<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gas Tak Dibutuhkan karena Lokasi Kurang Strategis</title><description>Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo  mengatakan kebutuhan energi gas untuk industri sangat besar. Hal ini  lantaran sektor industri tidak akan hidup bila tidak ada energi gas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/19/796081/gas-tak-dibutuhkan-karena-lokasi-kurang-strategis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/19/796081/gas-tak-dibutuhkan-karena-lokasi-kurang-strategis"/><item><title>Gas Tak Dibutuhkan karena Lokasi Kurang Strategis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/19/796081/gas-tak-dibutuhkan-karena-lokasi-kurang-strategis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/04/23/19/796081/gas-tak-dibutuhkan-karena-lokasi-kurang-strategis</guid><pubDate>Selasa 23 April 2013 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/23/19/796081/HGA8eYBQKu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamen ESDM Susilo Siswoutomo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/23/19/796081/HGA8eYBQKu.jpg</image><title>Wamen ESDM Susilo Siswoutomo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan kebutuhan energi gas untuk industri sangat besar. Hal ini lantaran sektor industri tidak akan hidup bila tidak ada energi gas.&quot;Kebutuhan gas untuk sektor industri memang sangat dibutuhkan tapi karena lokasi gasnya kurang strategis jadi penyaluran gas&amp;nbsp; terkendala,&quot; ungkap Wamen saat diskusi, Tempo Arah dan Kebijakan Pengembangan Industri Gas Indonesia, di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (23/4/2013).Susilo menjelaskan, saat ini, alokasi gas di sektor industri tersebar di wilayah Indonesia. Meski begitu, besarnya gas tidak memadai.&quot;Gasnya banyak tetapi pembangunan sektor industri kebanyakan di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Daerah tersebut kekurangan gas sedangkan menyalurkan gas terkendala jarak karena infrastrukturnya tidak memadai (tidak ada pembangunan pipa, pipa PGN hanya sampai Karawang),&quot; tegas Susilo.Susilo mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pemetaan daerah untuk melihat sektor industri mana yang membutuhkan alokasi gas.&quot;Jadi 2020, kita berencana melakukan pemetaan daerah. Melihat kebutuhan gas berapa, di mana, kapan jadi ketahuan dan membangun infrastruktur pipa jaringan gas agar menyalurkan gas-gas ke daerah sektor industri sampai ke daerah terpencil,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan kebutuhan energi gas untuk industri sangat besar. Hal ini lantaran sektor industri tidak akan hidup bila tidak ada energi gas.&quot;Kebutuhan gas untuk sektor industri memang sangat dibutuhkan tapi karena lokasi gasnya kurang strategis jadi penyaluran gas&amp;nbsp; terkendala,&quot; ungkap Wamen saat diskusi, Tempo Arah dan Kebijakan Pengembangan Industri Gas Indonesia, di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (23/4/2013).Susilo menjelaskan, saat ini, alokasi gas di sektor industri tersebar di wilayah Indonesia. Meski begitu, besarnya gas tidak memadai.&quot;Gasnya banyak tetapi pembangunan sektor industri kebanyakan di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Daerah tersebut kekurangan gas sedangkan menyalurkan gas terkendala jarak karena infrastrukturnya tidak memadai (tidak ada pembangunan pipa, pipa PGN hanya sampai Karawang),&quot; tegas Susilo.Susilo mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pemetaan daerah untuk melihat sektor industri mana yang membutuhkan alokasi gas.&quot;Jadi 2020, kita berencana melakukan pemetaan daerah. Melihat kebutuhan gas berapa, di mana, kapan jadi ketahuan dan membangun infrastruktur pipa jaringan gas agar menyalurkan gas-gas ke daerah sektor industri sampai ke daerah terpencil,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
