<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Armida Minta Jabar Siapkan Sarana Prasarana BPJS Kesehatan</title><description>Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) diminta untuk segera  menyiapkan sarana dan prasarana jaminan kesehatan seiring akan  berlakunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 1 Januari  2014 mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/10/320/789417/armida-minta-jabar-siapkan-sarana-prasarana-bpjs-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/10/320/789417/armida-minta-jabar-siapkan-sarana-prasarana-bpjs-kesehatan"/><item><title>Armida Minta Jabar Siapkan Sarana Prasarana BPJS Kesehatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/10/320/789417/armida-minta-jabar-siapkan-sarana-prasarana-bpjs-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/10/320/789417/armida-minta-jabar-siapkan-sarana-prasarana-bpjs-kesehatan</guid><pubDate>Rabu 10 April 2013 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/10/320/789417/0GyhxxyqUn.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/10/320/789417/0GyhxxyqUn.jpg</image><title></title></images><description>BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) diminta untuk segera  menyiapkan sarana dan prasarana jaminan kesehatan seiring akan  berlakunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 1 Januari  2014 mendatang.Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan  Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengatakan, persiapan yang  dilakukan Pemprov Jabar bukan hanya menyiapkan sarana dan prasarana  fisik, tetapi juga sistem rujukan yang jelas. &quot;Untuk kesehatan  saya titip di Jabar ini, BPJS berlaku 1 Januari mendatang, jadi harus  siap sarana prasarana tidak hanya infra fisik tapi juga sistem rujukan.  Kalau engga, nanti di lapangan bisa repot,&quot; kata kata Armida, usai  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Barat 2013 di Hotel  Horison, Bandung, Rabu (10/4/2013).Pemprov Jabar menurut Armida harus menyiapkan puskesmas, rumah sakit kelas tiga. &quot;Itu harus disiapkan semuanya,&quot; katanya.Dia  menambahkan, BPJS Kesehatan merupakan salah satu agenda nasional mulai  harus diimplementasikan pada 2014. Untuk diketahui, Undang-Undang Nomor  40 Tahun 2004 tentang BPJS disahkan 28 Oktober 2011. Dalam UU  ini ditetapkan dua BPJS yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.  Dengan demikian, hanya ada institusi yang akan menyelenggarakan Jaminan  Kesehatan di Indonesia yaitu BPJS Kesehatan yang berstatuskan badan  hukum publik.Di tempat yang sama, Gubernur Jabar Ahmad Heyawan  menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan pemberlakuan program nasional  tesebut. Bahkan, Jabar menjadi salah satu provinsi yang menjadi proyek  percontohan untuk penerapan BPJS. &quot;Kita siapkan. Jabar jadi yang pertama terapkan BPJS Januari 2014 nanti,&quot; kata Heryawan.Politisi  PKS ini menjelaskan, jika proyek percontohan ini jalan maka model dan  mekanismenya akan disebarluaskan ke provinsi lain di Indonesia. Jabar  sendiri dijadikan percontohan karena sistem rujukannya dinilai yang  terbaik. &quot;Maka Jabar jadi proyek percontohan. Percontohan kan  berarti program pusat didahulukan. Kalau sudah berhasil disebar ke  provinsi lain maka berlaku untuk Indonesia,&quot; terangnya.Pertimbangan  lain yang membuat Jabar menjadi proyek percontohan BPJS Kesehatan  karena jumlah penduduknya paling banyak, yakni 44,5 juga. Heryawan  menambahkan, akan mendapat anggaran dari pusat dalam menjalankan  percontohan BPJS. (wan)</description><content:encoded>BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) diminta untuk segera  menyiapkan sarana dan prasarana jaminan kesehatan seiring akan  berlakunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 1 Januari  2014 mendatang.Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan  Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengatakan, persiapan yang  dilakukan Pemprov Jabar bukan hanya menyiapkan sarana dan prasarana  fisik, tetapi juga sistem rujukan yang jelas. &quot;Untuk kesehatan  saya titip di Jabar ini, BPJS berlaku 1 Januari mendatang, jadi harus  siap sarana prasarana tidak hanya infra fisik tapi juga sistem rujukan.  Kalau engga, nanti di lapangan bisa repot,&quot; kata kata Armida, usai  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Barat 2013 di Hotel  Horison, Bandung, Rabu (10/4/2013).Pemprov Jabar menurut Armida harus menyiapkan puskesmas, rumah sakit kelas tiga. &quot;Itu harus disiapkan semuanya,&quot; katanya.Dia  menambahkan, BPJS Kesehatan merupakan salah satu agenda nasional mulai  harus diimplementasikan pada 2014. Untuk diketahui, Undang-Undang Nomor  40 Tahun 2004 tentang BPJS disahkan 28 Oktober 2011. Dalam UU  ini ditetapkan dua BPJS yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.  Dengan demikian, hanya ada institusi yang akan menyelenggarakan Jaminan  Kesehatan di Indonesia yaitu BPJS Kesehatan yang berstatuskan badan  hukum publik.Di tempat yang sama, Gubernur Jabar Ahmad Heyawan  menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan pemberlakuan program nasional  tesebut. Bahkan, Jabar menjadi salah satu provinsi yang menjadi proyek  percontohan untuk penerapan BPJS. &quot;Kita siapkan. Jabar jadi yang pertama terapkan BPJS Januari 2014 nanti,&quot; kata Heryawan.Politisi  PKS ini menjelaskan, jika proyek percontohan ini jalan maka model dan  mekanismenya akan disebarluaskan ke provinsi lain di Indonesia. Jabar  sendiri dijadikan percontohan karena sistem rujukannya dinilai yang  terbaik. &quot;Maka Jabar jadi proyek percontohan. Percontohan kan  berarti program pusat didahulukan. Kalau sudah berhasil disebar ke  provinsi lain maka berlaku untuk Indonesia,&quot; terangnya.Pertimbangan  lain yang membuat Jabar menjadi proyek percontohan BPJS Kesehatan  karena jumlah penduduknya paling banyak, yakni 44,5 juga. Heryawan  menambahkan, akan mendapat anggaran dari pusat dalam menjalankan  percontohan BPJS. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
