<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Wuih...Pemerintah Butuh Dana Pembangunan Infrastruktur Rp1.924 T</title><description>Pertumbuhan ekonomi antara 2010-2014 tersebut membutuhkan dana sekira Rp1.924 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/25/20/767084/wuih-pemerintah-butuh-dana-pembangunan-infrastruktur-rp1-924-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/02/25/20/767084/wuih-pemerintah-butuh-dana-pembangunan-infrastruktur-rp1-924-t"/><item><title> Wuih...Pemerintah Butuh Dana Pembangunan Infrastruktur Rp1.924 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/02/25/20/767084/wuih-pemerintah-butuh-dana-pembangunan-infrastruktur-rp1-924-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/02/25/20/767084/wuih-pemerintah-butuh-dana-pembangunan-infrastruktur-rp1-924-t</guid><pubDate>Senin 25 Februari 2013 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/25/20/767084/B6zQiOeTnG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/25/20/767084/B6zQiOeTnG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Perencanaan Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Fritz Horas Silalahi menyebut, dalam rencana pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN) menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3-6,8 persen. Pertumbuhan ekonomi antara 2010-2014 tersebut membutuhkan dana sekira Rp1.924 triliun.&quot;Pemerintah pusat dan daerah baru dapat menyediakan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp924 triliun atau 47,5 persen sehingga terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp1.009 triliun,&quot; ungkap Fritz, saat menemui wartawan, di Restoran Sari Kuring, Jakarta, Selasa (25/2/2013).Kekurangan dana ini, sebut dia, membuka peluang bagi munculnya kerjasama antara pemerintah dan swasta melalui kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS).&quot;Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam percepatan proses pembangunan nasional sekaligus sebagai penggerak roda pertumbuhan ekonomi,&quot; tambah dia.Infrastruktur, jelas dia, juga memegang peranan penting bagi upaya penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, mendukung tumbuhnya pusat ekonomi serta meningkatkan mobilitas barang dan jasa.&quot;Laju pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Perencanaan Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Fritz Horas Silalahi menyebut, dalam rencana pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN) menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3-6,8 persen. Pertumbuhan ekonomi antara 2010-2014 tersebut membutuhkan dana sekira Rp1.924 triliun.&quot;Pemerintah pusat dan daerah baru dapat menyediakan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp924 triliun atau 47,5 persen sehingga terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp1.009 triliun,&quot; ungkap Fritz, saat menemui wartawan, di Restoran Sari Kuring, Jakarta, Selasa (25/2/2013).Kekurangan dana ini, sebut dia, membuka peluang bagi munculnya kerjasama antara pemerintah dan swasta melalui kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS).&quot;Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam percepatan proses pembangunan nasional sekaligus sebagai penggerak roda pertumbuhan ekonomi,&quot; tambah dia.Infrastruktur, jelas dia, juga memegang peranan penting bagi upaya penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, mendukung tumbuhnya pusat ekonomi serta meningkatkan mobilitas barang dan jasa.&quot;Laju pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
