<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Kaji Ciptakan BBM RON 90</title><description>Ada juga opsi untuk membuat variasi BBM baru dengan menciptakan BBM jenis baru yang mengandung Research Octane Number (RON) 90.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/19/786262/pemerintah-kaji-ciptakan-bbm-ron-90</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/19/786262/pemerintah-kaji-ciptakan-bbm-ron-90"/><item><title>Pemerintah Kaji Ciptakan BBM RON 90</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/19/786262/pemerintah-kaji-ciptakan-bbm-ron-90</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/19/786262/pemerintah-kaji-ciptakan-bbm-ron-90</guid><pubDate>Kamis 04 April 2013 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/04/19/786262/kSrQKbqasF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/04/19/786262/kSrQKbqasF.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketimbang menaikkan harga BBM subsidi, pemerintah tampaknya lebih memilih melakukan pengendalian. Selain itu, ada juga opsi untuk membuat variasi BBM baru dengan menciptakan BBM jenis baru yang mengandung Research Octane Number (RON) 90.Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menjelaskan, Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Menteri ESDM Jero Wacik telah memaparkan rencana pengurangan BBM subsidi.Dia mengakui, jika opsinya memang lebih ke arah mekanisme pengendalian. Jadi, bentuknya seperti ada pengendalian, karena beberapa kementrian mengusulkan skema yang beragam. Saat itu, KEN mengusulkan pengendalian dengan pembatasan kendaraan roda empat yang pelat hitam tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi.&amp;ldquo;Ada opsi juga untuk membuat variasi baru produk, BBM RON 90, dengan harga sekira Rp7.000. Tapi ada beberapa opsi tengah dibahas,&amp;rdquo; jelas dia di Jakarta, Kamis (4/4/2013).Dia mengakui, jika hal itu mempertimbangkan pengunaan bensin RON 88 yang sudah jarang digunakan. &amp;ldquo;Dari sisi teknis, kalau RON 88 sudah jarang negara gunakan RON 88 tapi juga tetap disubsidi. Kualitasnya jadi lebih baik tapi tetap disubsidi, masih dibahas ini,&amp;rdquo; ucap dia.Setelah diputuskan langkah yang mana yang akan diambil, pemerintah akan segera mengimplementasikan hal tersebut. &amp;ldquo;Nanti mesti dibahas tentang kesiapan Pertamina juga, karena kan yang menjalankan di tingkat lapangan kan Pertamina,&amp;rdquo; imbuh dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketimbang menaikkan harga BBM subsidi, pemerintah tampaknya lebih memilih melakukan pengendalian. Selain itu, ada juga opsi untuk membuat variasi BBM baru dengan menciptakan BBM jenis baru yang mengandung Research Octane Number (RON) 90.Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menjelaskan, Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Menteri ESDM Jero Wacik telah memaparkan rencana pengurangan BBM subsidi.Dia mengakui, jika opsinya memang lebih ke arah mekanisme pengendalian. Jadi, bentuknya seperti ada pengendalian, karena beberapa kementrian mengusulkan skema yang beragam. Saat itu, KEN mengusulkan pengendalian dengan pembatasan kendaraan roda empat yang pelat hitam tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi.&amp;ldquo;Ada opsi juga untuk membuat variasi baru produk, BBM RON 90, dengan harga sekira Rp7.000. Tapi ada beberapa opsi tengah dibahas,&amp;rdquo; jelas dia di Jakarta, Kamis (4/4/2013).Dia mengakui, jika hal itu mempertimbangkan pengunaan bensin RON 88 yang sudah jarang digunakan. &amp;ldquo;Dari sisi teknis, kalau RON 88 sudah jarang negara gunakan RON 88 tapi juga tetap disubsidi. Kualitasnya jadi lebih baik tapi tetap disubsidi, masih dibahas ini,&amp;rdquo; ucap dia.Setelah diputuskan langkah yang mana yang akan diambil, pemerintah akan segera mengimplementasikan hal tersebut. &amp;ldquo;Nanti mesti dibahas tentang kesiapan Pertamina juga, karena kan yang menjalankan di tingkat lapangan kan Pertamina,&amp;rdquo; imbuh dia.</content:encoded></item></channel></rss>
