<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  WIKA Gandeng Perusahaan Asal Jepang Kembangkan Konstruksi</title><description>PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyebut, perseroannya telah menyumbangkan Rp1 triliun dalam enam tahun terakhir. Selain itu, pihaknya juga menyebut akan menggandeng pihak konstruksi Jepang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/278/795069/wika-gandeng-perusahaan-asal-jepang-kembangkan-konstruksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/278/795069/wika-gandeng-perusahaan-asal-jepang-kembangkan-konstruksi"/><item><title>  WIKA Gandeng Perusahaan Asal Jepang Kembangkan Konstruksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/278/795069/wika-gandeng-perusahaan-asal-jepang-kembangkan-konstruksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/278/795069/wika-gandeng-perusahaan-asal-jepang-kembangkan-konstruksi</guid><pubDate>Minggu 21 April 2013 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/21/278/795069/nC8Mt0eTQK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/21/278/795069/nC8Mt0eTQK.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyebut, perseroannya telah menyumbangkan Rp1 triliun dalam enam tahun terakhir. Selain itu, pihaknya juga menyebut akan menggandeng pihak konstruksi Jepang.
&amp;nbsp;
Direktur Utama SDM &amp;amp; Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Tonny Warsono mengatakan bahwa perolehan nilai tersebut berasal dari tenaga kerja terampil yang dimiliki perusahaan pada saat pengerjaan proyek di sejumlah negara-negara Asia seperti Jepang dan China.
&amp;nbsp;
&quot;Kita sumbangkan Rp1 triliun selama enam tahun untuk devisa negara,&quot; kata Tonny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (21/4/2013).
&amp;nbsp;
Tonny melanjutkan, di mata internasional, pekerjanya dikategorikan terampil karena memiliki skill, keuletan dan kesabaran yang baik.
&amp;nbsp;
&quot;Para pekerja WIKA Indonesia selalu bangun lebih pagi untuk bekerja hingga jam 11 malam. Mereka juga tahan saat bekerja dalam suhu di bawah 10 derajat Celcius saat di proyek luar negeri,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, dalam beberapa tahun ke depan, pihaknya akan mengedepankan pelayanan atau jasa dalam sektor bisnis kontruksinya. Dalam sektor bisnis pelayanan atau jasa, pihaknya akan bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang yakni Kajima yang merupakan perusahaan konstruksi Jepang di sektor jasa.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, BUMN karya dapat berkembang dan mempunyai banyak kelebihan dengan menggunakan pelayanan atau jasa dalam bidang konstruksi.
&amp;nbsp;
&quot;Perusahaan Kajima sangat cekatan, punya keuletan, kontraktornya memiliki kehalusan saat memperbaiki Jepang setelah tsunami. Dengan itu kita dapat berkembang di dalam maupun luar negeri,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyebut, perseroannya telah menyumbangkan Rp1 triliun dalam enam tahun terakhir. Selain itu, pihaknya juga menyebut akan menggandeng pihak konstruksi Jepang.
&amp;nbsp;
Direktur Utama SDM &amp;amp; Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Tonny Warsono mengatakan bahwa perolehan nilai tersebut berasal dari tenaga kerja terampil yang dimiliki perusahaan pada saat pengerjaan proyek di sejumlah negara-negara Asia seperti Jepang dan China.
&amp;nbsp;
&quot;Kita sumbangkan Rp1 triliun selama enam tahun untuk devisa negara,&quot; kata Tonny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (21/4/2013).
&amp;nbsp;
Tonny melanjutkan, di mata internasional, pekerjanya dikategorikan terampil karena memiliki skill, keuletan dan kesabaran yang baik.
&amp;nbsp;
&quot;Para pekerja WIKA Indonesia selalu bangun lebih pagi untuk bekerja hingga jam 11 malam. Mereka juga tahan saat bekerja dalam suhu di bawah 10 derajat Celcius saat di proyek luar negeri,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, dalam beberapa tahun ke depan, pihaknya akan mengedepankan pelayanan atau jasa dalam sektor bisnis kontruksinya. Dalam sektor bisnis pelayanan atau jasa, pihaknya akan bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang yakni Kajima yang merupakan perusahaan konstruksi Jepang di sektor jasa.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, BUMN karya dapat berkembang dan mempunyai banyak kelebihan dengan menggunakan pelayanan atau jasa dalam bidang konstruksi.
&amp;nbsp;
&quot;Perusahaan Kajima sangat cekatan, punya keuletan, kontraktornya memiliki kehalusan saat memperbaiki Jepang setelah tsunami. Dengan itu kita dapat berkembang di dalam maupun luar negeri,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
