<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemanfaatan Lahan Kosong di Yogyakarta Kurang Optimal</title><description>Pemberdayaan masyarakat Yogyakarta di bidang usaha ekonomi kreatif terutama dalam memanfaatkan lahan kosong, saat ini belum tergarap secara optimal. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah usaha kuliner.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764110/pemanfaatan-lahan-kosong-di-yogyakarta-kurang-optimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764110/pemanfaatan-lahan-kosong-di-yogyakarta-kurang-optimal"/><item><title>Pemanfaatan Lahan Kosong di Yogyakarta Kurang Optimal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764110/pemanfaatan-lahan-kosong-di-yogyakarta-kurang-optimal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764110/pemanfaatan-lahan-kosong-di-yogyakarta-kurang-optimal</guid><pubDate>Selasa 19 Februari 2013 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/19/320/764110/VYTW4hGviM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/19/320/764110/VYTW4hGviM.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>YOGYAKARTA - Pemberdayaan masyarakat Yogyakarta di bidang usaha ekonomi kreatif terutama dalam memanfaatkan lahan kosong, saat ini belum tergarap secara optimal. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah usaha kuliner.Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut memang harus ada campur tangan dari pemerintah. Hal ini khususnya bagaimana mendorong warga untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan positif guna mengembangkan potensi yang ada di tempat tersebut.&quot;Saya berharap agar semua pihak memberikan dukungan kepada kegiatan ini,&quot; harap Haryadi, saat peresmian warung kuliner Gubug Ondorowino yang dikelola Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Gedongkiwo, Mantrijeron, Selasa (19/2/2013).Menurut Haryadi, selain untuk pemberdayaan masyarakat, melalui kegiatan usaha kreatif dengan memanfaatkan potensi yang adi di daerah tersebut juga sebagai upaya dalam pengembangan daerah tersebut menjadi salah satu kampung wisata di Yogyakarta. Salah satunya seperti warga Gedongkiwo yang memanfaatkan lahan kosong yang ada di sini untuk wisata kuliner.&quot;Kreativitas ini patut dihargai khususnya bagaimana melakukan sebuah kegiatan positif dalam mengembangkan organisasi pemberdayaan masyarakat,&quot; katanya.Ketua LMPK Gedongkiwo Suseno Brojo Kuncoro menjelaskan, salah satu tujuan dari pengembangan usaha di lahan kosong itu yakni untuk memberdayakan masyarakat Gedongkiwo. Karena itu, beberapa usaha dikembangkan seperti mengembangkan budi daya jamur tiram, anggrek, air isi ulang (RO), ternak ayam dan burung. Termasuk bangunan sebagai ruang pertemuan warga dan instalasi pengolahan air serta warung kuliner.&quot;Karena itu, warga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan lahan ini untuk melakukan kegiatan ekonomi. Apalagi untuk&amp;nbsp; pengembangan usaha juga mendapatkan bantuan dari PMK atau blog grant sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,&quot; jelasnya.Lurah Gedongkiwo Kus Suroso mengatakan, meskipun warung kuliner ini dikelola LPMK, namun hasilnya akan digunakan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di kelurahan Gedongkiwo. Warung kuliner ini juga akan menjadi salah satu pendukung terbentuknya kampung wisata di Gedongkiwo.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Pemberdayaan masyarakat Yogyakarta di bidang usaha ekonomi kreatif terutama dalam memanfaatkan lahan kosong, saat ini belum tergarap secara optimal. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah usaha kuliner.Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut memang harus ada campur tangan dari pemerintah. Hal ini khususnya bagaimana mendorong warga untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan positif guna mengembangkan potensi yang ada di tempat tersebut.&quot;Saya berharap agar semua pihak memberikan dukungan kepada kegiatan ini,&quot; harap Haryadi, saat peresmian warung kuliner Gubug Ondorowino yang dikelola Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Gedongkiwo, Mantrijeron, Selasa (19/2/2013).Menurut Haryadi, selain untuk pemberdayaan masyarakat, melalui kegiatan usaha kreatif dengan memanfaatkan potensi yang adi di daerah tersebut juga sebagai upaya dalam pengembangan daerah tersebut menjadi salah satu kampung wisata di Yogyakarta. Salah satunya seperti warga Gedongkiwo yang memanfaatkan lahan kosong yang ada di sini untuk wisata kuliner.&quot;Kreativitas ini patut dihargai khususnya bagaimana melakukan sebuah kegiatan positif dalam mengembangkan organisasi pemberdayaan masyarakat,&quot; katanya.Ketua LMPK Gedongkiwo Suseno Brojo Kuncoro menjelaskan, salah satu tujuan dari pengembangan usaha di lahan kosong itu yakni untuk memberdayakan masyarakat Gedongkiwo. Karena itu, beberapa usaha dikembangkan seperti mengembangkan budi daya jamur tiram, anggrek, air isi ulang (RO), ternak ayam dan burung. Termasuk bangunan sebagai ruang pertemuan warga dan instalasi pengolahan air serta warung kuliner.&quot;Karena itu, warga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan lahan ini untuk melakukan kegiatan ekonomi. Apalagi untuk&amp;nbsp; pengembangan usaha juga mendapatkan bantuan dari PMK atau blog grant sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,&quot; jelasnya.Lurah Gedongkiwo Kus Suroso mengatakan, meskipun warung kuliner ini dikelola LPMK, namun hasilnya akan digunakan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di kelurahan Gedongkiwo. Warung kuliner ini juga akan menjadi salah satu pendukung terbentuknya kampung wisata di Gedongkiwo.</content:encoded></item></channel></rss>
