<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  BBM Naik, Kemenkeu Tetap 'Sunat' Anggaran Belanja K/L</title><description>Kemenkeu tetap memberlakukan efisiensi dan  penghematan belanja Kementerian Lembaga (K/L) walaupun sudah menaikkan harga BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/20/794354/bbm-naik-kemenkeu-tetap-sunat-anggaran-belanja-k-l</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/20/794354/bbm-naik-kemenkeu-tetap-sunat-anggaran-belanja-k-l"/><item><title>  BBM Naik, Kemenkeu Tetap 'Sunat' Anggaran Belanja K/L</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/20/794354/bbm-naik-kemenkeu-tetap-sunat-anggaran-belanja-k-l</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/20/794354/bbm-naik-kemenkeu-tetap-sunat-anggaran-belanja-k-l</guid><pubDate>Jum'at 19 April 2013 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/19/20/794354/pKUGUA7zkt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/19/20/794354/pKUGUA7zkt.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap memberlakukan efisiensi dan penghematan belanja Kementerian Lembaga (K/L) walaupun sudah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, dibutuhkan pembiayaan tambahan untuk beberapa sektor.&quot;Pembiayaan, salah satunya nanti dari efisiensi anggaran K/L, dan ini juga sebagai bagian dari sharing the pain dari K/L untuk melakukan efisiensi,&quot; kata Wakil Menteri Anny Rahmawati di kantornya, Jakarta, Jumat (19/4/2013).Anny mengatakan, walaupun defisit sudah diperlebar, akan tetap konsumsi BBM masih tetap. Selain itu, dana sebesar 20 persen harus dialihkan ke pendidikan, di sisi lain, transfer daerah naik karena migas. &quot;Overall kalau defisitnya diperlebar dari 1,65 persen jadi 2,4 persen maksimal. Itu kan berarti ada pelebaran defisit yang butuh pembiayaan,&quot; ujar Anny.Anny menjelaskan, tidak semua bisa dibebankan dari penerbitan surat utang. Oleh karena itu, harus dibagi antara penghematan K/L, dan kemungkinan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL). &quot;Baru sisanya pada level yang aman untuk penerbitan surat utang negara, karena kita juga tidak ingin beban utang makin tinggi,&quot; jelasnya.Menurut Anny, saat ini sudah didapatkan berapa besaran yang harus dilakukan efisiensi, namun dia enggan membeberkan. Selain itu, Kemenkeu sudah menetapkan K/L mana saja yang akan dilakukan efisiensi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap memberlakukan efisiensi dan penghematan belanja Kementerian Lembaga (K/L) walaupun sudah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, dibutuhkan pembiayaan tambahan untuk beberapa sektor.&quot;Pembiayaan, salah satunya nanti dari efisiensi anggaran K/L, dan ini juga sebagai bagian dari sharing the pain dari K/L untuk melakukan efisiensi,&quot; kata Wakil Menteri Anny Rahmawati di kantornya, Jakarta, Jumat (19/4/2013).Anny mengatakan, walaupun defisit sudah diperlebar, akan tetap konsumsi BBM masih tetap. Selain itu, dana sebesar 20 persen harus dialihkan ke pendidikan, di sisi lain, transfer daerah naik karena migas. &quot;Overall kalau defisitnya diperlebar dari 1,65 persen jadi 2,4 persen maksimal. Itu kan berarti ada pelebaran defisit yang butuh pembiayaan,&quot; ujar Anny.Anny menjelaskan, tidak semua bisa dibebankan dari penerbitan surat utang. Oleh karena itu, harus dibagi antara penghematan K/L, dan kemungkinan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL). &quot;Baru sisanya pada level yang aman untuk penerbitan surat utang negara, karena kita juga tidak ingin beban utang makin tinggi,&quot; jelasnya.Menurut Anny, saat ini sudah didapatkan berapa besaran yang harus dilakukan efisiensi, namun dia enggan membeberkan. Selain itu, Kemenkeu sudah menetapkan K/L mana saja yang akan dilakukan efisiensi.</content:encoded></item></channel></rss>
