<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Pancasila Kalah dengan Sistem Ekonomi Global</title><description>Sistem ekonomi yang dianut Indonesia saat ini sudah mengikuti ekonomi  global. Penerapan ekonomi Indonesia juga dinilai tidak pernah melihat  ekonomi Pancasila yang dahulu pernah diterapkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766398/ekonomi-pancasila-kalah-dengan-sistem-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766398/ekonomi-pancasila-kalah-dengan-sistem-ekonomi-global"/><item><title>Ekonomi Pancasila Kalah dengan Sistem Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766398/ekonomi-pancasila-kalah-dengan-sistem-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766398/ekonomi-pancasila-kalah-dengan-sistem-ekonomi-global</guid><pubDate>Sabtu 23 Februari 2013 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/23/320/766398/qXhdn79LXs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/23/320/766398/qXhdn79LXs.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sistem ekonomi yang dianut Indonesia saat ini sudah mengikuti ekonomi global. Penerapan ekonomi Indonesia juga dinilai tidak pernah melihat ekonomi Pancasila yang dahulu pernah diterapkan.&amp;nbsp;Pengamat Ekonomi Hendri Saparini mengatakan, prinsip ekonomi Pancasila adalah sebuah prinsip ekonomi bangsa Indonesia yang&amp;nbsp; mengutamakan terwujudnya cita-cita kesejahteraan yang berkeadilan sosial. Karena itu, menjadi tugas negaralah untuk menerapkan dan mengawasi atas dasar prinsip kemanusiaan.&quot;Namun Indonesia yang mempunyai dasar Pancasila tetapi tidak menggunakan sistem ekonomi pancasila,&quot; ujar Saparini dalam seminar Ekonomi Pancaslia sebagai Alternatif Sistem Ekonomi Indonesia dan Dunia, di Gedung Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).Di tempat sama, Profesor Universitas Brawajiya Munawar Ismail mengatakan, sistem ekonomi Pancasila saat ini belum hadir di Indonesia. Saat ini, yang ada hanyalah harapan-harapan, potongan pemikiran dan konsep yang tercecer. Sistem ekonomi yang digunakan sekarang adalah sistem ekonomi yang tidak utuh untuk membangun Indonesia menjadi negara besar.&quot;Prinsip ekonomi Pancasila merupakan sumbangan terbaik bagi bangsa. Sedikit banyak kebaikan yang Anda berikan kepada masyarakat dan dapat menjadi manfaat bagi mereka, itulah arti&amp;nbsp;prinsip ekonomi Pancasila,&quot; tegasnya.Dari seminar ini, pihaknya berharap bisa menghasilkan sumbangsih bagi arah pembangunan ekonomi Indonesia khususnya dan alternatif sistem ekonomi dunia.&quot;Jika sudah bisa diformulasikan secara utuh, sistem ekonomi Pancasila akan menjadi penantang utama bagi sistem ekonomi kapitalis dan sosialis sebagai alternatif sistem ekonomi,&quot; pungkasnya. (gnm)&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Sistem ekonomi yang dianut Indonesia saat ini sudah mengikuti ekonomi global. Penerapan ekonomi Indonesia juga dinilai tidak pernah melihat ekonomi Pancasila yang dahulu pernah diterapkan.&amp;nbsp;Pengamat Ekonomi Hendri Saparini mengatakan, prinsip ekonomi Pancasila adalah sebuah prinsip ekonomi bangsa Indonesia yang&amp;nbsp; mengutamakan terwujudnya cita-cita kesejahteraan yang berkeadilan sosial. Karena itu, menjadi tugas negaralah untuk menerapkan dan mengawasi atas dasar prinsip kemanusiaan.&quot;Namun Indonesia yang mempunyai dasar Pancasila tetapi tidak menggunakan sistem ekonomi pancasila,&quot; ujar Saparini dalam seminar Ekonomi Pancaslia sebagai Alternatif Sistem Ekonomi Indonesia dan Dunia, di Gedung Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).Di tempat sama, Profesor Universitas Brawajiya Munawar Ismail mengatakan, sistem ekonomi Pancasila saat ini belum hadir di Indonesia. Saat ini, yang ada hanyalah harapan-harapan, potongan pemikiran dan konsep yang tercecer. Sistem ekonomi yang digunakan sekarang adalah sistem ekonomi yang tidak utuh untuk membangun Indonesia menjadi negara besar.&quot;Prinsip ekonomi Pancasila merupakan sumbangan terbaik bagi bangsa. Sedikit banyak kebaikan yang Anda berikan kepada masyarakat dan dapat menjadi manfaat bagi mereka, itulah arti&amp;nbsp;prinsip ekonomi Pancasila,&quot; tegasnya.Dari seminar ini, pihaknya berharap bisa menghasilkan sumbangsih bagi arah pembangunan ekonomi Indonesia khususnya dan alternatif sistem ekonomi dunia.&quot;Jika sudah bisa diformulasikan secara utuh, sistem ekonomi Pancasila akan menjadi penantang utama bagi sistem ekonomi kapitalis dan sosialis sebagai alternatif sistem ekonomi,&quot; pungkasnya. (gnm)&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
