<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>19 Perusahaan Pertambangan Australia Unjuk Gigi di Indonesia</title><description>Konferensi pertambangan tahunan Australia di Asia Tenggara yang dikenal  dengan nama &quot;Ozmine 2013&quot; akan diselenggarakan di Indonesia pada 16-17  April 2013 di Hotel Shangri-La, Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/19/789970/19-perusahaan-pertambangan-australia-unjuk-gigi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/19/789970/19-perusahaan-pertambangan-australia-unjuk-gigi-di-indonesia"/><item><title>19 Perusahaan Pertambangan Australia Unjuk Gigi di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/19/789970/19-perusahaan-pertambangan-australia-unjuk-gigi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/19/789970/19-perusahaan-pertambangan-australia-unjuk-gigi-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 11 April 2013 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/11/19/789970/sfdjP2WmB7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/11/19/789970/sfdjP2WmB7.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Konferensi pertambangan tahunan Australia di Asia Tenggara yang dikenal dengan nama &quot;Ozmine 2013&quot; akan diselenggarakan di Indonesia pada 16-17 April 2013 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Sebanyak&amp;nbsp;19 perusahaan asal Negara Bagian Victoria dan Australia akan menampilkan solusi dan layanan pertambangan terbaik sesuai dengan tema tahun ini, &amp;lsquo;Australia and ASEAN: Partnering for Performance&amp;rsquo;.Kegiatan ini menjadi landasan bagi pelaku industri di Australia dan wilayah Asia Tenggara serta pemerintah untuk bersama-sama membuka peluang dan menjawab tantangan di dalam industri pertambangan yang terus berkembang. Kemiripan&amp;nbsp;geografis antara&amp;nbsp;Asia Tenggara&amp;nbsp;dan Australia merupakan&amp;nbsp;sumber daya yang besar bagi&amp;nbsp;mineral dan cadangan energi.Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar di dunia untuk&amp;nbsp;timah, batubara dan tembaga&amp;nbsp;dengan industri pertambangan&amp;nbsp; yang mencakup&amp;nbsp;hampir 12 persen dari produk domestik bruto (PDB). Demikian pula dengan&amp;nbsp;Lembah Latrobe di negara bagian Victoria&amp;nbsp;yang diperkirakan mengandung cadangan batubara coklat sekira 65 miliar ton atau setara dengan 25 persen dari cadangan dunia. &quot;Di balik&amp;nbsp;pertumbuhan penduduk dunia, industri pertambangan merupakan landasan untuk memenuhi permintaan energi yang terus&amp;nbsp;meningkat. Kalangan bisnis, pemerintah dan industri perlu bekerjasama memanfaatkan sebaik mungkin&amp;nbsp;cadangan yang ada, mengeksplorasi wilayah baru secara efektif serta&amp;nbsp;melakukan penghitungan&amp;nbsp;secepat mungkin,&quot; ungkap Victorian Commissioner to Southeast Asia Tim Dillon dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (11/4/2013).&quot;Cara tercepat adalah&amp;nbsp;melalui&amp;nbsp;kemitraan. Perusahaan lokal dapat memanfaatkan keterampilan teknis dan pengetahuan rekanan dari&amp;nbsp;Victoria untuk secara efektif bersaing di seluruh rantai nilai dari eksplorasi,&amp;nbsp;engineering, pengolahan mineral, pengelolaan lingkungan, keselamatan tambang untuk penelitian, pengembangan dan pelatihan,&quot; tambahnya.Raksasa industri pertambangan Australia BHP dan Rio Tinto bermarkas di Melbourne dan didukung oleh berbagai perusahaan layanan teknologi pertambangan yang inovatif. Melbourne juga menawarkan penelitian dan pengembangan melalui 9 universitas kelas dunia yang juga secara berkesinambungan memasok para lulusan pertambangan dan teknik ke industri tambang di Au&quot;Perusahaan -perusahaan asal&amp;nbsp;Victoria&amp;nbsp;di&amp;nbsp;Ozmine 2013&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;menawarkan&amp;nbsp;produk dan layanan&amp;nbsp;inovatif,&amp;nbsp;kompetitif&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;berkualitas. Kami&amp;nbsp;sangat menantikan untuk&amp;nbsp;bermitra dengan&amp;nbsp;pelaku industri&amp;nbsp;lokal dan regional&amp;nbsp;dan bersama-sama&amp;nbsp;membuka jalan&amp;nbsp;ke depan,&quot;&amp;nbsp;pungkas&amp;nbsp;Dillon.