<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gita Wirjawan Minta Pengusaha RI Belajar dari Starbucks</title><description>Salah satu guru terbaik adalah Chairman, President &amp;amp; Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Coffee Company Howard Schultz.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/320/786012/gita-wirjawan-minta-pengusaha-ri-belajar-dari-starbucks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/320/786012/gita-wirjawan-minta-pengusaha-ri-belajar-dari-starbucks"/><item><title>Gita Wirjawan Minta Pengusaha RI Belajar dari Starbucks</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/320/786012/gita-wirjawan-minta-pengusaha-ri-belajar-dari-starbucks</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/04/320/786012/gita-wirjawan-minta-pengusaha-ri-belajar-dari-starbucks</guid><pubDate>Kamis 04 April 2013 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/04/320/786012/7qHTy27vXU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Starbucks</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/04/320/786012/7qHTy27vXU.jpg</image><title>Logo Starbucks</title></images><description>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}


JAKARTA - Kementerian Perdagangan RI meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT. Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) agar dapat belajar praktek terbaik dalam menjalankan perusahaan dengan baik. Salah satu guru terbaik adalah Chairman, President &amp;amp; Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Coffee Company Howard Schultz.
&amp;nbsp;
Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan bahwa banyak waralaba takut keuntungannya berkurang jika memperhatikan aspek sosial. Pasalnya, Starbuck memiliki keseimbangan dalam hal profit dan social conscience dengan memperhatikan aspek sosial.
&amp;nbsp;
&quot;Dengan adanya kesadaran pada aspek sosial dan melakukan pembinaan kepada pegawai serta komunitas lokal, maka masyarakat dan juga pengusaha kecil dapat diuntungkan dengan kehadiran Starbucks. Hal ini patut dicontoh oleh perusahaan- perusahaan di Indonesia,&quot; Kata Gita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (3/4/2013).
&amp;nbsp;
Sementara itu, Chairman, President &amp;amp; Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Coffee Company, Howard Schultz menyebutkan bahwa kunci sukses perusahaannya adalah karena cinta (love) dan kemanusiaan (humanity) yang tidak diajarkan dalam buku dan kelas bisnis manapun. 
&amp;nbsp;
Lebih Schultz, memaparkan bahwa saat ini media sosial memegang peranan penting dalam membangun dan mengelola sebuah merek global. Inilah yang dilakukan Starbucks dengan mengalokasikan sebagian besar dana pemasarannya dari media tradisional ke media sosial.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam menjalankan bisnis, ada sebuah rangkaian kesuksesan yang telah kami alami dan akan kami sampaikan kuncinya ke kalangan bisnis manapun yang hadir di sini. Hal tersebut adalah kepercayaan,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan ini, Howard Schultz juga menyampaikan mengenai pengalamannya dalam mengelola Starbucks dan bagaimana perusahaan ini membangun merek global selama 40 tahun. 
&amp;nbsp;
Sekedar informasi, di Indonesia, Starbucks mulai masuk pada tahun 2002 melalui PT Sari Coffee Indonesia. Hingga hari ini, Starbucks telah memiliki 147 gerai di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Medan, Balikpapan, Semarang, Batam dan Makassar.</description><content:encoded>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}


JAKARTA - Kementerian Perdagangan RI meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT. Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) agar dapat belajar praktek terbaik dalam menjalankan perusahaan dengan baik. Salah satu guru terbaik adalah Chairman, President &amp;amp; Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Coffee Company Howard Schultz.
&amp;nbsp;
Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan bahwa banyak waralaba takut keuntungannya berkurang jika memperhatikan aspek sosial. Pasalnya, Starbuck memiliki keseimbangan dalam hal profit dan social conscience dengan memperhatikan aspek sosial.
&amp;nbsp;
&quot;Dengan adanya kesadaran pada aspek sosial dan melakukan pembinaan kepada pegawai serta komunitas lokal, maka masyarakat dan juga pengusaha kecil dapat diuntungkan dengan kehadiran Starbucks. Hal ini patut dicontoh oleh perusahaan- perusahaan di Indonesia,&quot; Kata Gita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (3/4/2013).
&amp;nbsp;
Sementara itu, Chairman, President &amp;amp; Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Coffee Company, Howard Schultz menyebutkan bahwa kunci sukses perusahaannya adalah karena cinta (love) dan kemanusiaan (humanity) yang tidak diajarkan dalam buku dan kelas bisnis manapun. 
&amp;nbsp;
Lebih Schultz, memaparkan bahwa saat ini media sosial memegang peranan penting dalam membangun dan mengelola sebuah merek global. Inilah yang dilakukan Starbucks dengan mengalokasikan sebagian besar dana pemasarannya dari media tradisional ke media sosial.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam menjalankan bisnis, ada sebuah rangkaian kesuksesan yang telah kami alami dan akan kami sampaikan kuncinya ke kalangan bisnis manapun yang hadir di sini. Hal tersebut adalah kepercayaan,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan ini, Howard Schultz juga menyampaikan mengenai pengalamannya dalam mengelola Starbucks dan bagaimana perusahaan ini membangun merek global selama 40 tahun. 
&amp;nbsp;
Sekedar informasi, di Indonesia, Starbucks mulai masuk pada tahun 2002 melalui PT Sari Coffee Indonesia. Hingga hari ini, Starbucks telah memiliki 147 gerai di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Medan, Balikpapan, Semarang, Batam dan Makassar.</content:encoded></item></channel></rss>
