<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dweling Time Picu Kenaikan Harga Barang</title><description> Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengungkapkan, dua tahap pemeriksaan pabean di Bea Cukai yang menyebabkan lamanya peti kemas tertahan di pelabuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/320/795121/dweling-time-picu-kenaikan-harga-barang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/320/795121/dweling-time-picu-kenaikan-harga-barang"/><item><title>Dweling Time Picu Kenaikan Harga Barang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/320/795121/dweling-time-picu-kenaikan-harga-barang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/21/320/795121/dweling-time-picu-kenaikan-harga-barang</guid><pubDate>Minggu 21 April 2013 18:23 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/21/320/795121/j01e0CAHJv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/21/320/795121/j01e0CAHJv.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}

JAKARTA -&amp;nbsp; Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengungkapkan, dua tahap pemeriksaan pabean di Bea Cukai yang menyebabkan lamanya peti kemas tertahan di pelabuhan.
&amp;nbsp;
Toto mencontohkan, di Pelabuhan Tanjung Priok, misalnya, keluar masuknya logistik saat ini mengambil porsi sekira 60 persen dari aktivitas ekspor-impor nasional.
&amp;nbsp;
Kepala KPU Bea dan Cukai Tanjung Priuk Wijayanta mengakui hal itu. Menurutnya, kelambanan penanganan arus barang masuk dan keluar menyebabkan dwelling time di seluruh jalur impor yang ditetapkan. Semakin lama dweling time, ongkos logistik akan semakin mahal sehingga memicu kenaikkan harga barang impor tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Dwelling time barang impor jalur merah berkontribusi 21,3 persen atau 12,85 hari terhadap total angka dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok,&quot; ujar Wijayanta dalam siaran pers, Minggu (21/4/2013)
&amp;nbsp;
Sampai saat ini, waktu dwelling time rata-rata 6,7 hari dan ditargetkan menjadi tiga hari. Upaya untuk memangkas panjangnya dwelling time tersebut juga bakal dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat ini, Kementerian akan memindahkan secara paksa peti kemas tertentu di Pelabuhan Tanjung Priok untuk memangkas dwelling time di pelabuhan itu.
&amp;nbsp;
Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Hubungan, Bobby R. Mamahit menambahkan, langkah pemindahan paksa itu dikhususkan bagi kontainer yang sudah dilengkapi surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB). Adapun menurut Bobby, biaya pemindahan secara paksa itu akan dibebankan kepada pemilik barang.
&amp;nbsp;
&quot;Bagi peti kemas yang sudah menerima surat persetujuan pengeluaran barang apabila dalam tiga hari tidak dikeluarkan maka pengelola terminal segera memindahkan ke lokasi tertentu di luar pelabuhan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}

JAKARTA -&amp;nbsp; Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengungkapkan, dua tahap pemeriksaan pabean di Bea Cukai yang menyebabkan lamanya peti kemas tertahan di pelabuhan.
&amp;nbsp;
Toto mencontohkan, di Pelabuhan Tanjung Priok, misalnya, keluar masuknya logistik saat ini mengambil porsi sekira 60 persen dari aktivitas ekspor-impor nasional.
&amp;nbsp;
Kepala KPU Bea dan Cukai Tanjung Priuk Wijayanta mengakui hal itu. Menurutnya, kelambanan penanganan arus barang masuk dan keluar menyebabkan dwelling time di seluruh jalur impor yang ditetapkan. Semakin lama dweling time, ongkos logistik akan semakin mahal sehingga memicu kenaikkan harga barang impor tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Dwelling time barang impor jalur merah berkontribusi 21,3 persen atau 12,85 hari terhadap total angka dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok,&quot; ujar Wijayanta dalam siaran pers, Minggu (21/4/2013)
&amp;nbsp;
Sampai saat ini, waktu dwelling time rata-rata 6,7 hari dan ditargetkan menjadi tiga hari. Upaya untuk memangkas panjangnya dwelling time tersebut juga bakal dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat ini, Kementerian akan memindahkan secara paksa peti kemas tertentu di Pelabuhan Tanjung Priok untuk memangkas dwelling time di pelabuhan itu.
&amp;nbsp;
Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Hubungan, Bobby R. Mamahit menambahkan, langkah pemindahan paksa itu dikhususkan bagi kontainer yang sudah dilengkapi surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB). Adapun menurut Bobby, biaya pemindahan secara paksa itu akan dibebankan kepada pemilik barang.
&amp;nbsp;
&quot;Bagi peti kemas yang sudah menerima surat persetujuan pengeluaran barang apabila dalam tiga hari tidak dikeluarkan maka pengelola terminal segera memindahkan ke lokasi tertentu di luar pelabuhan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
