<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Tambang Minta Pemerintah Bangun Infrastruktur</title><description>Pengusaha tambang yang bergabung di Komite Kerja Lintas Asosiasi  Pertambangan meminta pemerintah untuk membangun penunjang strategis  pengolahan pemurnian (smelter). Pasalnya ini dilakukan untuk kepentingan  hilirisasi di dalam negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/15/19/791851/pengusaha-tambang-minta-pemerintah-bangun-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/15/19/791851/pengusaha-tambang-minta-pemerintah-bangun-infrastruktur"/><item><title>Pengusaha Tambang Minta Pemerintah Bangun Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/15/19/791851/pengusaha-tambang-minta-pemerintah-bangun-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/15/19/791851/pengusaha-tambang-minta-pemerintah-bangun-infrastruktur</guid><pubDate>Senin 15 April 2013 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/15/19/791851/vf46Qaztco.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/15/19/791851/vf46Qaztco.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha tambang yang bergabung di Komite Kerja Lintas Asosiasi Pertambangan meminta pemerintah untuk membangun penunjang strategis pengolahan pemurnian (smelter). Pasalnya ini dilakukan untuk kepentingan hilirisasi di dalam negeri.&quot;Secara ekonomi smelter itu memang sudah dapat dikatakan bisa dilakukan. Namun penunjang strategis seperti infrastruktur, kelistrikan dan konsekuensi dana yang besar perlu diperhatikan pemerintah,&quot; ujar Koordinator Komite Kerja Lintas Asosiasi Pertambangan Minerba, Irwandy Arif di kepada Wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/4/2013).Dia menjelaskan, sejumlah komoditas baik itu pasir besi, nikel, alumina layak dikelola untuk dijadikan komoditas bernilai tambah. Namun, persoalan utamanya adalah mengenai ketersedian listrik untuk menyuplai pasokan energi bagi smelter.&quot;Nah, itu masalahnya listriknya cukup besar. Pemerintah sendiri bisa tidak menyediakan. Tenaga listrik yang disediakan tidak bisa dipasok dari sumber energi konvensional,&quot; tambahnya.Irwandy mencontohkan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk menyuplai tenaga listrik untuk smelter dengan kapasitas yang cukup besar. Guna optimalisasi fungsi smelter, perusahaan tersebut membangun hydro power sebagai power plant.&quot;Jadi ini bukan pakai energi yang konvensioanal karena pasokan energi dibutuhkan sangat besar. Karena itu, kami harap pemerintah membangun infrastruktur penunjangnya terlebih dahulu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha tambang yang bergabung di Komite Kerja Lintas Asosiasi Pertambangan meminta pemerintah untuk membangun penunjang strategis pengolahan pemurnian (smelter). Pasalnya ini dilakukan untuk kepentingan hilirisasi di dalam negeri.&quot;Secara ekonomi smelter itu memang sudah dapat dikatakan bisa dilakukan. Namun penunjang strategis seperti infrastruktur, kelistrikan dan konsekuensi dana yang besar perlu diperhatikan pemerintah,&quot; ujar Koordinator Komite Kerja Lintas Asosiasi Pertambangan Minerba, Irwandy Arif di kepada Wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/4/2013).Dia menjelaskan, sejumlah komoditas baik itu pasir besi, nikel, alumina layak dikelola untuk dijadikan komoditas bernilai tambah. Namun, persoalan utamanya adalah mengenai ketersedian listrik untuk menyuplai pasokan energi bagi smelter.&quot;Nah, itu masalahnya listriknya cukup besar. Pemerintah sendiri bisa tidak menyediakan. Tenaga listrik yang disediakan tidak bisa dipasok dari sumber energi konvensional,&quot; tambahnya.Irwandy mencontohkan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk menyuplai tenaga listrik untuk smelter dengan kapasitas yang cukup besar. Guna optimalisasi fungsi smelter, perusahaan tersebut membangun hydro power sebagai power plant.&quot;Jadi ini bukan pakai energi yang konvensioanal karena pasokan energi dibutuhkan sangat besar. Karena itu, kami harap pemerintah membangun infrastruktur penunjangnya terlebih dahulu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