</description><content:encoded>JAKARTA - Konferensi pertambangan tahunan Australia di Asia Tenggara yang dikenal dengan nama &quot;Ozmine 2013&quot; akan diselenggarakan di Indonesia pada 16-17 April 2013 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Sebanyak&amp;nbsp;19 perusahaan asal Negara Bagian Victoria dan Australia akan menampilkan solusi dan layanan pertambangan terbaik sesuai dengan tema tahun ini, &amp;lsquo;Australia and ASEAN: Partnering for Performance&amp;rsquo;.Kegiatan ini menjadi landasan bagi pelaku industri di Australia dan wilayah Asia Tenggara serta pemerintah untuk bersama-sama membuka peluang dan menjawab tantangan di dalam industri pertambangan yang terus berkembang. Kemiripan&amp;nbsp;geografis antara&amp;nbsp;Asia Tenggara&amp;nbsp;dan Australia merupakan&amp;nbsp;sumber daya yang besar bagi&amp;nbsp;mineral dan cadangan energi.Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar di dunia untuk&amp;nbsp;timah, batubara dan tembaga&amp;nbsp;dengan industri pertambangan&amp;nbsp; yang mencakup&amp;nbsp;hampir 12 persen dari produk domestik bruto (PDB). Demikian pula dengan&amp;nbsp;Lembah Latrobe di negara bagian Victoria&amp;nbsp;yang diperkirakan mengandung cadangan batubara coklat sekira 65 miliar ton atau setara dengan 25 persen dari cadangan dunia. &quot;Di balik&amp;nbsp;pertumbuhan penduduk dunia, industri pertambangan merupakan landasan untuk memenuhi permintaan energi yang terus&amp;nbsp;meningkat. Kalangan bisnis, pemerintah dan industri perlu bekerjasama memanfaatkan sebaik mungkin&amp;nbsp;cadangan yang ada, mengeksplorasi wilayah baru secara efektif serta&amp;nbsp;melakukan penghitungan&amp;nbsp;secepat mungkin,&quot; ungkap Victorian Commissioner to Southeast Asia Tim Dillon dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (11/4/2013).&quot;Cara tercepat adalah&amp;nbsp;melalui&amp;nbsp;kemitraan. Perusahaan lokal dapat memanfaatkan keterampilan teknis dan pengetahuan rekanan dari&amp;nbsp;Victoria untuk secara efektif bersaing di seluruh rantai nilai dari eksplorasi,&amp;nbsp;engineering, pengolahan mineral, pengelolaan lingkungan, keselamatan tambang untuk penelitian, pengembangan dan pelatihan,&quot; tambahnya.Raksasa industri pertambangan Australia BHP dan Rio Tinto bermarkas di Melbourne dan didukung oleh berbagai perusahaan layanan teknologi pertambangan yang inovatif. Melbourne juga menawarkan penelitian dan pengembangan melalui 9 universitas kelas dunia yang juga secara berkesinambungan memasok para lulusan pertambangan dan teknik ke industri tambang di Au&quot;Perusahaan -perusahaan asal&amp;nbsp;Victoria&amp;nbsp;di&amp;nbsp;Ozmine 2013&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;menawarkan&amp;nbsp;produk dan layanan&amp;nbsp;inovatif,&amp;nbsp;kompetitif&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;berkualitas. Kami&amp;nbsp;sangat menantikan untuk&amp;nbsp;bermitra dengan&amp;nbsp;pelaku industri&amp;nbsp;lokal dan regional&amp;nbsp;dan bersama-sama&amp;nbsp;membuka jalan&amp;nbsp;ke depan,&quot;&amp;nbsp;pungkas&amp;nbsp;Dillon.</content:encoded></item></channel></rss>
