<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Darmin: Pemulihan Ekonomi AS Tak Sebaik Perkiraan</title><description>Pemulihan ekonomi global tidak seoptimistis prakiraan sebelumnya dan  masih dibayangi ketidakpastian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/20/789905/darmin-pemulihan-ekonomi-as-tak-sebaik-perkiraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/20/789905/darmin-pemulihan-ekonomi-as-tak-sebaik-perkiraan"/><item><title>Darmin: Pemulihan Ekonomi AS Tak Sebaik Perkiraan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/20/789905/darmin-pemulihan-ekonomi-as-tak-sebaik-perkiraan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/11/20/789905/darmin-pemulihan-ekonomi-as-tak-sebaik-perkiraan</guid><pubDate>Kamis 11 April 2013 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rezkiana Nisaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/11/20/789905/VGh2UNOOht.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Darmin Nasution. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/11/20/789905/VGh2UNOOht.jpg</image><title>Gubernur BI Darmin Nasution. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kondisi perekonomian global mulai menunjukkan adanya perbaikan. Sayangnya, pemulihan ekonomi global tidak seoptimistis prakiraan sebelumnya dan masih dibayangi ketidakpastian. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diprakirakan tertahan akibat permasalahan fiskalnya, meskipun kegiatan produksi dan konsumsi mulai menunjukkan perbaikan. &quot;Di sisi lain, resesi perekonomian Eropa masih berlanjut terkait lambatnya implementasi program austerity di beberapa negara,&quot; kata dia di gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (11/4/2013). Menurutnya, kondisi berbeda ditunjukkan perekonomian di beberapa negara Asia, terutama China, yang membaik sebagaimana tercermin dari indikator konsumsi dan produksi. Harga komoditas dunia juga masih cenderung menurun, kecuali harga minyak. &quot;Sejalan dengan itu, respons kebijakan bank sentral dunia secara umum masih tetap akomodatif dengan mempertahankan suku bunga rendah maupun quantitative easing,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kondisi perekonomian global mulai menunjukkan adanya perbaikan. Sayangnya, pemulihan ekonomi global tidak seoptimistis prakiraan sebelumnya dan masih dibayangi ketidakpastian. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diprakirakan tertahan akibat permasalahan fiskalnya, meskipun kegiatan produksi dan konsumsi mulai menunjukkan perbaikan. &quot;Di sisi lain, resesi perekonomian Eropa masih berlanjut terkait lambatnya implementasi program austerity di beberapa negara,&quot; kata dia di gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (11/4/2013). Menurutnya, kondisi berbeda ditunjukkan perekonomian di beberapa negara Asia, terutama China, yang membaik sebagaimana tercermin dari indikator konsumsi dan produksi. Harga komoditas dunia juga masih cenderung menurun, kecuali harga minyak. &quot;Sejalan dengan itu, respons kebijakan bank sentral dunia secara umum masih tetap akomodatif dengan mempertahankan suku bunga rendah maupun quantitative easing,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
