<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pengusaha Ikhlas BBM Naik Demi Kesehatan Anggaran</title><description>Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung kenaikan BBM  bersubisdi. Pasalnya, bila BBM hanya dibatasi, hal ini akan menggangu  kesehatan ekonomi makro.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/08/19/787966/pengusaha-ikhlas-bbm-naik-demi-kesehatan-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/08/19/787966/pengusaha-ikhlas-bbm-naik-demi-kesehatan-anggaran"/><item><title> Pengusaha Ikhlas BBM Naik Demi Kesehatan Anggaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/08/19/787966/pengusaha-ikhlas-bbm-naik-demi-kesehatan-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/08/19/787966/pengusaha-ikhlas-bbm-naik-demi-kesehatan-anggaran</guid><pubDate>Senin 08 April 2013 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/08/19/787966/bK3kxQuls8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SPBU Pertamina (Foto: Heru Heryanto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/08/19/787966/bK3kxQuls8.jpg</image><title>SPBU Pertamina (Foto: Heru Heryanto)</title></images><description>JAKARTA - Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung kenaikan BBM bersubisdi. Pasalnya, bila BBM hanya dibatasi, hal ini akan menggangu kesehatan ekonomi makro.&quot;Daripada kepentingan makro terganggu, kita dukung kenaikan BBM,&quot; ujar Ketua Umum Apindo Sofyan Wanandi kepada wartawan di Hotel JW Luwansa, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/4/2013). Apabila pemerintah tetap akan membatasi BBM subisidi, menurut Sofyan, hal ini akan memberikan dampak yang berkepanjangan.&quot;Bisa-bisa perekonomian kita enggak jalan kalau dibatasi yang pasti menggangu ekonomi makro yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi kita,&quot; jelasnya.Lebih lanjut lagi, Sofyan menuturkan, pemerintah menaikkan harga BBM subsidi, pihaknya sudah siap dan menerima. &quot;Kita menerima kenyataan akan naik dan kita pengusaha sudah siapkan bila terjadi kenaikan BBM subsidi,&quot; tambahnya.Selain itu, Sofyan menyebut bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih dari enam persen karena memiliki sumber daya manusia yang kuat.&quot;SDM ini kuat, kalau ekonomi Indonesia kita jatuh ini salah kita. Kenapa politik ini selalu ada miss? Itu kekhawtiran kami. Kami merasakan kerjasama betul-betul dengan pemerintah dan kami ingin tetap enam persen pertumbuhan ekonomi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung kenaikan BBM bersubisdi. Pasalnya, bila BBM hanya dibatasi, hal ini akan menggangu kesehatan ekonomi makro.&quot;Daripada kepentingan makro terganggu, kita dukung kenaikan BBM,&quot; ujar Ketua Umum Apindo Sofyan Wanandi kepada wartawan di Hotel JW Luwansa, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/4/2013). Apabila pemerintah tetap akan membatasi BBM subisidi, menurut Sofyan, hal ini akan memberikan dampak yang berkepanjangan.&quot;Bisa-bisa perekonomian kita enggak jalan kalau dibatasi yang pasti menggangu ekonomi makro yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi kita,&quot; jelasnya.Lebih lanjut lagi, Sofyan menuturkan, pemerintah menaikkan harga BBM subsidi, pihaknya sudah siap dan menerima. &quot;Kita menerima kenyataan akan naik dan kita pengusaha sudah siapkan bila terjadi kenaikan BBM subsidi,&quot; tambahnya.Selain itu, Sofyan menyebut bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih dari enam persen karena memiliki sumber daya manusia yang kuat.&quot;SDM ini kuat, kalau ekonomi Indonesia kita jatuh ini salah kita. Kenapa politik ini selalu ada miss? Itu kekhawtiran kami. Kami merasakan kerjasama betul-betul dengan pemerintah dan kami ingin tetap enam persen pertumbuhan ekonomi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
