<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Tidak Berdampak pada Kemiskinan</title><description>Ekonom dari Institute Development Economics and Finance (INDEF) Enny Sri  Hartati menilai Indonesia masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya  terkait elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765445/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-tidak-berdampak-pada-kemiskinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765445/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-tidak-berdampak-pada-kemiskinan"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Tidak Berdampak pada Kemiskinan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765445/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-tidak-berdampak-pada-kemiskinan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765445/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-tidak-berdampak-pada-kemiskinan</guid><pubDate>Kamis 21 Februari 2013 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/21/320/765445/IBgGeMe9Ef.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/21/320/765445/IBgGeMe9Ef.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom dari Institute Development Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai Indonesia masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya terkait elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan. &quot;walaupun Indonesia pertumbuhan ekonominya nomor dua se Asia yang tumbuh 6,3 persen tetapi masih kalah dengan negara Malaysia, Pilipina dan Thailand dari sektor elastisitas pertumbuhan ekonomi negara terhadap kemiskinan,&quot; ujar Enny di Energy Tower, Jakarta, Kamis (21/2/2013).Enny memberi contoh, bila ekonomi Indonesia naik satu persen dengan pendapatan per kapita USD 1,25 per hari, angka kemiskinan hanya berkurang 0,88 persen.&quot;Angka tersebut jauh sekali bila dibandingkan dengan Thailand, di sana satu persen ekonomi tumbuh dengan pendapatan per kapita USD 1,25 per hari bisa mengurangi 5,62 persen kemiskinan,&quot; jelasnya.Enny menambahkan, negara China bila ekonominya tumbuh satu persen bisa menekan 0,92 persen kemiskinan. Lalu Malaysia bisa menekan kemiskinan 2,99 persen, Filipina 1,08 persen dan Vietnam 0,98 persen. &quot;Jadi pertumbuhan ekonomi negara seharusnya efektif untuk menekan bahkan mengurangi garis kemiskinan di negaranya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom dari Institute Development Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai Indonesia masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya terkait elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan. &quot;walaupun Indonesia pertumbuhan ekonominya nomor dua se Asia yang tumbuh 6,3 persen tetapi masih kalah dengan negara Malaysia, Pilipina dan Thailand dari sektor elastisitas pertumbuhan ekonomi negara terhadap kemiskinan,&quot; ujar Enny di Energy Tower, Jakarta, Kamis (21/2/2013).Enny memberi contoh, bila ekonomi Indonesia naik satu persen dengan pendapatan per kapita USD 1,25 per hari, angka kemiskinan hanya berkurang 0,88 persen.&quot;Angka tersebut jauh sekali bila dibandingkan dengan Thailand, di sana satu persen ekonomi tumbuh dengan pendapatan per kapita USD 1,25 per hari bisa mengurangi 5,62 persen kemiskinan,&quot; jelasnya.Enny menambahkan, negara China bila ekonominya tumbuh satu persen bisa menekan 0,92 persen kemiskinan. Lalu Malaysia bisa menekan kemiskinan 2,99 persen, Filipina 1,08 persen dan Vietnam 0,98 persen. &quot;Jadi pertumbuhan ekonomi negara seharusnya efektif untuk menekan bahkan mengurangi garis kemiskinan di negaranya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
