<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lalai, Bursa Beri Sanksi Indo Premier Securities</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi berupa peringatan tertulis kepada PT Indo Premier Securities.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/03/28/278/782810/lalai-bursa-beri-sanksi-indo-premier-securities</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/03/28/278/782810/lalai-bursa-beri-sanksi-indo-premier-securities"/><item><title>Lalai, Bursa Beri Sanksi Indo Premier Securities</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/03/28/278/782810/lalai-bursa-beri-sanksi-indo-premier-securities</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/03/28/278/782810/lalai-bursa-beri-sanksi-indo-premier-securities</guid><pubDate>Kamis 28 Maret 2013 12:02 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/03/28/278/782810/49b6NfQubc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo BEI. Foto: (Runi Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/03/28/278/782810/49b6NfQubc.jpg</image><title>Logo BEI. Foto: (Runi Sari/Okezone)</title></images><description>VAKSIN&amp;nbsp;Covid-19 AstraZeneca tengah ramai dibahas, karena dilaporkan dapat menyebabkan kejadian trombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS) atau pembekuan darah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menegaskan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah tak beredar di Indonesia.&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;6 Vaksin Dewasa Terbaru 2023 Rekomendasi PAPDI&amp;nbsp;&quot;Berdasarkan penelusuran BPOM, saat ini vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah tidak lagi beredar di Indonesia,&quot; tulis laporan BPOM yang diterima MNC Portal, Senin (6/5/2024).&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Anak, Jangan Lupa Lakukan 5 Persiapan Ini&amp;nbsp;Dilaporkan juga bahwa vaksin tersebut tidak digunakan lagi dalam program vaksinasi atau imunisasi. Meski begitu, BPOM bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komnas PP KIPI) terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti setiap kejadian KIPI.&amp;nbsp;Selengkapnya simak dalam Infografis.

#bpom
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Badan Pengawas Obat dan Makanan
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Komnas KIPI
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Vaksin COVID-19
</description><content:encoded>VAKSIN&amp;nbsp;Covid-19 AstraZeneca tengah ramai dibahas, karena dilaporkan dapat menyebabkan kejadian trombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS) atau pembekuan darah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menegaskan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah tak beredar di Indonesia.&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;6 Vaksin Dewasa Terbaru 2023 Rekomendasi PAPDI&amp;nbsp;&quot;Berdasarkan penelusuran BPOM, saat ini vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah tidak lagi beredar di Indonesia,&quot; tulis laporan BPOM yang diterima MNC Portal, Senin (6/5/2024).&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Anak, Jangan Lupa Lakukan 5 Persiapan Ini&amp;nbsp;Dilaporkan juga bahwa vaksin tersebut tidak digunakan lagi dalam program vaksinasi atau imunisasi. Meski begitu, BPOM bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komnas PP KIPI) terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti setiap kejadian KIPI.&amp;nbsp;Selengkapnya simak dalam Infografis.

#bpom
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Badan Pengawas Obat dan Makanan
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Komnas KIPI
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Vaksin COVID-19
</content:encoded></item></channel></rss>
