<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Daging Sapi Capai Rp120 Ribu/Kg</title><description>Harga daging di sejumlah pasar di Balikpapan bervariasi. Namun harga yang beredar di masyarakat masih sangat tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/22/320/766160/harga-daging-sapi-capai-rp120-ribu-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/22/320/766160/harga-daging-sapi-capai-rp120-ribu-kg"/><item><title>Harga Daging Sapi Capai Rp120 Ribu/Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/22/320/766160/harga-daging-sapi-capai-rp120-ribu-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/22/320/766160/harga-daging-sapi-capai-rp120-ribu-kg</guid><pubDate>Jum'at 22 Februari 2013 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Sarifudin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/22/320/766160/7lYd5Lcagl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/22/320/766160/7lYd5Lcagl.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4      BALIKPAPAN - Harga daging di sejumlah pasar di Balikpapan bervariasi. Namun harga yang beredar di masyarakat masih sangat tinggi. Di Pasar Baru, harga daging bervariasi mulai Rp120 ribu-Rp130 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Rapak harga daging sapi Rp100 ribu per kg.&amp;ldquo;Saya beli daging sapi segar di pemotongan hewan Balikpapan 120 ribu per kg. Itu pun beli dengan saudara saya yang biasa motong sapi. Saya beli lima kg,&amp;rdquo; ucap Asni (45) warga Balikpapan Tengah, Jumat (22/2/2013).Harga daging sapi bahkan sempat meroket Rp150 ribu per kg. &amp;ldquo;Ada teman kerja saya beli di Sepinggan pekan lalu harganya Rp150 ribu per kg,&amp;rdquo; ucap Selamat (32) warga Gunung Sari Ilir.Parado (60) penjual daging di Pasar Rapak mengaku harga jual daging Rp100 ribu. &amp;ldquo;Seminggu lalu memang sempat Rp120 ribu per kg. Saya rasa harga daging di lapak kita sama,&amp;rdquo; ucapnya ditemui di pasar Rapak.Menurutnya tingginya harga daging sapi membuat masyarakat menahan mengonsumsi daging segar ini. &amp;ldquo;Permintaan turun. Saya biasa menjual daging itu dua paha sapi sekarang hanya satu paha. Per hari sekarang 40 kg yang terjuaal biasanya hampir 80 kg,&amp;rdquo; terang pegadang yang sudah berjualan sejak 1983 silam.Penyebab tingginya harga sapi, selain karena pembatasan impor juga disebabkan tingginya gelombang laut. &amp;ldquo;Sehingga pasokan sapi dari luar yang masuk ke Balikpapan itu terhambat,&amp;rdquo; ungkap Udi (50) salah seorang penjagal sapi.Informasi itu diperolehnya dari majikan yang merupakan salah satu pemasok sapi hidup ke Balikpapan. &amp;ldquo;Tidak tahu sampai kapan kondisi seperit ini,&amp;rdquo; tambahnya.Ditemui disela-sela sidak ke pasar Rapak, wakil Ketua DPRD Nuryati mengaku kaget dengan lonjakan harga daging yang tinggi.&amp;ldquo;Ini masalah sudah serius, harus segera disikapi pemkot, &amp;ldquo; tandasnya.Pemkot pun harus lebih menggalakkan pola peternakan lokal baik pembibitan maupun penggemukan. Di samping itu juga harus mencari sumber-sumber sentra sapi dari daerah tetangga. &amp;ldquo;Kalau harga daging tinggi, tentu ujung-ujung yang dirugikan masyarakat. Nanti inflasi dari daging meningkat,&amp;rdquo; tandasnya.Untuk itu bagi masyarakat yang memang tidak terlalu membutuhkan komsumsi daging, bisa melakukan