<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Jeruk Medan Lebih Mahal dari Jeruk Mandarin? </title><description>Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, kebijakan pemerintah tersebut membuat tingginya biaya logistik di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766412/kenapa-jeruk-medan-lebih-mahal-dari-jeruk-mandarin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766412/kenapa-jeruk-medan-lebih-mahal-dari-jeruk-mandarin"/><item><title>Kenapa Jeruk Medan Lebih Mahal dari Jeruk Mandarin? </title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766412/kenapa-jeruk-medan-lebih-mahal-dari-jeruk-mandarin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/23/320/766412/kenapa-jeruk-medan-lebih-mahal-dari-jeruk-mandarin</guid><pubDate>Sabtu 23 Februari 2013 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/23/320/766412/K0F3lwZYj6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/23/320/766412/K0F3lwZYj6.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Kebijakan pemerintah dinilai terlalu berorientasi ke pembangunan transportasi di&amp;nbsp; darat seperti pembangunan Jembatan Selat Sunda. Padahal, transportasi perairan bisa lebih efisien untuk menekan tingginya&amp;nbsp; biaya logistik.Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, kebijakan pemerintah tersebut membuat tingginya biaya logistik di Indonesia. &quot;Saya meminta pemerintah lebih mengembangkan transportasi perairan. Pasalnya, sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan,&quot; ujar Faisal saat seminar Ekonomi Pancaslia sebagai Alternatif Sistem Ekonomi Indonesia dan Dunia, di Gedung Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).Faisal memberikan contoh, tingginya biaya logistik di Indonesia menyebabkan jeruk Mandarin bisa dijual dengan harga lebih&amp;nbsp; murah ketimbang jeruk Mandarin. Berdasarkan catatannya, jeruk Medan dijual dengan harga Rp20 ribu per kg sementara jeruk Mandarin hanya Rp17 ribu per kg.&quot;Jeruk Medan sama jeruk Mandarin lebih murah mana? Jeruk Mandarin. Jeruk Mandarin Rp17 ribu per kg, jeruk Medan Rp20 ribu per kg,&quot;&amp;nbsp; katanya. Faisal menjelaskan, buruknya infrastruktur konektivitas sebagai penyebab mahalnya harga jeruk Medan. Adapun, jeruk Mandarin dapat diangkut dengan kapal melalui jalur perairan dari negara asalnya dengan biaya yang jauh lebih efisien. &quot;Jeruk Medan dibawanya ruwet, jalannya rusak, masuk ke (pelabuhan) Merak Bakauheni macet. Kalau jeruk Mandarin pakai kapal 30 ribu dwt,&quot; jelasnya.Padahal, sebut Faisal, negara ini kaya dengan infrastruktur alami.&quot;Tuhan telah menganugerahi negeri ini jalan bebas hambatan yang namanya laut tapi kita malah mau bangun Jembatan Selat&amp;nbsp; Sunda,&quot; tegas Faisal</description><content:encoded>JAKARTA - Kebijakan pemerintah dinilai terlalu berorientasi ke pembangunan transportasi di&amp;nbsp; darat seperti pembangunan Jembatan Selat Sunda. Padahal, transportasi perairan bisa lebih efisien untuk menekan tingginya&amp;nbsp; biaya logistik.Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, kebijakan pemerintah tersebut membuat tingginya biaya logistik di Indonesia. &quot;Saya meminta pemerintah lebih mengembangkan transportasi perairan. Pasalnya, sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan,&quot; ujar Faisal saat seminar Ekonomi Pancaslia sebagai Alternatif Sistem Ekonomi Indonesia dan Dunia, di Gedung Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).Faisal memberikan contoh, tingginya biaya logistik di Indonesia menyebabkan jeruk Mandarin bisa dijual dengan harga lebih&amp;nbsp; murah ketimbang jeruk Mandarin. Berdasarkan catatannya, jeruk Medan dijual dengan harga Rp20 ribu per kg sementara jeruk Mandarin hanya Rp17 ribu per kg.&quot;Jeruk Medan sama jeruk Mandarin lebih murah mana? Jeruk Mandarin. Jeruk Mandarin Rp17 ribu per kg, jeruk Medan Rp20 ribu per kg,&quot;&amp;nbsp; katanya. Faisal menjelaskan, buruknya infrastruktur konektivitas sebagai penyebab mahalnya harga jeruk Medan. Adapun, jeruk Mandarin dapat diangkut dengan kapal melalui jalur perairan dari negara asalnya dengan biaya yang jauh lebih efisien. &quot;Jeruk Medan dibawanya ruwet, jalannya rusak, masuk ke (pelabuhan) Merak Bakauheni macet. Kalau jeruk Mandarin pakai kapal 30 ribu dwt,&quot; jelasnya.Padahal, sebut Faisal, negara ini kaya dengan infrastruktur alami.&quot;Tuhan telah menganugerahi negeri ini jalan bebas hambatan yang namanya laut tapi kita malah mau bangun Jembatan Selat&amp;nbsp; Sunda,&quot; tegas Faisal</content:encoded></item></channel></rss>
