<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Logistik Sepakat Kenaikan BBM Subsidi</title><description>Asosiasi Logistik indonesia (ALI) mendukung pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Pasalnya dengan menaikkan harga, kenaikan tarif biaya angkut untuk logistik pun ikut naik.
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/03/19/785878/pengusaha-logistik-sepakat-kenaikan-bbm-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/03/19/785878/pengusaha-logistik-sepakat-kenaikan-bbm-subsidi"/><item><title>Pengusaha Logistik Sepakat Kenaikan BBM Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/03/19/785878/pengusaha-logistik-sepakat-kenaikan-bbm-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/03/19/785878/pengusaha-logistik-sepakat-kenaikan-bbm-subsidi</guid><pubDate>Rabu 03 April 2013 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/03/19/785878/WPgNNQT82p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/03/19/785878/WPgNNQT82p.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     JAKARTA - Asosiasi Logistik indonesia (ALI) mendukung pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Pasalnya dengan menaikkan harga, kenaikan tarif biaya angkut untuk logistik pun ikut naik.&quot;Kalau kita menaikkan tarif biaya angkut, kita tidak bisa karena tidak ada payung hukum. Kalo BBM dinaikkan, itu baru ada payung hukumnya,&quot; ujar Presiden Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Masita kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/4/2013).&quot;Selain itu&amp;nbsp; kami juga meminta disediakan BBM nonsubsidi di seluruh SPBU karena kami harus menanggung cost 30 persen,&quot; tambahnya.&amp;nbsp;Zaldi menjelaskan, truk logistik milik pengusaha merasa terbebani dengan adanya pembatasan BBM bersubsidi. Karena itu, dia menilai, lebih baik pemerintah segera menaikan harga BBM tersebut.&quot;Kita harus mengantre setengah hari sebelumnya. Jadi jarak tempuh yang seharusnya bisa dicapai&amp;nbsp; 2-3 hari malah bertambah menjadi 4-5 hari,&quot; ungkapnya.Hal senada dikatakan juga oleh Pengusaha Transportasi Sugi Purnoto. Dia menyebut, opsi pemerintah membatasi BBM subsidi ini akan memberikan dampak ekonomi yang sistematik&quot;Yang pertama, mobil-mobil akan antre di SPBU, uang operasional supir akan meningkat, jadi kesimpulannya salah sasaran di logistik. Lebih baik dinaikkan, pemerintah jangan takut politik, ini menyangkut kehidupan sosial,&quot; tegasnya.Menurut Sugi, pihaknya menginginkan kenaikan BBM sekira Rp1000-1500 per liter. &quot;Usulannya 30 persen naik menjadi Rp6000-6500. Ini lebih baik. Ini saya fokus bicara untuk solar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     JAKARTA - Asosiasi Logistik indonesia (ALI) mendukung pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Pasalnya dengan menaikkan harga, kenaikan tarif biaya angkut untuk logistik pun ikut naik.&quot;Kalau kita menaikkan tarif biaya angkut, kita tidak bisa karena tidak ada payung hukum. Kalo BBM dinaikkan, itu baru ada payung hukumnya,&quot; ujar Presiden Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Masita kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/4/2013).&quot;Selain itu&amp;nbsp; kami juga meminta disediakan BBM nonsubsidi di seluruh SPBU karena kami harus menanggung cost 30 persen,&quot; tambahnya.&amp;nbsp;Zaldi menjelaskan, truk logistik milik pengusaha merasa terbebani dengan adanya pembatasan BBM bersubsidi. Karena itu, dia menilai, lebih baik pemerintah segera menaikan harga BBM tersebut.&quot;Kita harus mengantre setengah hari sebelumnya. Jadi jarak tempuh yang seharusnya bisa dicapai&amp;nbsp; 2-3 hari malah bertambah menjadi 4-5 hari,&quot; ungkapnya.Hal senada dikatakan juga oleh Pengusaha Transportasi Sugi Purnoto. Dia menyebut, opsi pemerintah membatasi BBM subsidi ini akan memberikan dampak ekonomi yang sistematik&quot;Yang pertama, mobil-mobil akan antre di SPBU, uang operasional supir akan meningkat, jadi kesimpulannya salah sasaran di logistik. Lebih baik dinaikkan, pemerintah jangan takut politik, ini menyangkut kehidupan sosial,&quot; tegasnya.Menurut Sugi, pihaknya menginginkan kenaikan BBM sekira Rp1000-1500 per liter. &quot;Usulannya 30 persen naik menjadi Rp6000-6500. Ini lebih baik. Ini saya fokus bicara untuk solar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
