<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Transaksi Obligasi Hanya Tumbuh Tipis</title><description>Data PT Bursa Efek Indonesia menyebut, total volume transaksi  perdagangan obligasi konvensional di pasar sekunder pada kuartal I 2013  sebesar Rp40,19 triliun atau hanya naik 1,29 persen dibandingkan  sebelumnya sebesar Rp39,68 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/05/278/786628/penyebab-transaksi-obligasi-hanya-tumbuh-tipis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/05/278/786628/penyebab-transaksi-obligasi-hanya-tumbuh-tipis"/><item><title>Penyebab Transaksi Obligasi Hanya Tumbuh Tipis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/05/278/786628/penyebab-transaksi-obligasi-hanya-tumbuh-tipis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/05/278/786628/penyebab-transaksi-obligasi-hanya-tumbuh-tipis</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2013 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/05/278/786628/ShEzJJJjYb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/05/278/786628/ShEzJJJjYb.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Data PT Bursa Efek Indonesia menyebut, total volume transaksi perdagangan obligasi konvensional di pasar sekunder pada kuartal I 2013 sebesar Rp40,19 triliun atau hanya naik 1,29 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp39,68 triliun.Menurut analis PT NC Securities, I Made Adi Saputra, kenaikan tersebut dikarenakan terjadi penambahan pada jumlah penerbitan obligasi pada 2012 lalu terbawa hingga 2013.&quot;Dengan bertambahnya jumlah obligasi yang diterbitkan, hal tersebut akan menambah likuiditas transaksi di pasar sekunder dan jumlah investor yang melakukan transaksi obligasi korporasi akan meningkat dengan pertimbangan tingkat imbal hasil yang menarik,&quot;katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta Jumat (5/4/2013).Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, rata-rata frekuensi mengalami penurunan 20 persen menjadi 1.810 kali per hari dari 2.255 kali per hari. Hal tersebut, menurut Made, membuat investor menahan diri masuk ke pasar sekunder obligasi karena inflasi dalam negeri yang naik akibat kenaikan harga bahan pangan pokok. &quot;Selain itu imbal hasil obligasi korporasi juga belum terlalu tinggi. Namun masih lebih baik dari imbal hasil obligasi pemerintah,&quot;jelasnya.Sebagai informasi, penerbitan obligasi korporasi pada kuartal I 2013 sebesar Rp14,62 triliun atau naik 35,37 persen,&amp;nbsp; dibandingkan tahun sebelumnya Rp10,8 triliun. Hingga kini, terdapat 15 surat utang dari 13 korporasi yang terbit pada kuartal pertama 2013 antara lain 11 surat utang melalui mekanisme penerbitan berkelanjutan, tiga seri sukuk dan satu obligasi konvensional. </description><content:encoded>JAKARTA - Data PT Bursa Efek Indonesia menyebut, total volume transaksi perdagangan obligasi konvensional di pasar sekunder pada kuartal I 2013 sebesar Rp40,19 triliun atau hanya naik 1,29 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp39,68 triliun.Menurut analis PT NC Securities, I Made Adi Saputra, kenaikan tersebut dikarenakan terjadi penambahan pada jumlah penerbitan obligasi pada 2012 lalu terbawa hingga 2013.&quot;Dengan bertambahnya jumlah obligasi yang diterbitkan, hal tersebut akan menambah likuiditas transaksi di pasar sekunder dan jumlah investor yang melakukan transaksi obligasi korporasi akan meningkat dengan pertimbangan tingkat imbal hasil yang menarik,&quot;katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta Jumat (5/4/2013).Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, rata-rata frekuensi mengalami penurunan 20 persen menjadi 1.810 kali per hari dari 2.255 kali per hari. Hal tersebut, menurut Made, membuat investor menahan diri masuk ke pasar sekunder obligasi karena inflasi dalam negeri yang naik akibat kenaikan harga bahan pangan pokok. &quot;Selain itu imbal hasil obligasi korporasi juga belum terlalu tinggi. Namun masih lebih baik dari imbal hasil obligasi pemerintah,&quot;jelasnya.Sebagai informasi, penerbitan obligasi korporasi pada kuartal I 2013 sebesar Rp14,62 triliun atau naik 35,37 persen,&amp;nbsp; dibandingkan tahun sebelumnya Rp10,8 triliun. Hingga kini, terdapat 15 surat utang dari 13 korporasi yang terbit pada kuartal pertama 2013 antara lain 11 surat utang melalui mekanisme penerbitan berkelanjutan, tiga seri sukuk dan satu obligasi konvensional. </content:encoded></item></channel></rss>
