<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahun Politik, Pengusaha Diminta Hati-Hati</title><description>Memasuki tahun politik 2014 mendatang, banyak partai politik akan  menawarkan posisi kepada para pengusaha. Tawaran tersebut harus diteliti  secermat mungkin. Kalangan pengusaha diminta agar tidak cepat  terpengaruh dengan iming-iming dari dunia politik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765570/tahun-politik-pengusaha-diminta-hati-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765570/tahun-politik-pengusaha-diminta-hati-hati"/><item><title>Tahun Politik, Pengusaha Diminta Hati-Hati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765570/tahun-politik-pengusaha-diminta-hati-hati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/21/320/765570/tahun-politik-pengusaha-diminta-hati-hati</guid><pubDate>Kamis 21 Februari 2013 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/21/320/765570/tFtWeokrL1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erwin Aksa. (Foto: Hipmi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/21/320/765570/tFtWeokrL1.jpg</image><title>Erwin Aksa. (Foto: Hipmi)</title></images><description>MAKASSAR - Memasuki tahun politik 2014 mendatang, banyak partai politik akan menawarkan posisi kepada para pengusaha. Tawaran tersebut harus diteliti secermat mungkin. Kalangan pengusaha diminta agar tidak cepat terpengaruh dengan iming-iming dari dunia politik.&quot;Kita melihat tahun politik akan datang. Kita pengusaha bisa lebih mencermati, ya jangan terlalu banyak kita ini pengusaha masuk ke dunia politik, (sehingga) akhirnya bisnis akan tertinggal,&quot; kata Chief Executive Office (CEO) Bosowa Corporation Erwin Aksa, kepada Okezone, di Makassar, Kamis (21/2/2013).Erwin mewanti-wanti pengusaha yang belum siap, mapan, dan matang, jangan terlalu mencampur-adukkan bisnis dengan politik karena dikhawatirkannya nanti uang bisnis yang menjadi untung habis buat politik. Bisnis pun akhirnya tidak bisa ekspansi karena kehabisan modal.Dimintanya, para pengusaha harus benar-benar menjaga diri. Jangan terpengaruh oleh iming-iming dari partai politik (untuk) masuk sini-masuk sana, terus uang habis dikeruk untuk biaya-biaya politik.&quot;Karena, begini, yang bisa diperas untuk berpolitik hari ini cuma pengusaha. Pengusaha jelas kan punya bisnis, punya permodalan, kalau (kalangan) yang lain susah sekarang ini,&quot; ucap Erwin.Ditandaskan, pengusaha kalau tidak menahan diri, kalau tidak bisa menjaga diri untuk fokus berbisnis, lama-lama dunia usaha akan kehabisan pengusaha.&quot;Akibatnya nanti ekonomi malah kekurangan pengusaha,&quot; pungkas Erwin.</description><content:encoded>MAKASSAR - Memasuki tahun politik 2014 mendatang, banyak partai politik akan menawarkan posisi kepada para pengusaha. Tawaran tersebut harus diteliti secermat mungkin. Kalangan pengusaha diminta agar tidak cepat terpengaruh dengan iming-iming dari dunia politik.&quot;Kita melihat tahun politik akan datang. Kita pengusaha bisa lebih mencermati, ya jangan terlalu banyak kita ini pengusaha masuk ke dunia politik, (sehingga) akhirnya bisnis akan tertinggal,&quot; kata Chief Executive Office (CEO) Bosowa Corporation Erwin Aksa, kepada Okezone, di Makassar, Kamis (21/2/2013).Erwin mewanti-wanti pengusaha yang belum siap, mapan, dan matang, jangan terlalu mencampur-adukkan bisnis dengan politik karena dikhawatirkannya nanti uang bisnis yang menjadi untung habis buat politik. Bisnis pun akhirnya tidak bisa ekspansi karena kehabisan modal.Dimintanya, para pengusaha harus benar-benar menjaga diri. Jangan terpengaruh oleh iming-iming dari partai politik (untuk) masuk sini-masuk sana, terus uang habis dikeruk untuk biaya-biaya politik.&quot;Karena, begini, yang bisa diperas untuk berpolitik hari ini cuma pengusaha. Pengusaha jelas kan punya bisnis, punya permodalan, kalau (kalangan) yang lain susah sekarang ini,&quot; ucap Erwin.Ditandaskan, pengusaha kalau tidak menahan diri, kalau tidak bisa menjaga diri untuk fokus berbisnis, lama-lama dunia usaha akan kehabisan pengusaha.&quot;Akibatnya nanti ekonomi malah kekurangan pengusaha,&quot; pungkas Erwin.</content:encoded></item></channel></rss>
