<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Pengusaha Sekarang Sifatnya Serakah&quot;</title><description>Selain mengandalkan pasar bebas, mementingkan kepentingan sendiri, pengusaha-pengusaha di masa sekarang cenderung egois.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/320/762810/pengusaha-sekarang-sifatnya-serakah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/320/762810/pengusaha-sekarang-sifatnya-serakah"/><item><title>&quot;Pengusaha Sekarang Sifatnya Serakah&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/320/762810/pengusaha-sekarang-sifatnya-serakah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/16/320/762810/pengusaha-sekarang-sifatnya-serakah</guid><pubDate>Sabtu 16 Februari 2013 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rezkiana Nisaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/16/320/762810/wpDGI9QL4d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">JB Sumarlin. (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/16/320/762810/wpDGI9QL4d.jpg</image><title>JB Sumarlin. (Foto: Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) ke-17 sekaligus mantan Ketua Bappenas Johannes Baptista Sumarlin menuturkan, kebijakan perekonomian saat ini dinilainya cenderung liberal. Karenanya perekonomian saat ini lebih mengandalkan pada pasar bebas.
&amp;nbsp;
&quot;Kebijakan perekonomian saat ini cenderung liberal karena lebih mengandalkan pada pasar bebas,&quot; kata dia saat mengadakan konferensi persnya usai acara ulang tahun ke-80 dan Launching Bukunya di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (16/2/2013).
&amp;nbsp;
Sumarlin menilai, saat ini kebijakan perekonomian Indonesia lebih mementingkan perorangan, dan cenderung kepada persaingan yang bebas. Padahal, dia menilai hal ini tidak sesuai dengan rambu-rambu Pancasila yang ada, seperti sifat gotong royong dan kekeluargaan ini tidak dijadikan sebagai acuan.
&amp;nbsp;
Selain mengandalkan pasar bebas, mementingkan kepentingan sendiri, Sumarlin menilai pengusaha-pengusaha di masa sekarang cenderung egois. &quot;Pengusaha sekarang sifatnya serakah saling mau menguntungkan diri sendiri&quot;, tuturnya.
&amp;nbsp;
Karenanya, dia berharap adanya kebijakan ekonomi yang masih mengusung dasar-dasar Pancasila juga Undang-Undang (UU) 45. Menurutnya, dalam menentukan kebijakan ekonomi, Indonesia sangat membutuhkan sifat kekeluargaan dan gotong royong antar sesama.
&amp;nbsp;
&quot;Ini yang dinamakan gaduh politik, dimana era saat ini hanya untuk mencari keuntungan diri sendiri, jadi kebijakan ekonomi saat ini jangan sampai terlepas dari Pancasila dan undang-undang 45,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) ke-17 sekaligus mantan Ketua Bappenas Johannes Baptista Sumarlin menuturkan, kebijakan perekonomian saat ini dinilainya cenderung liberal. Karenanya perekonomian saat ini lebih mengandalkan pada pasar bebas.
&amp;nbsp;
&quot;Kebijakan perekonomian saat ini cenderung liberal karena lebih mengandalkan pada pasar bebas,&quot; kata dia saat mengadakan konferensi persnya usai acara ulang tahun ke-80 dan Launching Bukunya di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (16/2/2013).
&amp;nbsp;
Sumarlin menilai, saat ini kebijakan perekonomian Indonesia lebih mementingkan perorangan, dan cenderung kepada persaingan yang bebas. Padahal, dia menilai hal ini tidak sesuai dengan rambu-rambu Pancasila yang ada, seperti sifat gotong royong dan kekeluargaan ini tidak dijadikan sebagai acuan.
&amp;nbsp;
Selain mengandalkan pasar bebas, mementingkan kepentingan sendiri, Sumarlin menilai pengusaha-pengusaha di masa sekarang cenderung egois. &quot;Pengusaha sekarang sifatnya serakah saling mau menguntungkan diri sendiri&quot;, tuturnya.
&amp;nbsp;
Karenanya, dia berharap adanya kebijakan ekonomi yang masih mengusung dasar-dasar Pancasila juga Undang-Undang (UU) 45. Menurutnya, dalam menentukan kebijakan ekonomi, Indonesia sangat membutuhkan sifat kekeluargaan dan gotong royong antar sesama.
&amp;nbsp;
&quot;Ini yang dinamakan gaduh politik, dimana era saat ini hanya untuk mencari keuntungan diri sendiri, jadi kebijakan ekonomi saat ini jangan sampai terlepas dari Pancasila dan undang-undang 45,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
