<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Tak Naik, Inflasi 2013 Ditaksir 5,2%</title><description>Asian Development Bank (ADB) memperkirakan inflasi pada 2013 akan berada  di kisaran 5,2 persen, tanpa kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/09/20/788603/bbm-tak-naik-inflasi-2013-ditaksir-5-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/09/20/788603/bbm-tak-naik-inflasi-2013-ditaksir-5-2"/><item><title>BBM Tak Naik, Inflasi 2013 Ditaksir 5,2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/09/20/788603/bbm-tak-naik-inflasi-2013-ditaksir-5-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/09/20/788603/bbm-tak-naik-inflasi-2013-ditaksir-5-2</guid><pubDate>Selasa 09 April 2013 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/09/20/788603/q9H6cKWeaB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/09/20/788603/q9H6cKWeaB.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan inflasi pada 2013 akan berada di kisaran 5,2 persen, tanpa kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, bila kenaikan dilakukan, maka akan terdapat beban tambahan sebesar 0,5-1 persen pada inflasi.&quot;Tingkat inflasi rata-rata diprediksi akan berada pada tingkat wajar yaitu 5,2 persen pada 2013, dan 4,7 persen pada 2014,&quot; kata Deputy Country Director ADB Edimon Ginting di&amp;nbsp; Intercontinental Jakarta MidPlaza Hotel, Jakarta, Selasa (8/4/2013).Edimon mengatakan, proyeksi tersebut dapat tercapai, jika dalam waktu dua tahun ini pemerintah tidak memberlakukan kenaikan BBM. Meski demikian, angka inflasi akan semakin Tinggi bila pemerintah menaikan harga BBM, atau mengurangi subsidi. &quot;Ketika menaikan 20-30 persen masih cukup manageble, dengan tambahan inflasi 0,5-1 persen,&quot; ujar Edimon.Oleh karena itu, dia mengungkapkan, jika memang harga BBM tidak akan mengalami kenaikan, maka pemerintah harus berusaha untuk mengerem penggunaan BBM. Seperti kebijakan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Bank Indonesia (BI). Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi Maret 2013 berada di angka 0,63 persen. Angka inflasi lebih rendah dari Februari 2013 berada di angka 0,75 persen. Sementara BI memperkirakan, pada akhir 2013 inflasi akan berada di angka 5,3 persen. Namun angka tersebut belum terhitung dari dampak kebijakan pengendalian subsidi BBM. Perkiraan inflasi tersebut lebih tinggi dari prediksi awal BI yang sebesar 4,9 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan inflasi pada 2013 akan berada di kisaran 5,2 persen, tanpa kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, bila kenaikan dilakukan, maka akan terdapat beban tambahan sebesar 0,5-1 persen pada inflasi.&quot;Tingkat inflasi rata-rata diprediksi akan berada pada tingkat wajar yaitu 5,2 persen pada 2013, dan 4,7 persen pada 2014,&quot; kata Deputy Country Director ADB Edimon Ginting di&amp;nbsp; Intercontinental Jakarta MidPlaza Hotel, Jakarta, Selasa (8/4/2013).Edimon mengatakan, proyeksi tersebut dapat tercapai, jika dalam waktu dua tahun ini pemerintah tidak memberlakukan kenaikan BBM. Meski demikian, angka inflasi akan semakin Tinggi bila pemerintah menaikan harga BBM, atau mengurangi subsidi. &quot;Ketika menaikan 20-30 persen masih cukup manageble, dengan tambahan inflasi 0,5-1 persen,&quot; ujar Edimon.Oleh karena itu, dia mengungkapkan, jika memang harga BBM tidak akan mengalami kenaikan, maka pemerintah harus berusaha untuk mengerem penggunaan BBM. Seperti kebijakan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Bank Indonesia (BI). Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi Maret 2013 berada di angka 0,63 persen. Angka inflasi lebih rendah dari Februari 2013 berada di angka 0,75 persen. Sementara BI memperkirakan, pada akhir 2013 inflasi akan berada di angka 5,3 persen. Namun angka tersebut belum terhitung dari dampak kebijakan pengendalian subsidi BBM. Perkiraan inflasi tersebut lebih tinggi dari prediksi awal BI yang sebesar 4,9 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
