<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adaro Pangkas Proyeksi Produksi Batu Baranya</title><description>Volume penjualan batu bara Adaro juga turun 4,3 persen  year-on-year (Y-o-Y) menjadi 47,2 juta ton dan 48,6 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/278/794225/adaro-pangkas-proyeksi-produksi-batu-baranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/278/794225/adaro-pangkas-proyeksi-produksi-batu-baranya"/><item><title>Adaro Pangkas Proyeksi Produksi Batu Baranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/278/794225/adaro-pangkas-proyeksi-produksi-batu-baranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/19/278/794225/adaro-pangkas-proyeksi-produksi-batu-baranya</guid><pubDate>Jum'at 19 April 2013 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/19/278/794225/IdMG1aYfoX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/19/278/794225/IdMG1aYfoX.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengakui produksi batu bara untuk pada 2012 menurun sebesar satu persen. Selain itu, volume penjualan batu bara Adaro juga turun 4,3 persen year-on-year (Y-o-Y) menjadi 47,2 juta ton dan 48,6 juta ton.&quot;Namun dengan mulai pulihnya pasar batu bara pada kuartal ke IV-2012, kami dapat memanfaatkan kondisi tersebut dan mampu menghasilkan rekor produksi kuartalan dengan volume sebesar 13,3 juta ton,&quot; kata Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (19/4/2013).Thohir menambahkan, walaupun volume produksi 2012 di bawah pedoman, namun produksi sebesar 48 juta ton sampai dengan 51 juta ton, maka dia mengatakan Adaro akan tetap menjaga kestabilan harga.&quot;Kami membuat keputusan untuk tidak akan melakukan penambahan penjualan pada saat harga batu bara terpangkas dan tetap menjaga strategi untuk mempertahankan harga yang menguntungkan,&quot; tambahnya.Selain itu, perseroan juga menargetkan produksi batu bara di 2013 sebanyak 50-53 juta ton yang naik tipis dari target produksi tahun sebelumnya yakni sebanyak 47-50 juta ton.&quot;Dari target 47-50 juta ton di tahun lalu, perseroan berhasil memproduksi 47,2 juta ton dari target yang semula mencapai 51 juta ton kemudian direvisi&amp;nbsp; menjadi hingga 50 juta ton,&quot; jelasnya.Menurutnya, perseroan tetap optimistis dapat mencapai target tersebut &quot;Kami optimistis dapat tercapai walaupun di tengah harga batu bara sedang terjadi penurunan,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengakui produksi batu bara untuk pada 2012 menurun sebesar satu persen. Selain itu, volume penjualan batu bara Adaro juga turun 4,3 persen year-on-year (Y-o-Y) menjadi 47,2 juta ton dan 48,6 juta ton.&quot;Namun dengan mulai pulihnya pasar batu bara pada kuartal ke IV-2012, kami dapat memanfaatkan kondisi tersebut dan mampu menghasilkan rekor produksi kuartalan dengan volume sebesar 13,3 juta ton,&quot; kata Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (19/4/2013).Thohir menambahkan, walaupun volume produksi 2012 di bawah pedoman, namun produksi sebesar 48 juta ton sampai dengan 51 juta ton, maka dia mengatakan Adaro akan tetap menjaga kestabilan harga.&quot;Kami membuat keputusan untuk tidak akan melakukan penambahan penjualan pada saat harga batu bara terpangkas dan tetap menjaga strategi untuk mempertahankan harga yang menguntungkan,&quot; tambahnya.Selain itu, perseroan juga menargetkan produksi batu bara di 2013 sebanyak 50-53 juta ton yang naik tipis dari target produksi tahun sebelumnya yakni sebanyak 47-50 juta ton.&quot;Dari target 47-50 juta ton di tahun lalu, perseroan berhasil memproduksi 47,2 juta ton dari target yang semula mencapai 51 juta ton kemudian direvisi&amp;nbsp; menjadi hingga 50 juta ton,&quot; jelasnya.Menurutnya, perseroan tetap optimistis dapat mencapai target tersebut &quot;Kami optimistis dapat tercapai walaupun di tengah harga batu bara sedang terjadi penurunan,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
