pekerjaan Masih Minim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/20/762789/ekonomi-tumbuh-tapi-lapangan-pekerjaan-masih-minim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/20/762789/ekonomi-tumbuh-tapi-lapangan-pekerjaan-masih-minim</guid><pubDate>Sabtu 16 Februari 2013 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rezkiana Nisaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/16/20/762789/YXJREdIQ8F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/16/20/762789/YXJREdIQ8F.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia pada 2012 lalu mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,23 persen. Meski mengalami kontraksi dari target sebesar 6,5 persen, namun pertumbuhan Indonesia ini tergolong tinggi.
&amp;nbsp;
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) ke-17 Johannes Baptista Sumarlin menilai, pertumbuhan ekonomi sekarang campur aduk. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum diimbangi adanya peningkatan lapangan kerja.
&amp;nbsp;
Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi saat ini memang terlihat besar. Hal tersebut dibuktikan dari bertahannya Indonesia dari masa krisis ekonomi yang terjadi pada periode 1997-1998 hingga sampai saat ini.
&amp;nbsp;
&quot;Dan itu perkembangan ekonomi yang cukup bagus,&quot; kata Sumarlin saat mengadakan konferensi persnya usai acara ulang tahun ke-80 dan Launching Bukunya di Hotel Borobudur, Jakarta (16/2/2013).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, walaupun pertumbuhan ekonomi tinggi, sayangya Indonesia belum dapat menyelesaikan permasalahan lapangan kerja yang sempit. &quot;Itu bisa menimbulkan makin besarnya kesenjangan pada rakyat,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Menurutnya, hal tersebut kerap terjadi setelah era reformasi. &quot;Dulu itu saya ikut mempertahankan eksistensi di negara Indonesia ini,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Karenanya, Sumarlin berharap pemerintah Indonesia dapat mencari solusi untuk permasalahan ini. &quot;Mudah-mudahan pemerintah Indonesia bisa bertahan dan berkembang untuk menjadi negara yang lebih baik,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia pada 2012 lalu mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,23 persen. Meski mengalami kontraksi dari target sebesar 6,5 persen, namun pertumbuhan Indonesia ini tergolong tinggi.
&amp;nbsp;
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) ke-17 Johannes Baptista Sumarlin menilai, pertumbuhan ekonomi sekarang campur aduk. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum diimbangi adanya peningkatan lapangan kerja.
&amp;nbsp;
Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi saat ini memang terlihat besar. Hal tersebut dibuktikan dari bertahannya Indonesia dari masa krisis ekonomi yang terjadi pada periode 1997-1998 hingga sampai saat ini.
&amp;nbsp;
&quot;Dan itu perkembangan ekonomi yang cukup bagus,&quot; kata Sumarlin saat mengadakan konferensi persnya usai acara ulang tahun ke-80 dan Launching Bukunya di Hotel Borobudur, Jakarta (16/2/2013).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, walaupun pertumbuhan ekonomi tinggi, sayangya Indonesia belum dapat menyelesaikan permasalahan lapangan kerja yang sempit. &quot;Itu bisa menimbulkan makin besarnya kesenjangan pada rakyat,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Menurutnya, hal tersebut kerap terjadi setelah era reformasi. &quot;Dulu itu saya ikut mempertahankan eksistensi di negara Indonesia ini,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Karenanya, Sumarlin berharap pemerintah Indonesia dapat mencari solusi untuk permasalahan ini. &quot;Mudah-mudahan pemerintah Indonesia bisa bertahan dan berkembang untuk menjadi negara yang lebih baik,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