pengalihan jenis daging seperti daging ayam. &amp;ldquo;Ya di samping itu, pemerintah harus lebih kreatif untuk menyiasati ini ke depannya. Kasihan masyarakat kita,&amp;rdquo; ujarnya.Untuk harga daging ayam di pasar Rapak per ekor antara Rp33 ribu sampai Rp35 ribu. &amp;ldquo;Sekarang lagi turun permintaan ayam. Padahal, 1,5 bulan lalu mencapai harga Rp40 ribu per ekornya,&amp;rdquo; kata Wahyuni, penjual daging ayam sejak 1983. </description><content:encoded>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4      BALIKPAPAN - Harga daging di sejumlah pasar di Balikpapan bervariasi. Namun harga yang beredar di masyarakat masih sangat tinggi. Di Pasar Baru, harga daging bervariasi mulai Rp120 ribu-Rp130 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Rapak harga daging sapi Rp100 ribu per kg.&amp;ldquo;Saya beli daging sapi segar di pemotongan hewan Balikpapan 120 ribu per kg. Itu pun beli dengan saudara saya yang biasa motong sapi. Saya beli lima kg,&amp;rdquo; ucap Asni (45) warga Balikpapan Tengah, Jumat (22/2/2013).Harga daging sapi bahkan sempat meroket Rp150 ribu per kg. &amp;ldquo;Ada teman kerja saya beli di Sepinggan pekan lalu harganya Rp150 ribu per kg,&amp;rdquo; ucap Selamat (32) warga Gunung Sari Ilir.Parado (60) penjual daging di Pasar Rapak mengaku harga jual daging Rp100 ribu. &amp;ldquo;Seminggu lalu memang sempat Rp120 ribu per kg. Saya rasa harga daging di lapak kita sama,&amp;rdquo; ucapnya ditemui di pasar Rapak.Menurutnya tingginya harga daging sapi membuat masyarakat menahan mengonsumsi daging segar ini. &amp;ldquo;Permintaan turun. Saya biasa menjual daging itu dua paha sapi sekarang hanya satu paha. Per hari sekarang 40 kg yang terjuaal biasanya hampir 80 kg,&amp;rdquo; terang pegadang yang sudah berjualan sejak 1983 silam.Penyebab tingginya harga sapi, selain karena pembatasan impor juga disebabkan tingginya gelombang laut. &amp;ldquo;Sehingga pasokan sapi dari luar yang masuk ke Balikpapan itu terhambat,&amp;rdquo; ungkap Udi (50) salah seorang penjagal sapi.Informasi itu diperolehnya dari majikan yang merupakan salah satu pemasok sapi hidup ke Balikpapan. &amp;ldquo;Tidak tahu sampai kapan kondisi seperit ini,&amp;rdquo; tambahnya.Ditemui disela-sela sidak ke pasar Rapak, wakil Ketua DPRD Nuryati mengaku kaget dengan lonjakan harga daging yang tinggi.&amp;ldquo;Ini masalah sudah serius, harus segera disikapi pemkot, &amp;ldquo; tandasnya.Pemkot pun harus lebih menggalakkan pola peternakan lokal baik pembibitan maupun penggemukan. Di samping itu juga harus mencari sumber-sumber sentra sapi dari daerah tetangga. &amp;ldquo;Kalau harga daging tinggi, tentu ujung-ujung yang dirugikan masyarakat. Nanti inflasi dari daging meningkat,&amp;rdquo; tandasnya.Untuk itu bagi masyarakat yang memang tidak terlalu membutuhkan komsumsi daging, bisa melakukan pengalihan jenis daging seperti daging ayam. &amp;ldquo;Ya di samping itu, pemerintah harus lebih kreatif untuk menyiasati ini ke depannya. Kasihan masyarakat kita,&amp;rdquo; ujarnya.Untuk harga daging ayam di pasar Rapak per ekor antara Rp33 ribu sampai Rp35 ribu. &amp;ldquo;Sekarang lagi turun permintaan ayam. Padahal, 1,5 bulan lalu mencapai harga Rp40 ribu per ekornya,&amp;rdquo; kata Wahyuni, penjual daging ayam sejak 1983. </content:encoded></item></channel></rss>
