<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Basmi Kartel, Peran Kemendag Lebih Luas</title><description>Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan  (Kemendag) Bachrul Chairi mengatakan peran lembaganya dalam penanganan  kartel pangan adalah sebagai border contract. Salah satunya adalah mengatur distribusi bahan pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/320/764935/basmi-kartel-peran-kemendag-lebih-luas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/320/764935/basmi-kartel-peran-kemendag-lebih-luas"/><item><title>Basmi Kartel, Peran Kemendag Lebih Luas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/320/764935/basmi-kartel-peran-kemendag-lebih-luas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/20/320/764935/basmi-kartel-peran-kemendag-lebih-luas</guid><pubDate>Rabu 20 Februari 2013 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/20/320/764935/1uHHVbhLdK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/20/320/764935/1uHHVbhLdK.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi mengatakan peran lembaganya dalam penanganan kartel pangan adalah sebagai border contract. Salah satunya adalah mengatur distribusi bahan pangan.&quot;Border contract ada di Kemendag, sebelumnya semua yang urus adalah Kementan, mulai dari izin dan lain-lain. Peran kita, misalnya untuk mengatur gula, nanti ada dewan gula,&quot; kata Bachur di Gedung Kopti, Jakarta, Rabu (20/2/2013).Bachrul juga menegaskan peran Bulog akan lebih maksimal dalam distribusi pangan. &quot;Dengan adanya Permendag nanti peran Bulog bukan lagi sebatas menjaga pasokan tapi untuk memastikan distribusi,&quot; tambahnya.Sedangkan untuk kedelai, Bachrul mengatakan, pihaknya akan mengetahui berapa produksi petani dan yang dibutuhkan pengrajin tahu dan tempe (KOPTI) sedangkan sisanya adalah mekanisme pasar.&quot;Sedangkan alokasi untuk impor tergantung kebutuhan. Demikian juga porsi yang diberikan untuk Bulog harus sesuai dengan kemampuannya,&quot; tambah dia.Bachrul menyebut, terkait impor bahan pangan, bahwa besaran kuota impor adalah sebuah harga mati.&quot;Kurangnya produksi dalam negeri memaksa pemerintah melakukan impor besar-besaran di sejumlah komoditi pangan, sangat rawan memunculkan praktek kartel. Ya memang seharusnya ada perhitungan berapa kebutuhan untuk impor ini, tapi jangan sama kaya daging lah,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi mengatakan peran lembaganya dalam penanganan kartel pangan adalah sebagai border contract. Salah satunya adalah mengatur distribusi bahan pangan.&quot;Border contract ada di Kemendag, sebelumnya semua yang urus adalah Kementan, mulai dari izin dan lain-lain. Peran kita, misalnya untuk mengatur gula, nanti ada dewan gula,&quot; kata Bachur di Gedung Kopti, Jakarta, Rabu (20/2/2013).Bachrul juga menegaskan peran Bulog akan lebih maksimal dalam distribusi pangan. &quot;Dengan adanya Permendag nanti peran Bulog bukan lagi sebatas menjaga pasokan tapi untuk memastikan distribusi,&quot; tambahnya.Sedangkan untuk kedelai, Bachrul mengatakan, pihaknya akan mengetahui berapa produksi petani dan yang dibutuhkan pengrajin tahu dan tempe (KOPTI) sedangkan sisanya adalah mekanisme pasar.&quot;Sedangkan alokasi untuk impor tergantung kebutuhan. Demikian juga porsi yang diberikan untuk Bulog harus sesuai dengan kemampuannya,&quot; tambah dia.Bachrul menyebut, terkait impor bahan pangan, bahwa besaran kuota impor adalah sebuah harga mati.&quot;Kurangnya produksi dalam negeri memaksa pemerintah melakukan impor besar-besaran di sejumlah komoditi pangan, sangat rawan memunculkan praktek kartel. Ya memang seharusnya ada perhitungan berapa kebutuhan untuk impor ini, tapi jangan sama kaya daging lah,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
