<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Emas Menjanjikan Tapi Rawan Penipuan</title><description>Banyaknya masyarakat yang tergiur oleh keuntungan dalam berinvestasi  emas menimbulkan maraknya persoalan mengenai investasi emas bodong.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/07/320/787575/investasi-emas-menjanjikan-tapi-rawan-penipuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/07/320/787575/investasi-emas-menjanjikan-tapi-rawan-penipuan"/><item><title>Investasi Emas Menjanjikan Tapi Rawan Penipuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/07/320/787575/investasi-emas-menjanjikan-tapi-rawan-penipuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/07/320/787575/investasi-emas-menjanjikan-tapi-rawan-penipuan</guid><pubDate>Minggu 07 April 2013 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/07/320/787575/SI7qM3jvED.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/07/320/787575/SI7qM3jvED.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Direktur Operasi II PT Pegadaian (Persero) Wasis Djuhar mengatakan, masih banyaknya masyarakat yang tergiur oleh keuntungan dalam berinvestasi emas menimbulkan maraknya persoalan mengenai investasi emas bodong.&quot;Paling satu bulan pertama dapat, dan bisa saja diambil dari orang yang paling belakang investasinya,&quot; kata Wasis, saat acara Jalan Sehat bersama Pegadaian, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (7/4/2013).Wasis mengatakan pertumbuhan investasi emas yang baru mencapai 15 persen sampai 20 persen. Jika suatu perusahaan mengambil untuk dalam sebulan dua sampai tiga persen itu tidak rasional. Dengan presentase pertumbuhan 15 persen hingga 20 persen.&quot;Kalau keuntungan per bulannya satu persen baru rasional,&quot; tegasnya.Selain itu, untuk para investor emas, menurut Wasis, harus meminta proposal investasi emas tersebut, akta perusahaan, agar para investasi bisa mengetahui perusahaan tersebut.Sebelumnya, banyaknya investasi bodong pada akhir-akhir ini memang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu sebagai regulator, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengimbau agar sebelum melakukan investasi terlebih dahulu agar lebih berhati-hati.&quot;Makanya sebelum melakukan investasi, para investor harus selalu memperhatikan segala sesuatunya. Lihat kalau return-nya lebih tinggi, berarti risikonya juga tinggi,&quot; ungkap Ketua Bapepam-LK Nurhaida, kala ditemui dikantornya, beberapa waktu lalu. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Operasi II PT Pegadaian (Persero) Wasis Djuhar mengatakan, masih banyaknya masyarakat yang tergiur oleh keuntungan dalam berinvestasi emas menimbulkan maraknya persoalan mengenai investasi emas bodong.&quot;Paling satu bulan pertama dapat, dan bisa saja diambil dari orang yang paling belakang investasinya,&quot; kata Wasis, saat acara Jalan Sehat bersama Pegadaian, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (7/4/2013).Wasis mengatakan pertumbuhan investasi emas yang baru mencapai 15 persen sampai 20 persen. Jika suatu perusahaan mengambil untuk dalam sebulan dua sampai tiga persen itu tidak rasional. Dengan presentase pertumbuhan 15 persen hingga 20 persen.&quot;Kalau keuntungan per bulannya satu persen baru rasional,&quot; tegasnya.Selain itu, untuk para investor emas, menurut Wasis, harus meminta proposal investasi emas tersebut, akta perusahaan, agar para investasi bisa mengetahui perusahaan tersebut.Sebelumnya, banyaknya investasi bodong pada akhir-akhir ini memang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu sebagai regulator, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengimbau agar sebelum melakukan investasi terlebih dahulu agar lebih berhati-hati.&quot;Makanya sebelum melakukan investasi, para investor harus selalu memperhatikan segala sesuatunya. Lihat kalau return-nya lebih tinggi, berarti risikonya juga tinggi,&quot; ungkap Ketua Bapepam-LK Nurhaida, kala ditemui dikantornya, beberapa waktu lalu. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
