<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Opsi Dual Price BBM Subsidi bak Bom Waktu</title><description>Opsi pemerintah untuk menerapkan dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai kurang tepat. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/14/19/791253/opsi-dual-price-bbm-subsidi-bak-bom-waktu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/14/19/791253/opsi-dual-price-bbm-subsidi-bak-bom-waktu"/><item><title>Opsi Dual Price BBM Subsidi bak Bom Waktu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/14/19/791253/opsi-dual-price-bbm-subsidi-bak-bom-waktu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/14/19/791253/opsi-dual-price-bbm-subsidi-bak-bom-waktu</guid><pubDate>Minggu 14 April 2013 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/14/19/791253/xMMo5Hp7Zf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/14/19/791253/xMMo5Hp7Zf.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Opsi pemerintah untuk menerapkan dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai kurang tepat. &quot;Karena kami melihat nampaknya opsi (dual price) BBM subsidi ini complicated untuk diterapkan. ini lebih ke solusi short term saja, jangka pendek. Pemerintah tidak memikirkan ke depannya,&quot; ungkap Ketua Komite Tetap Energi Kadin, Firli Ganinduto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (14/4/2013).Firli menambahkan, kalau dibedakan harga itu nampaknya kurang tepat solusinya. dengan begini sepertinya pemerintah antara hendak mengubah sistem atau tidak. &quot;Bahkan ini nampaknya bukan solusi tapi lebih kepada upaya tarik ulur bom waktu,&quot; jelasnya.Dia pun meragukan nanti mekanisme penerapannya di lapangan akan seperti apa,&amp;nbsp; karena akan ada produk BBM subsidi murah dan lebih mahal dan SPBU berbeda-beda.&quot;Solusi terpenting adalah bagaimana untuk jangka panjang. misalnya program konversi bbm ke gas ini memang jelas kan oke. tapi kalau perbedaan harga ini bukan solusi tepat,&quot; tegasnya.Lanjut Firli, bila ada opsi seperti ini, dia meminta pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur. &quot;Karena yang pasti dana kompensasi dari penghematan subsidi BBM bbm harus dialokasikan ke infrastruktur program konversi BBM ke BBG,&quot; pungkasnya.Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan dengan opsi yang sudah ditentukan, nantinya akan ada dua harga BBM bersubsidi dan SPBU khusus untuk membeli BBM bersubsidi tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Opsi pemerintah untuk menerapkan dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai kurang tepat. &quot;Karena kami melihat nampaknya opsi (dual price) BBM subsidi ini complicated untuk diterapkan. ini lebih ke solusi short term saja, jangka pendek. Pemerintah tidak memikirkan ke depannya,&quot; ungkap Ketua Komite Tetap Energi Kadin, Firli Ganinduto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (14/4/2013).Firli menambahkan, kalau dibedakan harga itu nampaknya kurang tepat solusinya. dengan begini sepertinya pemerintah antara hendak mengubah sistem atau tidak. &quot;Bahkan ini nampaknya bukan solusi tapi lebih kepada upaya tarik ulur bom waktu,&quot; jelasnya.Dia pun meragukan nanti mekanisme penerapannya di lapangan akan seperti apa,&amp;nbsp; karena akan ada produk BBM subsidi murah dan lebih mahal dan SPBU berbeda-beda.&quot;Solusi terpenting adalah bagaimana untuk jangka panjang. misalnya program konversi bbm ke gas ini memang jelas kan oke. tapi kalau perbedaan harga ini bukan solusi tepat,&quot; tegasnya.Lanjut Firli, bila ada opsi seperti ini, dia meminta pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur. &quot;Karena yang pasti dana kompensasi dari penghematan subsidi BBM bbm harus dialokasikan ke infrastruktur program konversi BBM ke BBG,&quot; pungkasnya.Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan dengan opsi yang sudah ditentukan, nantinya akan ada dua harga BBM bersubsidi dan SPBU khusus untuk membeli BBM bersubsidi tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
