<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naikan LPG 12 Kg, Pertamina Awasi Pengoplosan</title><description>PT Pertamina (Persero) meminimalisir upaya pengoplosan bisnis hilir LPG 3  kilogram (kg) akan memaksimalkan peran&amp;nbsp; stakeholder dalam mengawasi  kelancaran distribusi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/19/764926/naikan-lpg-12-kg-pertamina-awasi-pengoplosan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/19/764926/naikan-lpg-12-kg-pertamina-awasi-pengoplosan"/><item><title>Naikan LPG 12 Kg, Pertamina Awasi Pengoplosan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/19/764926/naikan-lpg-12-kg-pertamina-awasi-pengoplosan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/19/764926/naikan-lpg-12-kg-pertamina-awasi-pengoplosan</guid><pubDate>Rabu 20 Februari 2013 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/20/19/764926/9RliU3wDWG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/20/19/764926/9RliU3wDWG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meminimalisir upaya pengoplosan bisnis hilir LPG 3 kilogram (kg) akan memaksimalkan peran&amp;nbsp; stakeholder dalam mengawasi kelancaran distribusi. Langkah ini dilakukan karena pihaknya berencana menaikkan harga elpiji nonsubsidi 12 kg.&quot;Mungkin saja gas elpji yang disubsidi 3 kg untuk ke yang nonsubsidi 12 kg (dioplos). Maka dari itu pihak Pertamina bersama&amp;nbsp; Ditjen Minyak dan Gas (Migas) melakukan upaya pengendalian dan pengawasan,&quot; ungkap VP LPG &amp;amp; Gas Products Gigih Wahyu Hari&amp;nbsp; Irianto, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (20/2/2013).Gigih manambahkan, pihaknya mengaku akan lebih ketat mengawasi seluruh agen di sejumlah daerah. Artinya tata kelola saat&amp;nbsp; didistribusikan ke agen akan lebih tertata dan dioptimalkan sehingga celah praktek kecurangan tidak terjadi.Dia menegaskan, lokasi distribusi elpiji 3 kg di sejumlah daerah akan dilakukan secara tertutup dengan komando oleh Ditjen Migas. Saat ini pihaknya mengaku telah melakukan distribusi tertutup elpiji 3 kg ke delapan kota besar di Indonesia.&quot;Kalau ada indikasi agen nakal kita langsung pecat dan tindak. Itu yang akan dioptimalkan. Selain itu, peran Ditjen Migas&amp;nbsp; dalam mengawal distribusi elpiji 3 kg ke tangan yang berhak juga menjadi perhatian. Saat ini sudah ada delapan kota besar kita optimalkan hal itu,&quot; tegasnya.Ke depan, Pertamina juga akan mengambil langkah untuk memonitoring dengan sistem IT. Menurutnya, seluruh konsumen pemakai&amp;nbsp; elpiji 3 kg perlu terdaftar dan tercatat dengan baik dalam sistem monitoring tersebut. Tentunya, kuota yang akan tersalurkan&amp;nbsp; juga tercover dalam sistem monitoring yang dikembangkan.&quot;Sistem IT memang perlu dikembangkan. Peta pangkalan juga harus ada agar tata kelola bisnis ini minim praktek kecurangan,&quot;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meminimalisir upaya pengoplosan bisnis hilir LPG 3 kilogram (kg) akan memaksimalkan peran&amp;nbsp; stakeholder dalam mengawasi kelancaran distribusi. Langkah ini dilakukan karena pihaknya berencana menaikkan harga elpiji nonsubsidi 12 kg.&quot;Mungkin saja gas elpji yang disubsidi 3 kg untuk ke yang nonsubsidi 12 kg (dioplos). Maka dari itu pihak Pertamina bersama&amp;nbsp; Ditjen Minyak dan Gas (Migas) melakukan upaya pengendalian dan pengawasan,&quot; ungkap VP LPG &amp;amp; Gas Products Gigih Wahyu Hari&amp;nbsp; Irianto, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (20/2/2013).Gigih manambahkan, pihaknya mengaku akan lebih ketat mengawasi seluruh agen di sejumlah daerah. Artinya tata kelola saat&amp;nbsp; didistribusikan ke agen akan lebih tertata dan dioptimalkan sehingga celah praktek kecurangan tidak terjadi.Dia menegaskan, lokasi distribusi elpiji 3 kg di sejumlah daerah akan dilakukan secara tertutup dengan komando oleh Ditjen Migas. Saat ini pihaknya mengaku telah melakukan distribusi tertutup elpiji 3 kg ke delapan kota besar di Indonesia.&quot;Kalau ada indikasi agen nakal kita langsung pecat dan tindak. Itu yang akan dioptimalkan. Selain itu, peran Ditjen Migas&amp;nbsp; dalam mengawal distribusi elpiji 3 kg ke tangan yang berhak juga menjadi perhatian. Saat ini sudah ada delapan kota besar kita optimalkan hal itu,&quot; tegasnya.Ke depan, Pertamina juga akan mengambil langkah untuk memonitoring dengan sistem IT. Menurutnya, seluruh konsumen pemakai&amp;nbsp; elpiji 3 kg perlu terdaftar dan tercatat dengan baik dalam sistem monitoring tersebut. Tentunya, kuota yang akan tersalurkan&amp;nbsp; juga tercover dalam sistem monitoring yang dikembangkan.&quot;Sistem IT memang perlu dikembangkan. Peta pangkalan juga harus ada agar tata kelola bisnis ini minim praktek kecurangan,&quot;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
