<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendaraan Pribadi Sedot BBM Subsidi Rp28 Triliun</title><description>Mobil-mobil yang digunakan ekspatriat asing juga masih menggunakan BBM bersubsidi tiap harinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/17/19/763027/kendaraan-pribadi-sedot-bbm-subsidi-rp28-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/17/19/763027/kendaraan-pribadi-sedot-bbm-subsidi-rp28-triliun"/><item><title>Kendaraan Pribadi Sedot BBM Subsidi Rp28 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/17/19/763027/kendaraan-pribadi-sedot-bbm-subsidi-rp28-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/17/19/763027/kendaraan-pribadi-sedot-bbm-subsidi-rp28-triliun</guid><pubDate>Minggu 17 Februari 2013 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/17/19/763027/0xNqxs2PCq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/17/19/763027/0xNqxs2PCq.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 yang sebesar Rp300 triliun masih tidak tepat sasaran.&quot;Dalam bulan Februari ini saja sudah mengunakan anggaran mencapai Rp37 triliun, Rp28 triliun dari Rp37 triliun digunakan oleh kendaraan pribadi. Hal tersebut menunjukan bahwa penggunaan BBM bersubsidi tidak tepat sasaran,&quot; ujar Komisaris Utama PT Pertamina, Sugiharto, dalam diskusi panel bertajuk &quot;Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM&quot; di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2013).Sugiharto menambahkan, subsidi BBM saat ini jauh dari rasa keadilan, pasalnya kebanyakan subsidi BBM masih dinikmati kalang yang mampu.Sugiharto memberikan ilustrasi, mobil-mobil yang digunakan ekspatriat asing setiap hari juga menggunakan BBM bersubsidi, dengan menggunakan mobil yang sederhana.&quot;Tapi hari Minggu ini boleh dihitung ada berapa mobil di tempat parkir? Orang asing yang pakai mobil seperti Innova, Avanza dan si supir setiap berangkat menggunakan BBM bersubsidi,&quot; jelasnya.Menurut Sugiharto, hal tersebut seharusnya tidak dilakukan, karena Subsidi adalah hak kalangan yang kurang mampu. &quot;Bayangkan ini jauh dari prinsip rasa keadilan,&quot; tutur SugihartoSeperti yang sudah diketahui, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi sebesar Rp800 miliar-Rp 900 miliar per harinya, jika dijumlahkan dari awal Januari hingga hari ini maka konsumsi BBM bersubsdi diperkirakan mencapai Rp37 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 yang sebesar Rp300 triliun masih tidak tepat sasaran.&quot;Dalam bulan Februari ini saja sudah mengunakan anggaran mencapai Rp37 triliun, Rp28 triliun dari Rp37 triliun digunakan oleh kendaraan pribadi. Hal tersebut menunjukan bahwa penggunaan BBM bersubsidi tidak tepat sasaran,&quot; ujar Komisaris Utama PT Pertamina, Sugiharto, dalam diskusi panel bertajuk &quot;Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM&quot; di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2013).Sugiharto menambahkan, subsidi BBM saat ini jauh dari rasa keadilan, pasalnya kebanyakan subsidi BBM masih dinikmati kalang yang mampu.Sugiharto memberikan ilustrasi, mobil-mobil yang digunakan ekspatriat asing setiap hari juga menggunakan BBM bersubsidi, dengan menggunakan mobil yang sederhana.&quot;Tapi hari Minggu ini boleh dihitung ada berapa mobil di tempat parkir? Orang asing yang pakai mobil seperti Innova, Avanza dan si supir setiap berangkat menggunakan BBM bersubsidi,&quot; jelasnya.Menurut Sugiharto, hal tersebut seharusnya tidak dilakukan, karena Subsidi adalah hak kalangan yang kurang mampu. &quot;Bayangkan ini jauh dari prinsip rasa keadilan,&quot; tutur SugihartoSeperti yang sudah diketahui, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi sebesar Rp800 miliar-Rp 900 miliar per harinya, jika dijumlahkan dari awal Januari hingga hari ini maka konsumsi BBM bersubsdi diperkirakan mencapai Rp37 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
